Tuesday, May 24, 2016

Merawat jenazah (fatkhul qarib)

Kajian Fathul Qorib : JenazahHukum merawat jenazah adalah Fardhukifayah, yakni apabila dalam suatu qaryah (daerah) sudah ada yang merawatnya, maka kewajiban merawatnya gugur bagi anggota masyarakat yang lainnya. Kewajiban terhadap jenazah yaitu memandikannya, mengkafani, mensholati, dan memandikannya. Orang islam yang meninggal selain mati syahid, maka dimandikan, dikafani,disholati, dan dimakamkan. Mati syahidada 3  yaitu1.Syahid Dunia Akhirat yaitu seorangyang mati dalam perang jihad fi sabilillah melawan orang kafir (kafir harbi). Maka tidak boleh di mandikan dan di sholati, namun di kafani dan di kuburkan.2.Syahid Dunia yaitu orang yang mati di medan perang namun dengan tujuan dan niat riya’ supaya mendapat gelar pahlawan atau harta kekayaan dan mati.  Maka jenazah di diperlakukan secara sempurna yakni memandikannya, mengkafani, mensholati, dan memandikannya3.Syahid Akhirat Maka jenazah di diperlakukan atau di tajhiz secara sempurna yakni memandikannya, mengkafani, mensholati, dan memandikannyaJenazah yang sulit dimandikan karena suatu keadaan misal mati terbakar atauyang lain. Jika di mandikan justru dapatmerusak kulit dan organ tubuh mayit maka tidak boleh dimandikan namun wajib di tayamumi.Memandikan MayitAir yang digunakan untuk memandikan jenazah adalah air yang suci dan mensucikan. Membasuhkan air yang sudah di campur dengan “daun bidara” ke tubuh jenazah dan sunnah disertai niat memandikan jenazah. Menggunakan aie jernih untukmembilas basuhan. Kemudian membasuh tubuh jenazah menggunakan air yang dicampurkan kapur barus (tidak sampai merubah kemutlakan air yakni warna, rasa, dan aroma). Memandikan jenazah bisa sebanyak 5 kali atau 7 dan kelipatannya.Mengkafani jenazahMengkafani jenazah hukumnya fardhu kifayah. Kain kafan boleh terbuat dari apa saja. Dan isunnahkan berwarna putih bersih, dan menutupi jenazah.Mensholati jenazahRukun sholat jenazah yaitu1.Niat2.Berdiri bagi yang mampu3.Takbir 4 kali (termasuk takbirotul ihram)4.Membaca alfatihah5.Membaca sholawat nabi6.Membaca doa bagi mayitBagi jenazah yang laki-laki maka imam berdiri diarah kepala atau pundak jenzah, jika jenazahnya perempuan maka imam berdiri di tengah jenazah (arah pinggul jenazah)Memakamkan jenazahUkuran makam baik panjang, lebar dan kedalaman disesuaikan dengan adat dan tradisi masyarakat setempat. Untuk kedalamannya biasanya setinggi orang berdiri di tambah 1 hasta.Pemakaman ada dua yaitu :1.Liang lahat yaitu liang pada dinding sebelah barat dilubangi, sekiranya cukup untuk membaringkan jenazah. Mayat disandarkan kemudian dengan papan atau kayu yang dipasang miring ke timur.2.Liang syaq/ liang cempuri liang kuburan pada bagian tengah di buat galian seperti parit seukuran mayit kemudian di tutup menggunakan papan.Pertanyaan dan hasil diskusi1.Bagaimana Hukumnya membangun kuburan dengan tembok pada tanah milik sendiri?Membangun Kuburan dan memagari dengan tembok ditanah kuburan milik sendiri dengan tidak ada satupun kepentingan maka hukumnyaMakruhDalam Kitab Fathul-Mu’in (qauluhu wa kuriha binaa’un lahu)Karena ada ketegasan Hadis shohih maka hukumnya makruh membangun suatu bangunan diatas kubur, jika tidak ada keperluan (kepentingan) seperti dikhawatirkan akan digali atau dibongkar oleh binatang buas, atau terkena banjir. Kemakruhan tersebut jika kuburan itu berada di tanah miliknya sendiri. Sedangkan membangun kuburan tanpasuatu keperluan, sebagaimana yang dijelaskan atau memberi kubah diatas kubur yang terletak ditanah yang landaiatau di tanah wakaf maka hukumnya haram.Menurut Imam Al-Bujairimi: “Sebagian Ulama mengecualikan keberadaan banguanan makam/kuburan para Nabi, Para syuhada’, orang-orang shalih, dan lain-lain.Wallahu a’lam1.Hukum