Monday, October 31, 2016
proposal skripsi
silahkan di download👎👇
https://drive.google.com/file/d/0Bxkh6DXAjHilc2JLbzdzRkQyMEk/view?usp=docslist_api
contoh proposal skripsi PAI
KAJIAN TENTANG FUNGSI MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI PEMBANGUN KESEHATAN MENTAL
PROPOSAL PENELITIAN
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)
Pada Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Cipasung
Disusun Oleh
IMRON NURPANI
NPM. 09.1397.1
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM CIPASUNG (IAIC)
SINGAPARNA TASIKMALAYA
TAHUN 2013 M / 1434 H
PROPOSAL PENELITIAN
KAJIAN TENTANG FUNGSI MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI PEMBANGUN KESEHATAN MENTAL
A. Latar Belakang Masalah
Membaca merupakan upaya untuk membantu perkembangan otak. Dengan membaca, otak atak menyimpan banyak informasi yang akan terus disimpan sampai mereka membutuhkan informasi itu. Membaca juga dapat membantu kita untuk terus mencari sesuatu yang baru dan menarik karena setiap yang kita baca akan memberikan informasi-informasi penting yang akan berguna dalam kehidupan. Membaca tidak saja dengan buku, dengan melihat kejadian alam sekitar pun kita telah membaca. Mata adalah kunci untuk kita bisa melihat dan membaca apa saja yang terjadi di sekitarnya. Tapi, bagaimana dengan membaca Al-Qur’an? Apa manfaat yang kita dapatkan dengan membaca Al-Qur’an?
Perintah membaca baik terhadap ayat-ayat Allah yang tersurat maupun yang tersirat sudah dicanangkan 14 abad yang lalu, saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama yang sekaligus melegitimasi Kenabian dan Kerasulannya. Untuk merealisasikan perintah tersebut, dibutuhkan instrumen yang melibatkan berbagai institusi sosial. Karena membaca dan menulis ayat-ayat Allah yang tersurat dan tersirat itu merupakan bagian intergral dari pendidikan Islam. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 :
1
Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dan telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang paling pemurah, mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (Depag RI, 2000:1079).
Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw untuk mengeluarkan umat manusia dari kegelapan dan kebodohan menuju cahaya Islam, sehingga menjadi benar-benar umat yang baik dan terbaik yang pernah ada di muka bumi ini. Diantara ciri khas atau keistimewaan yang dimiliki Al-Qur’an adalah bisa memberi syafa’at pada hari kiamat pada orang-orang yang membacanya dan mengkajinya. Al-Qur’an yang merupakan wahyu Allah Swt yang paling mulia, senantiasa telah memberikan banyak hikmah dan manfaat bagi kita yang ingin mempelajarinya. Karena kita sebagai hamba Allah Swt yang beriman hendaknya kita menunaikan kewajiban kita untuk membaca, mempelajari dan memaknai setiap ayat-ayat Al-Qur’an. Karena dengan hal itu kita akan mendapatkan banyak manfaat yang diperoleh dari mempelajari kitab suci Al-Qur’an.
Bacaan Al-Qur’an umumnya memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan lain-lain.
Al-Quran diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk umat manusia sampai akhir zaman. Fungsi Al-Qur'an antara lain sebagai petunjuk (hudan), sumber informasi/penjelasan (bayan), pembeda antara yang benar dan yang salah (al-furqan), penyembuh (syifa'), rahmat, dan nasehat/petuah (mau'idzah). Al-Qur’an tidak hanya membahas mengenai hubungan antara manusia dengan Sang Khalik atau manusia dengan sesamanya. Lebih dari itu, Al-Qur’an memberikan pegangan hingga pada masalah yang detil, di antaranya mengenai kesehatanmental.
Masalah kesehatan mental yang dialami oleh penderita penyakit kronis tentu lebih parah. Beberapa dari mereka akan mengalami keputusasaan yang membebani pikiran mereka. Kecemasan, ketakutan, dan keputusasaan mereka akan memunculkan suatu inisiatif untuk mengakhiri hidup dengan jalan yang tidak diridhai Allah SWT. Padahal kita harus menerima cobaan dari Allah yang berupa penyakit tersebut dengan ikhtiar dan tawakkal. Dalam ajaran Islam juga ditekankan bahwa obat dan upaya hanyalah sebab, sedangkan penyebab sesungguhnya di balik sebab atau upaya itu adalah Allah SWT, seperti ucapan Nabi Ibrahim as yang diabadikan Q.S. Asy Syu’araa’ ayat 80:
Artinya : Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku.