keluarga menyediakan makanan untuk hidangan kepada para penta’ziyah dengan maksud bersedekahKeterangan dalam kitabAl-MuhadzabIbnu Abbas meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw: “Sesungguhnya ibuku sudah meninggal, apakah bermanfaat baginya(kalau) aku bersedekah atas (nama)nya? Rasullah Saw menjawab “ya” Orang itu kemudian berkata:”Sesungguhnya aku memiliki sekeranjang buah, maka aku ingin engkau menyaksikan bahwa sesungguhnya aku menyedekahkannyaatas (namanya).”Wallahu a’lam1.Memindahkan Kuburan ke tempat lainMemindahkan mayit dari satu kuburan ke tempat lain, haram hukumnya kecuali karena keadaan dhorurat. Keterangan dari KitabSyarhul MahalliMenggali kembali jenazah dari kuburan untuk dipindahkan atau tujuan lainnya maka hukumnya Haram. Kecuali karenakeadaan darurat, seperti jenazah yang dikubur tanpa dimandikan.Wallahu a’lam1.Sah kah wasiat mengenai organ tubuh mayit untuk diberikan dan dicangkokkan kepada yang memerlukan mengingat diantara  sahnya wasiat adalah “wujudu mutlaqil milki”Hukum wasiat tersebut tidak sah (batal) karena tidak memenuhi syarat-syarat wasiat yang diantaranya “mutlaqil milki” menurut syara’ organ mayit itu hak milik Allah bukan milik seseorang. Adapun pencangkokan organ tubuh manusia ada yang membolehkan dengan syarat:a.Karena diperlukan, dengan tertib pengamananb.Tidak ditemukan selain organ tubuh manusia ituKeterangan Dalam KitabNihayatuz Zain1Syarat sahnya barang yang diwasiatkanadalah barang yang mubah yang dapat dipindahkan dari seseorang kepada yang lainnya. Maka sah memindahkan sesuatu yang dapat terpisah, baik dalam keadaan hidup maupun mati.KitabHasyiatur Rasyidi2Al-Halabiberkata jika tidak diketemukan sesuatu yanglayak maka boleh menyambungkan dengan tulang mayit (karena darurat) seperti hukumnya memakan bangkai karena darurat. Al-Mudabighisejalan dengan pendapatAl-Katib, memandang boleh dengan menyatakan : Jika tidak terdapat sesuatu kecuali tulang orang yang mati, maka didahulukan menggunakan tulang orang kafir harbi seperti orang murtad, kemudian kafir dzimmi, kemudian orang islam.KitabMughnil Muhtaj3Dalam keadaan darurat/terpaksa boleh memakan bangkai orang mati, jika tidakmendapat bangkai lainnya. Karena kehormatan orang yang hidup lebih kuat dari pada orang yang sudah mati, sebagaimana yang diisyarahkan dalamkitab Al-syarh al-kabir (Al-rafi’i)danRaudhah at-Thalibin (Al-Nawawi)KitabSyarhul Mahalli4Jika tulangnya patah perlu disambungkan dengan tulang yang najis karena tidak ada yang suci yang layak untuk disambungkan maka dalamhal ini hukumnya dimaafkan (ma’dzur).KitabManhajuth Thullab5Jika seseorang menyambungkan tulangnya yang patah dengan tulang yang najis karena tidakyang layak dan tidak ada yang suci untuk disambungkan maka dalam hal ini hukumnya adalahHajatyang diperlukan (Udzur)KitabHasyiatul Bujairimi6Pendapat yang lebih tepat sebagaimana yang tampak dari pendapat para ulama adalah tidak memandang kelebihan mayit, dimana keduanya sama, islam dan terhormat.1Muhammad Nawawi al-Bantani ,Nihayatuz Zain, (Beirut: darul Fikr) Cet. Ke-1 hal; 2792Husain ar Rasyid,Hasyiatur rasyidi ‘Ala Fathil Jawad’(Indonesia : Dar Ihyait Kutub ar-Rabiah) h 273Al khatib Al syarbini ,Mughnil Muhtaj(Mesir: Mustafal Halabi, 1337 H/1957 M)Juz 4 h.3074Jalaluddin Al Mahalli,syarh MinhajuthThalibin pada Hamisy Hasyiyatul Qalyubi wa Umairah(Indonesia, Dar ihyail Kutubal-rabiah) juz1 h.1285Zakariya Al-Anshari,syarh Manhajuth Thulabpada Hamisy Sulaiman al-Bujairimi , al tajrid Li Naf’il Abid (Mesir ; Mustafa Al Halabi 1369H/1950M) juz 1 h 238-2396Sulaiman al-Bujairimi, Haisyiah al-bujairimi ala Syarhul Manhajith Thulab (al-maktabah al-islamah) juz1 h239Daftar PustakaHASIL-HASIL KEPUTUSAN MUKTAMAR DAN PERMUSYAWARATAN LAINNYA 1345 H /1926 M -1427H/2006HKitab Fathul qarib Kitabus SholahLajnah Ta’lif wan Nashr NU Surabaya. 2011.Merawat Jenazah. PC NU Surabaya

Cara merawat jenazah

KITAB FATHUL MU'IN26 Desember 2013·memandikan jenazahMEMANDIKAN JENAZAH.Tata cara memandikan jenazah :a. Orang yang berhak memandikan jenazah.1. Jika mayyit telah mewasiatkan kepada seseorang untuk memandikannya, maka orang itulah yang berhak.2. Jika mayyit tidak mewasiatkan, maka yang berhak adalah ayahnya atau kakeknya atau anak laki-lakinya atau cucu-cucunya yang laki-laki (kalau mayatnya laki-laki, kalau perempuan maka dari jenis putri).3. Jika tidak ada yang mampu, keluarga mayyit boleh menunjuk orang yang amanah lagi terpercaya buat mengurusnya.b. Tempat memandikan mayyit harus tertutup baik dinding maupun atapnya.c. Dianjurkan agar yang memandikan jenazah memilih 2 orang dari keluarganya.d. Perlengkapan bagi yang memandikan jenazah.1. Penutup hidung.2. Memakai pelindung tubuh agar tidak terkena kotoran-kotoran seperti sisa air perasan daun bidara dan kapur barus.3. Sarung tangan.4. Sepatu bot berlaras tinggi.e. Cara menyediakan perasan daun bidara.1 Gelas besar : 4 liter8 lt + 2 gls air perasan daun bidara12 lt + 3 gls air perasan daun bidara16 lt + 4 gls air perasan daun bidara20 lt + 5 gls air perasan daun bidaraf. Cara menyediakan air dan kapur barus.Setiap 4 liter air dicampur dengan 2 potong kapur barus 1 :g. Persiapan sebelum memandikan jenazah.1. Menutup aurat simayyit dengan handukbesar mulai pusar sampai dengan lututnya (laki-laki dan perempuan sama) .2. Melepas pakaian yang masih melekat ditubuhnya.Caranya :Pakaian :a) Dimulai dari lengan sebelah kanan kearah kirib) Selanjutnya dari lobang baju (krah) kebawahc) Setelah itu bagian depan ditarik denganperlahan dari bawah handuk penutup auratnya. (ini kalau mayyit mengenakan gamis atau baju panjang, kalau hanya kemeja cukup buka kancingnya).Celana :a) Digunting sisi sebelah kanan dari atas sampai kebawah lalu sebelah kirib) Setelah itu bagian depan ditarik denganperlahan dengan tetap menjaga handuk penutup.Pakaian belakang mayyit :- Tubuh mayyit dibalik ke sebelah kiri, pakaian digeser kekiri.- Setelah itu dibalikkan lagi kekanan3. Menggunting kuku tangan dan kaki kalau panjang .4. Mencukur bulu ketiak, kalau tidak lebat dicabut saja.5. Merapikan kumis.6. Membersihkan hidung dan mulut serta menutupnya dengan kapas ketika dimandikan lalu dibuang setelah selesaih. Memandikan jenazah.1. Bersihkan isi perut dengan tangan kiri yang telah terbalutAngkat sedikit tubuh mayyit, tekan perutnya perlahan-lahan sebanyak tiga kali hingga keluar, bersihkan kotoran itu dengan kain pembersih kemudian siram.2. Wudhukan jenazah.a) Bacalah basmallah.b) Cuci tapak tangan mayyit 3 X.c) Bersihkan mulut dan hidungnya 3 Xd) Wajah dan tangan kanan lalu kiri sampai dengan siku.e) Kepala dan kedua telinganya.f) Kaki kanan kemudian kirinya.3. Cara menyiram air perasan daun bidara.a) Siram kepala dan wajahnya dengan perasan dengan buihnya dulu.b) Basuh tubuh bagian kanan dari pundak ketelapak kaki sebelah kanan terus kearakkiri.c) Ulangi sekali lagi.4. Menyiram dengan air kapur barus (caranya Idem).5. Keringkan (usap) tubuh mayyit dari ataskebawah. Usahakan menggunakan handuk yang halus.Rambut wanita dikepang menjadi tiga.Wajib berwudhu bagi yang memandikan dan dianjurkan mandi setelah selesai.MENGKAFANI JENAZAH.a. Ukuran kain kafan yang digunakan.Ukurlah lebar tubuh jenazah. Jika lebar tubuhnya 30 cm, maka lebar kain kafan yang disediakan adalah 90 cm. 1 : 3.b. Ukurlah tinggi tubuh jenazah.1. Jika tinggi tubuhnya 180 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 60 cm.2. Jika tinggi tubuhnya 150 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 50 cm.3. Jika tinggi tubuhnya 120 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 40 cm.4. Jika tinggi tubuhnya 90 cm, maka panjang kain kafannya ditambah 30 cm.5. Tambahan panjang kain kafan dimaksudkan agar mudah mengikat bagian atas kepalanya dan bagian bawahnya.c. Tata cara mengkafani.1. Jenazah laki-laki.Jenazah laki-laki dibalut dengan tiga lapiskain kafan. Berdasar dengan hadits.“Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dikafani dengan 3 helai kain sahuliyah yang putih bersih dari kapas, tanpa ada baju dan serban padanya, beliau dibalut dengan 3 kain tersebut.a. Cara mempersiapkan tali pengikat kain kafan.1. Panjang tali pengikat disesuaikan dengan lebar tubuh dan ukuran kain kafan. Misalnya lebarnya 60 cm maka panjangnya 180 cm.2. Persiapkan sebanyak 7 tali pengikat. ( jumlah tali usahakan ganjil). Kemudian dipintal dan diletakkan dengan jarak yang sama diatas usungan jenazah.b. Cara mempersiapkan kain kafan.3 helai kain diletakkan sama rata diatas tali pengikat yang sudah lebih dahulu , diletakkan diatas usungan jenazah, dengan menyisakan lebih panjang di bagian kepala.c. Cara mempersiapkan kain penutup aurat.1. Sediakan kain dengan panjang 100 cm dan lebar 25 cm ( untuk mayyit yang berukuran lebar 60 cm dan tinggi 180 cm), potonglah dari atas dan dari bawah sehingga bentuknya seperti popok bayi.2. Kemudian letakkan diatas ketiga helai kain kafan tepat dibawah tempat duduk mayyit, letakkan pula potongan kapas diatasnya.3. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain kafan yang langsung melekat pada tubuh mayyit.d. Cara memakaikan kain penutup auratnya.1. Pindahkan jenazah kemudian bubuhi tubuh mayyit dengan wewangian atau sejenisnya. Bubuhi anggota-anggota sujud.2. Sediakan kapas yang diberi wewangian dan letakkan di lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak dan yang lainnya.3. Letakkan kedua tangan sejajar dengan sisi tubuh, lalu ikatlah kain penutup sebagaimana memopok bayi dimulai dari sebelah kanan dan ikatlah dengan baik.e. Cara membalut kain kafan :1. Mulailah dengan melipat lembaran pertama kain kafan sebelah kanan, balutlah dari kepala sampai kaki .2. Demikian lakukan denngan lembaran kain kafan yang kedua dan yang ketiga.f. Cara mengikat tali-tali pengikat.1. Mulailah dengan mengikat tali bagian atas kepala mayyit dan sisa kain bagian atas yang lebih itu dilipat kewajahnya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri.2. Kemudian ikatlah tali bagian bawah kaki dan sisa kain kafan bagian bawah yang lebih itu dilipat kekakinya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri.3. Setelah itu ikatlah kelima tali yang lain dengan jarak yang sama rata. Perlu diperhatikan, mengikat tali tersebut jangan terlalu kencang dan usahakan ikatannya terletak disisi sebelah kiri tubuh, agar mudah dibuka ketika jenazah dibaringkan kesisi sebelah kanan dalam kubur.4. Mengkafani jenazah wanita.Jenazan wanita dibalut dengan lima helai kain kafan. Terdiri atas : Dua helai kain, sebuah baju kurung dan selembar sarung beserta kerudungnya. Jika ukuran lebar tubuhnya 50 cm dan tingginya 150 cm, maka lebar kain kafannya 150 cm dan panjangnya 150 ditambah 50 cm.Adapun panjang tali pengikatnya adalah 150 cm, disediakan sebanyak tujuh utas tali, kemudian dipintal dan diletakkan sama rata di atas usungan jenazah. Kemudian dua kain kafan tersebut diletakkan sama rata diatas tali tersebut dengan menyisakan lebih panjang dibagian kepala.a. Cara mempersiapkan baju kurungnya.1. Ukurlah mulai dari pundak sampai kebetisnya, lalu ukuran tersebut dikalikan dua, kemudian persiapkanlah kain baju kurungnya sesuai dengan ukuran tersebut.2. Lalu buatlah potongan kerah tepat ditengah-tengah kain itu agar mudah dimasuki kepalanya.3. Setelah dilipat dua, biarkanlah lembaran baju kurung bagian