Berbagai terapi dapat membantu dalam merehabilitasi mental, namun, selain kehendak Allah SWT, kunci dari kesembuhan mental kita adalah diri kita sendiri. Islam menganjurkan manusia agar memiliki jiwa yang sehat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti terdapat dalam Al-Qur’an Ar Ra’d ayat 28:
Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar Ra’d: 28)
Kemarahan, kekecewaan, kecemasan, dan berbagai penyakit hati lainnya merupakan hal yang menusiawi dan tidak dapat dipungkiri menjadi bagian dari karakter manusia yang memiliki akal dan nafsu. Namun, perlu disadari bahwa hal-hal tersebut hanya akan menyakiti mental dan fisik. Memang, jiwa yang sehat tidak bisa menjamin seratus persen bahwa fisik pun akan ikut sehat. Contohnya, pikiran yang sehat tanpa dibarengi dengan kesadaran dalam menjaga kebersihan. Tetapi, setidaknya dengan menjaga kesehatan dan kesucian jiwa, dapat membantu meningkatkan kesehatan mentaldan kekuatan fisik.
Dengan demikian, membaca Al-Qur’an merupakan salah satu metode dalam mengatasi masalah hati. Membaca Al-Qur’an senantiasa menjadikan hati lebih tenang dan damai, karena dengan membaca Al-Qur’an secara tidak langsung sedang menghadap Allah Swt. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan mengkaji ayat-ayat-Nya agar hati menjadi lebih tenang dan tentram. Maka dari itu, manusia sebagai hamba Allah Swt yang beriman agar selalu mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkan apa-apa yang diperoleh dari mempelajari Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pernyataan di atas, penulis akan melakukan kajian yang dituangkan dalam bentuk proposal penelitian dengan judul: “KAJIAN TENTANG FUNGSI MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI PEMBANGUN KESEHATAN MENTAL”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana fungsi membaca Al-Qur'andalam kehidupan sehari-hari?
2. Bagaimana cara membangun kesehatan mental berdasarkan Al-Qur’an?
3. Bagaimana fungsi membaca Al-Qur'ansebagai pembangun kesehatan mental?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui fungsi membaca Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
b. Untuk mengetahui cara membangun kesehatan mental berdasarkan Al-Qur’an.
c. Untuk mengetahui fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental.
2. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bagi penulis, disamping ikut andil dalam memperbanyak khazanah karya-karya tentang pendidikan Islam, juga dengan mencoba meneliti dan mengkaji fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental.
b. Bagi pembaca, kajian tentang fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental ini bersifat teoritis normatif, akan tetapi nampaknya dapat diwujudkan ke dalam bahasa yang lebih operasional.
D. Kerangka Pemikiran
Al-Qur'an bukanlah merupakan sebuah buku dalam pengertian umum, karena ia tidak pernah diformulasikan, tetapi diwahyukan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad Saw sesuai situasi yang menuntutnya, seperti yang diyakini sampai sekarang, pewahyuan Al-Qur'an secara total dan secara sekaligus itu tidak mungkin karena Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi kaum muslimin secara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada.
Al-Qur'an merupakan sumber ajaran Islam, di dalamnya mengandung berbagai petunjuk manusia yang disajikan dalam berbagai bentuk, antara lain melalui bentuk kisah (cerita). Semua kandungan Al-Qur'an merupakan petunjuk untuk dijadikan pedoman manusia dalam menjalankan kehidupannya agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat(Rosihon Anwar, 2000:25).
Sebagai sumber utama yang tidak akan pernah surut, Al-Qur'an banyak menawarkan gagasan dan konsep-konsep yang perlu dijabarkan ke dalam bentuk operasional melalui bimbingan Rasul, agar dapat dirasakan kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak diragukan lagi, Al-Qur’an telah meninggalkan dampaknya terhadap pribadi Rasulullah SAW, dan para sahabatnya. Aisyah istri Beliau, telah memberikan kesaksian tentang hal itu, dikatakannya : Akhlak beliau adalah Al-Qur’an. Bahkan Allah SWT sendiri telah terlebih dahulu memberikan kesaksian itu dengan firman-Nya QS : Al-Furqan ayat 32:
Artinya : Berkatalah orang-orang kafir, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja ?” Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakan kelompok demi kelompok (Depag RI, 2000:564).