bawah terbentang, dan lipatlah lebih dulu lembaran atasnya (sebelum dikenakan pada mayyit, dan letakkan baju kurung ini di atas kedua helai kain kafannya ).lebar baju kurung tersebut 90 cm.b. Cara mempersiapkan kain sarung.Ukuran kain sarung adalah : lebar 90 cm dan panjang 150 cm. Kemudian kain sarung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurungnya.c. Cara mempersiapkan kerudung.Ukuran kerudungnya adalah 90 cm x90 cm. Kemudian kerudung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurung.d. Cara mempersiapkan kain penutup aurat.1. Sediakan kain dengan panjang 90 cm dan lebar 25 cm.2. Potonglah dari atas dan dari bawah seperti popok.3. Kemudian letakkanlah diatas kain sarungnya tepat dibawah tempat duduknya, letakkan juga potongan kapas diatasnya.4. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain sarung serta baju kurungnya.e. Cara melipat kain kafan.Sama seperti membungkus mayat laki-laki.f. Cara mengikat tali.Sama sepert membungkus mayat laki-laki.Catatan :1. Cara mengkafani anak laki-laki yang berusia dibawah tujuh tahun adalah membalutnya dengan sepotong baju yangdapat menutup seluruh tubuhnya atau membalutnya dengan tiga helai kain.2. Cara mengkafani anak perempuan yangberusia dibawah tujuh tahun adalah dengan membalutnya dengan sepotong baju kurung dan dua helai kain.MENYOLATKAN JENAZAH.Dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘Anhu bersabda Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam : Barangsiapa yang menghadiri penyelenggaraan jenazah hingga ikut menyalatkannya, maka ia memperoleh pahala satu qiroth. Adapun yang menghadirinya sampai jenazah tersebut dikebumikan, maka ia memperoleh pahaladua qirath. Ditanyakan kepada beliau apakah dua qirath itu?. Beliau menjawab Seperti dua gunung besar. (H.R. Bukhori Muslim).1. Tata cara menyolatkan jenazah.a) Kepala jenazah berada disebelah kananimam dengan menghadap kiblat.b) Jika jenazah laki-laki imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah, jika perempuan imam berdiri sejajar dengan pusar jenazah.c) Kalau jenazah lebih dari satu dan berlainan jenis kelamin, maka posisinya sebagai berikut :Barisan pertama dari imam adalah jenazah laki-laki, kemudian anak laki-laki kemudian jenazah wanita kemudian anak perempuan.2. Sholat jenazah dilakukan dengan empat takbir, dan dianjurkan mengangkat tangan disetiap takbir.a) Takbir pertama baca taawudz dan suratAl Fatihah.b) Takbir kedua baca sholawat seperti yang dibaca dalam tasyahud.“Ya Alloh, Ampunilah kami baik yang hidup maupun yang mati, yang hadir maupun yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, yang laki-laki maupun yang perempuan, Engkau Maha Tahu tempat kami kembali dan tempat istirahat kami. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Alloh, Barang siapa yang Engkau hidupkan diantara kami, maka hidupkanlah diatas islam, dan barangsiapa yang Engkau wafatkan kami, maka wafatkanlah kami dalam keadaan diatas iman.c) Takbir keempat membaca doa :“ Ya Alloh, janganlah Engkau tahan pahalabagi kami, dan jangan Engkau timpakan musibah sepeninggalnya atas kami. Anugrahkanlah Ampunan Mu bagi kami dan baginya.d) Kemudian salam kekanan dan kekiri. Kalau jenazah wanita maka gantilah kata “Hu “ menjadi “ Ha “Shalat Jenazah merupakan shalat yang tidak perlu ruku’ dan sujud. Yang kita lakukan hanyalah berdiri, takbir sebanyak empat kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu lalu salam.Rukun Shalat JenazahShalat jenazah itu terdiri dari 8 rukun.Shalat Jenazah merupakan shalat yang tidak perlu ruku’ dan sujud. Yang kita lakukan hanyalah berdiri, takbir sebanyak empat kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu lalu salam.1. NiatShalat jenazah sebagaimana shalat dan ibadah lainnya tidak dianggap sah kalau tidak diniatkan. Dan niatnya adalah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.(QS. Al-Bayyinah : 5).Rasulullah SAW pun telah bersabda dalam haditsnya yang masyhur :Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.”(HR. Muttafaq Alaihi).Niat itu adanya di dalam hati dan intinya adalah tekad serta menyengaja di dalam hati bahwa kita akan melakukan shalat tertentu saat ini.2. Berdiri Bila MampuShalat jenazah tidak sah bila dilakukan sambil duduk atau di atas kendaraan (hewan tunggangan) selama seseorang mampu untuk berdiri dan tidak ada uzurnya.3. Takbir 4 kaliAturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.4. Membaca Surat Al-Fatihah5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW6. Doa Untuk JenazahDalilnya adalah sabda Rasulullah SAW:Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya. (HR. Abu Daud: 3199 dan Ibnu Majah : 1947).Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsaljiwal-baradi.Ada juga artikel lain yg menuliskan:Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu.7. Doa Setelah Takbir KeempatMisalnya doa yang berbunyi :Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu(maaf pren, sms-ku kemarin tidak lengkapdoanya…ini yg lengkapnya…)8. SalamJadi secara urutannya adalah sebagai berikut :1. Takbiratul Ihram seperti biasa**Membaca Al-Fatihah2. Takbir** Membaca Shalawat kepada Nabi SAW : Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?3. Takbir** Membaca Doa : Allahummaghfir lahu war-hamhu . . .4. Takbir** Membaca Doa : Allahumma Laa Tahrimnaa AjrahuMengucap SalamTalqinSegala puji bagi Alloh yang telah memberikan karunia Nya kepada ummat manusia agar supaya manusia mensyukurinya.Sholawat beriring salam selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, demikian juga kepada keluarga dan sahabat – sahabatnya serta para pengikut-pengikutnya yang masih istiqomah dengan ajaran-ajarannya.Alloh Ta’ala berfirman“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian”. (Q.S Ali Imron :185).Wahai saudara yang menyadari akan arti kehidupan. Mati adalah sesuatu yang pasti bagi kita, tentunya kita menginginkan agar mayat kita diurus dengan benar sesuai dengan ajaran RosulShollallohu ‘Alaihi Wasallam. Nah….! Kalaukita menginginkan agar mayat kita diurus orang lain, maka hendaknya kita juga harus bisa mengurus jenazah, bagaimanacara mempersiapkan pemandian bagi jenazah, memandikannya, mengkafaninya,mensholatkan, sampai kita menguburkannya. Maka kami coba untuk membuat risalah jenazah yang kami sarikan dan kami nukilkan dari kitab Al Wijaazah fi Tajhiizi Al Janaazah karangan Abdurrohman bin Abdulloh Al Ghaits.MENGUBURKAN JENAZAH.1. Tata cara menggali kubur.a). Untuk orang besar adalah panjang 200cm, kedalaman 130 cm, lebar 75 cm, kedalaman lahat 55 cm, lebar lahat 50 cm,yang menjorok ke dalam dan keluar 25 cm.b). Besar kecil ukuran kuburan tergantungjenazahnya (disesuaikan).2. Tata cara menguburkannya.Hendaklah dua-tiga orang turun keliang kubur, dan hendaklah orang yang kuat, lalu dua lagi diatas tepat di sisi kubur sebelah kiblat untuk membantu menurunkan jenazah. Ketika menurunkan hendaklah berdoa “ Bismillahi wa ‘ala millati rasulullah “ “ Dengan nama Alloh dan menurut sunnah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. “Jenazah dibaringkan diatas tubuhnya sebelah kanan dalam posisi miring, dengan dihadapkan kearah kiblat, kenudian letakkan bantalan dari tanah atau potongan batu bata dibawah kepalanya, setelah itu buka tali pengikatnya dan singkaplah kain kafan yang menutupi wajahnya, kemudian lahat ditutup dengan batu atau cor-coran atau sejenisnya dan usahakan kalau bisa jangan yang mudah terbakar seperti kayu atau sejenisnya, lalu diturunkan kembali galian tanah kuburan. Boleh diberi sedikit gundukan, tapi tidak boleh lebih dari satu jengkal, lalu berilah tanda dari batubata pada arah kepala dan kaki, selanjutnya taburkan batu kerikil dan perciki dengan air supaya tanah menjadi lengket dan padat.G. PENUTUP.Demikianlah yang dapat kita nukilkan dan ringkaskan kalau ada kesalahan dalam penulisan atau penerangan, kami mohon maaf. Saran dan kritik para pembaca kami butuhkan, karena kami juga manusia biasa yang tak pernah luput dari salah, dosa dan lupa. Allahu A`lam Bishawwab132 Suka16 Komentar65 Kali Dibagikan