Di sini terdapat dua isyarat pedagogis, yaitu : Peneguhan hati dan pengokohan iman dan pengajaran Al-Qur’an secara tartil (kelompok demi kelompok). Berkaitan dengan pengajaran Al-Qur’an ini Allah SWT menurunkan beberapa tuntunan pendagogis yang jelas kepada Rasulullah SAW. Allah berfirman QS Al-Qiyamah : 16-19 :
Artinya : Janganlah gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an, karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya, maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah menjelaskannya (Depag RI, 2000:999).
Kehidupan Rasulullah SAW baik di waktu damai, perang, bermukim, bepergian, maupun berada di rumahnya di tengah-tengan para sahabatnya, memberikan kesaksian yang serupa dengan yang diberikan oleh Aisyah dan seluruh kaum Muslimin, yaitu bahwa akhlaknya adalah Al-Qur’an. Do’a-do’anya dipetik dari Al-Qur’an, baik dengan lafalnya langsung maupun dengan maknanya saja. Al-Qur’an memberikan kesan dan dampak yang besar terhadap jiwa kaum muslimin pada masa itu.
Jika dipelajari makna dari setiap ayat yang telah dibaca, maka akan menemukan berbagai manfaat yang diperoleh dari membaca, misalnya, dapat meningkatkan kesehatan mental. Manusia dalam melakukan hubungan dan interaksi dengan lingkungannya baik materiil maupun sosial, semua itu tidak keluar dari tindakan penyesuaian diri. “Tetapi apabila seseorang tersebut tidak dapat atau tidak bias menyesuaikan diri dikatakan ksehatan mentalnya terganggu atau diragukan”. (Dzakia Drajat, 1974:10).
Contoh penyesuaian diri yang wajar tersebut adalah seseorang yang menghindarkan dirinya dari situasi yang membahayakan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri yang tidak wajar misalnya seseorang yang takut terhadap binatang yang biasa seperti kucing, kelinci dan sebangsanya. Dari dua contoh tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa orang yang bisa melakukan penyesuaian diri secara wajar dikatakan sehat mentalnya dan orang yang tidak bisa melakukan penyesuaian diri secara wajar, menunjukkan penyimpangan dari kesehatan mentalnya.
Kesehatan jasmani adalah keserasian yang sempurna antara bermacam-macam fungsi jasmani disertai dengan kemampuan untuk menghadapi kesukaran-kesukaran yang biasa, yang terdapat dalam lingkungan, disamping secara positif merasa gesit, kuat dan semangat.
Kesehatan mental dalam kehidupan manusia merupakan masalah yang amat penting karena menyangkut soal kualitas dan kebahagian manusia. Tanpa kesehatan yang baik orang tidak akan mungkin mendapatkan kebahagian dan kualitas sumber daya manusia yang tinggi. (Yahya Jaya, 2002:68).
Kesehatan mental menyangkut segala aspek kehidupan yang menyelimuti manusia mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, sosial, politik, agama serta sampai pada bidang pekerjaaan dan profesi hidup manusia. Kehidupan mewah dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan menjamin kebahagian manusia. Hal itu karena yang bisa menjamin kebahagian manusia tersebut adalah kejiwaan, kesehatan dan keberagamaan yang dimiliki manusia. Tiga faktor tersebut sangat sejalan sekali dalam mencapai kebahagian hidup manusia didunia dan akhirat, karena kebahagian yang harus dicapai itu tidak hanya kebahagian didunia melainkan juga kebahagian diakhirat kelak.
Banyak teori yang dikemukan oleh ahli jiwa tentang kesehatan mental, misalnya teori psikoanalisis, behavioris dan humamisme. Sungguhpun demikian teori tersebut memiliki batasan-batasan dan tidak menyentuh seluruh dimensi (aspek) dan aktivitas kehidupan manusia sebagai makhluk multidimensional dan multipotensial. Manusia sebagai makhluk multidimensional setidak-tidaknya memiliki dimensi jasmani, rohani, agama, akhlak, sosial, akal, dan seni (estetika).