Sambutan

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ،ALMUKARROMIN PORO ALIM, PORO ULAMA’, PORO KNYAI, PORO SESEPUH PINIH SEPUH INGKANG SINANDING WAHYUNING GUSTI.-WABIL KHUSUS DUMATENG PANJENANGINIPUN ALMUKARROMAH IBUNYAI HJ. JAMILAH CHOLILI SAKING PONPEN LASEM REMBANG JAWA TENGAH INGKANG SANGET TANSYAH KAWULO MULYAAKEN UGI KAWULO TA’DIMAKEN.-YANG TERHORMAT BELIAU IBU HJ. RIRIN MUKTAMIROH, M.Pd.I SELAKU KETUA FATAYAT MUSLIMAT PIMPIPINAN ANAK CABANG BAURENO-YANG TERHORMAT IBU MUNJIATI SELAKU KETUA RANTING POMAHAN-YANG TERHORMAT IBU HJ. KHOIRUL LISWATI SELAKU KEPALADESA POMAHAN BESERTA INSTANSINYA.-HADIRIN TAMU UNDANGAN FATAYAT-MUSLIMAT SEKECAMATAN BAURENO YANG KAMI BANGGAKAN.v* SEIRING DESAHAN NAFAS YANG TERBATAS, JETAK JANTUNG UMUR YANG TERKUNGKUNG, MARILAH KITA MEMUNAJATKAN PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH SWT. YANG TELAH MEMBERIKAN KENIKMATAN YANG LUAR BIASA, LEBIH-LEBIH NIKMATUL IMAN WAL ISLAM, SEHINGGA PADA SAAT INI KITA BISA BERDUYUN-DUYUN UNTUK MENGHADIRI TABLIGH AKBAR FATAYAT-MUSLIMAT SEKECAMATAN BAURENO. MUDAH-MUDAHAN KEHADIRAN PANJENENGAN INI, MENJADI NILAI IBADAH YANG DICATAT SEBAGAI AMALAN SHOLIHAN MAQBULAN DI TAMAN SURGA ALLAH. ALLAHUMA AMIN YAA ROBBAL ALAMIN.v* SHOLAWAT SERTA SALAM SEMOGA TETAP TERLIMPAHKAN KEPADA TOKOH REVOLUSIONER, YAKNI NABIYULLAH MUHAMMAD SAW. YANG TELAH MENGIKIS SGALA KEDHOLIMAN, KEBIADABAN, SEHINGGA KITA BISA MEMBEDAKAN AINAL HAQ WAINAL BATHIL YAKNI ADDINUL ISLAM. ALLAHUMMA SHOLLI ALAA MUHHAMMAD. MUDAH-MUDAHAN KITA TERGOLONG UMATNYA YG MENDAPAT SYAFA’AT DI HARI YAUMIL QIYAAMAH ALLAHUMMA AMIN YAA ROBBAL ALAAMIN.*****HADIRIN JAMAAH FATAYAT MUSLIMAT YANG BERBAHAGIA****v* KAMI SEGENAP PANITIA PENYELENGGARA, MEGUCAPSKAN AHLANWA SAHLAN BI HUDZURIKUM KEPADATAMU UNDANGAN DAN JAMAAH FATAYAT MUSLIMAT SEKECAMATAN BAURENO UNTUK MEMENUHI DAN MENGHADIRI ACARA TABLIGH AKBAR DI RANTING POMAHAN, MESKIPUN DALAM SUASANA YANG PANAS SEKALI TIDAK MENYURUTKAN SEMANGAT KITA UNTUK HADIR DALAM MAJLIS INI, MUDAH-MUDAHAN APA YANG KITA LAKUKAN DI SIANG INI ALLAH SELALU MEMBERIKAN KEMUDAHAN KEPADA KITA SEMUA. AMIN YA ROBBAL ALAMIN. ATAS KEHADIRANNYA PULA, KAMI HANYA BISA MENGUCAPKAN JAZAKUMULLAH AHSANAL JAZA’WAJAZAKUMULLAH KHOIRON KATSIRO.v*SELANJUTNYA KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA SEMUA PIHAK YANG TELAH MENDUKUNG SUKSESNYA ACARA YANG DISELENGGRAKAN SIANG INI, BAIK SECARA MORIL MAUPUN MATERIL.DAN KAMI MOHON MA’AF SEBESAR-BESAARNYA, APABILA DALAM MENYELENGGARAKAN KEGIATAN INI JAUH DARI KENYAMANAN, JAUH DARI KEKURANGAN, DAN KESEMPURNAAN, MESKIPUN ACARA INI, SUDAH SAYA PERSIAPKAN JAUH-JAUH HARI, DEMI SUKSESNYA KEGIATAN INI. NAMUN, KAMIHANYALAH INGSAN BIASA HANYALAH PANDAI MERENCANAKAN, NAMUN ALLAHLAH YANG MENENTUKAN SEGALANYA.v*YANG TERAKHIR KAMI BERHARAP KEPADA SEMUA HADIRIN BISA MENGIKUTI ACARA SAMPAI PURNA. DAN HARAPAN KEGIATAN INI KITA TERUS MENJALIN SILATTURROHIM JUGA SEKALIGUS BISA MENGAMBIL HIKMAH APA-APA YANG NANTINYA DISAMPAIKANOLEH BELIAU AL-MUKARROMAH IBU NYAIHJ. JAMILAH. ALLAHUMMA AMI N YA ROBBAL ALAMIN.HADIRIN YANG BERBAHAGIADEMIKIAN YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN KURANG LEBIHNYA MOHON MAAFAKHIRUL KALAM WABILAHI TAUFIQ WAL HIDAYAH WASSALAMUALIKUM WR.WB.

Teks sambutan

بسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا والدين الصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين. رب اشرح لي صدري ويسر ليامري واحلل عقدة من لساني يفقه قولي. أما بعدDumateng para alim ‘ulama poro kyai sesepuh pini sepuh ingkang kawulo hormati wabil khusus dumateng panjenenganipun sohibul hidayah al fadilah al mukarrom room KH. Abuya Thoha ‘Alawy al Hafidz selaku pengasuh PP. Ath-Thohiriyyah.Kepada bapak K. Imam Mujahid yang saya hormatiKepada Ust. H. Syarif Matnajih, pengasuh PP. Sirrul Asror Jakarta yang saya  hormatiKepada Bapak Kepala Desa Parakan Onje beserta perangkatnya yang saya hormatiKepada para tamu undangan hadirin, hadirot, muslimin, muslimat rohimakumullahTerutama sekali marilah kita bersyukur kehadirat Allah SWT yang telah senantiasa melimpahkan kenikmatan kepada kita terutama nikmatul iman wal Islam, sehingga pada hari ini kita dapat bermuwajjahah di majlis yang insya Allah mulia ini dalam rangka Haflah Akhirussanah dan Khatmil Qur’an wal Kutub PP. Ath-Thohiriyyah, mudah-mudahan pertemuan ini membawa berkah untuk kita semua. Amin. Amin ya Rabbal ‘alamin.Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada beliau junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW. Kepada keluarganya, para sahabatnya, dan semoga lumeber kepada kita selaku umat dan pengikutnya. Amin. Amin ya rabbal‘alamin.Hadirin hadirat rahimakumullah. Saya berdiri di sini atas nama panitia mengucapkan terimakasih atas waktu yang diberikan kepada saya untuk dapat menyampaikan laporan panitia atau sambutan panitia haflah 2014.Dalam kesempatan ini kami ucapkan terimakasih kepada para tamu undangan hadirin hadirot, muslimin muslimat, yang berkenan hadir di majlis ini. Mudah-mudahan kehadirannya dicatat di sisi Allah SWT sebagai amal perbuatan yang baik. Amin. Amin ya rabbal ‘alamin.Selanjutnya ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Ust. H. Syarif Matnajih selaku pengasuh PP. Sirrul Asror Jakarta atas kesediaannya memenuhi harapan kami untuk dapatmemberikan mau’idzoh hasanah pada acara yang kami selenggarakan ini. Mudah-mudahan apa yang nanti disampaikan bermanfaat guna bagi kita semua. Amin. Amin ya rabbal ‘alamin.Perlu kami sampaikan bahwa terselenggaranya acara ini, berkat dukungan dari seluruh masyarakat yang berada di lingkungan PP. Ath-Thohiriyyah.Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu baik berupa bantuan moril, maupun materil, tenaga maupun pikiran sehingga terlaksanalah acara pada hari ini dan kami sebagai panitia tidak bias membalas apa-apa. Hanyalah untaian kata serta iringan do’a jaza kumullah ahsanal jaza. Semoga Allah membalas kebaikan anda sekalian. Amin. Amin ya rabbal ‘alamin.Selanjutnya, kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan panitia yang telah bekerja keras mulai dari awal sampai dengan saat ini tanpa mengenal lelah. Semoga segala apa yang telah rekan-rekan perbuat, mendapat ganjaran yang setimpal diisi Allah SWT. Amin. Amin. Ya rabbal ‘alaminTak lupa juga kami atas nama panitia minta maaf yang sebesar-besarnya bila mana kami dalam memberikan sarana dan prasarana, tutur kata ataupun etika kurang berkenan di hati. Sekali lagi kami minta maaf.Kiranya cukup sekian sambutan dari kami dan apabila saya pribadi dalam menyampaikan sambutan banyak kesalahan dan kekurangan saya minta maaf.أخير الكلام وبالله توفيق والهدايةوالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهSarapan awwalan,

Monday, May 16, 2016

Lomba nadhom

https://www.youtube.com/watch?v=_M2KjAYEcrY&feature=youtube_gdata_player