Sedangkan sebagai makhluk multi potensial manusia memiliki potensi yang amat banyak yang dikaruniakan Allah SWT kepadanya yang dalam islam terkandung dalam asmaul husna, salah satunya adalah agama.
Agama adalah jalan utama menuju kesehatan mental, karena dalam agama ada kebuutuhan-kebutuhan jiwa manusia, kekuatan untuk mengendalikan manusia dla memenuhi kebutuhaan, serta sampai kepada kekuatan untuk menafikan pemenuhan kebuthan manusia tanpa membawa dampak psikologis yang negatif (Yahya Jaya, 2002:70).
Kesehatan mental dapat disimpulkan sebagai “akhlak yang mulia”. Oleh sebab itu, kesehatan mental didefinisikan sebagai “keadaan jiwa yang menyebabkan merasa rela (ikhlas) dan tentram ketika ia melakukan akhlak yang mulia. “Kesehatan mental menurut islam yaitu, identik dengan ibadah atau pengembangan potensi diri yang dimiliki manusia dalam rangka pengabdian kepada Allah dan agama-Nya untuk mendapatkan Al-nafs Al-muthmainnah (jiwa yang tenang dan bahagia) dengan kesempurnaan iman dalam hidupnya” (Yahya Jaya, 2002:72).
Sedangkan menurut Abdul Mujib dan Yusuf Mudzkir (2001:41) kesehatan menurut islam yang dkutip dari Musthafa fahmi, menemukan dua pola dalam mendefenisikan kesehatan mental:
Pola negatif (salaby), bahwa kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari neurosis (al-amhradh al-’ashabiyah) dan psikosis (al-amhradh al-dzihaniyah).Pola positif (ijabiy), bahwa kesehatan mental adalah kemampuan individu dalam penyesuaian terhadap diri sendiri dan terhadap lingkungan sosial.
Islam sebagai suatu agama yang bertujuan untuk membahagiakan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sudah barang tentu dalam ajaran-ajaranya memiliki konsep kesehatan mental. Begitu juga dengan kerasulan Nabi Muhammad SAW adalah bertujuan untuk mendidik dan memperbaiki dan membersihkan serta mensucikan jiwa dan akhlak.
Di dalam Al-Qur’an sebagai dasar dan sumber ajaran islam banyak ditemui ayat-ayat yang berhubungan dengan ketenangan dan kebahagiaan jiwa sebagai hal yang prinsipil dalam kesehatan mental. Ayat-ayat tersebut adalah:
Artinya: Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al-kitab dan al-hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (keadaan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (Q.S. Ali Imran: 164)
Dengan kejelasan ayat Al-Qur’an di atas dapat ditegaskan bahwa kesehatan mental (shihiyat al nafs) dalam arti yang luas adalah tujuan dari risalah Nabi Muhammad SAW diangkat jadi rasul Allah SWT, karena asas, cirri, karakteristik dan sifat dari orang yang bermental itu terkandung dalam misi dan tujuan risalahnya. Dan juga dalam hal ini Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk, obat, rahmat dan mu’jizat (pengajaran) bagi kehidupan jiwa manusia dalam menuju kebahagian dan peningkatan kualitasnya sebagai mana yang ditegaskan dalam ayat berikut:
Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Ali Imran: 104)
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah menjanjikan kemenangan kepada orang-orang yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kapada yang mungkar. Keimanan, katqwaan, amal saleh, berbuat yang makruf, dan menjauhi perbuatan keji dan mungkar faktor yang penting dalam usaha pembinaan kesehatan mental.
Artinya: Dia-lah yang telah menurunkanketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan merekabertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Fath: 4)
Ayat di atas menerangkan bahwa Allah mensifati diriNya bahwa Dia-lah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Bijaksana yang dapat memberikan ketenangan jiwa ke dalam hati orang yang beriman.
Berdasarkan kejelasan keterangan ayat-ayat Al-Qur’an diatas, maka dapat dikatakan bahwa semua misi dan tujuan dari ajaran Al-Qur’an (islam) yang berintikan kepada akidah, ibadah, syariat, akhlak dan muamalat adalah bertujuan dan berperan bagi pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan berbahagia.
Islam memiliki konsep tersendiri dan khas tentang kesehatan mental. Pandangan Islam tentang kesehatan jiwa berdasarkan atas prinsip keagamaan dan pemikiran falsafat yang terdapat dalam ajaran-ajaran Islam.Berdasarkan pandangan dan pemikiran di atas, maka dapat dikemukakan pengertian kesehatan jiwa/mental dalam Islam sebagai berikut:
Kesehatan jiwa menurut Islam adalah ibadah yang amat luas atau pengembangan dimensi dan potensi yang dimiliki manusia dalam dirinya dalam rangka pengabdian kepada Allah yang diikuti dengan perasaan amanah, tanggung jawab serta kepatuhan dan ketaatan kepada Allah dan ajaran agama-Nya, sehingga dengan demikian terwujud nafsu muthmainnah atau jiwa sakinah. (Yahya Jaya, 2002:75).
Dengan demikian kesehatan jiwa itu juga identik dengan keimanan dan ketakwaan dalam arti tazkiyat al nafs. Dari uraian yang telah dikemukakan di atas dapat ditegaskan bahwa iman dan takwa memiliki relevansi yang sangat erat sekali dengan soal kejiwaan. Iman dan takwa itulah arti psikologi dan kesehatan mental yang sesungguhnya bagi manusiadalam Islam.
E. Langkah-langkah Penelitian
Dalam penelitian ini penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menentukan Metode Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif. Hal ini mengingat karena penelitian ini bertujuan mengungkapkan data di lapangan yaitu dengan menguraikan dan menginterpretasikan sesuatu secara objektif terhadap sesuatu yang terjadi pada waktu penelitian dilakukan, dengan maksud agar memperoleh gambaran data tentang realita sosial yang sebenarnya.
“Metode ini tidak hanya terbatas pada pengumpulan data dan penyusunan data, tetapi meliputi analisa dan interpretasi data untuk memberikan suatu kesimpulan” (Ali, 1983 : 38). Adapun yang dimaksud dengan metode deskriptif pada penulisan skripsi ini diarahklan pada pengumpulan data mengenai fungsi membaca Al-Qur'ansebagai pembangun kesehatan mental. Selanjutnya data tersebut diolah atau dianalisa dan dibahas atau dijelaskan serta ditarik kesimpulannya.
2. Jenis dan Sumber Data
Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini dititik beratkan pada sumber-sumber tertulis, antara lain :
a. Sumber data primer, yakni buku Pendidikan Islam.
b. Sumber data sekunder, yakni buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan Islam yang berkenaan dengan fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang diperlukan untuk kepentingan ini adalahbook survey dengan cara menelaah dan meneliti buku yang berkaitan dengan fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental.
4. Analisis Data
Data atau keterangan tentang konsep yang akan dibahas dan diteliti yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data pada langkah kelima, dikumpulkan kemudian dianalisa dengan mempergunakan teknik sebagai berikut :
a. Deduksi, yaitu upaya untuk memperoleh kaidah-kaidah yang bersifat khusus melalui penalaran dan penganalisaan (Lexy J. Moleong, 1993: 190).
b. Induksi, yaitu upaya memperoleh kaidah-kaidah yang bersifat umum melalui penalaran dan penganalisaan terhadap kaidah-kaidah yang bersifat khusus (Lexy J. Moleong, 1993: 190).
c. Komparasi, yaitu upaya membandingkan beberapa keterangan-keterangan atau data yang diperoleh untuk mendapatkan argumentasi yang lebih kuat serta mampu memberikan kejelasan yang layak untuk dijadikan pegangan dalam penelitian ini (Lexy J. Moleong, 1993: 190).
d. Menarik kesimpulan, yaitu langkah terakhir dalam penelitian ini adalah menarik kesimpulan tentang fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental, sehingga dapat diperoleh hasil penelitian sebagai jawaban dari pada permasalahan yang dijadikan pada penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Tafsir, 2008, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Remaja Rosdakarya, Bandung.
Depag RI, 2000, Al-Qur`an dan Terjemah, Toha Putra, Semarang.
Daradjat, Zakiah, 2001, Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, Jakarta: PT. Toko Gunung Agung.
_____________, 1982, Islam dan Kesehatan Mental, Jakarta: Gunung Agung,
_____________, 1982, Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental, Jakarta: Bulan Bintang
_____________, 1983, Kesehatan Mental dalam peranannya dalam Pendidikan, Jakarta: Gunung Agung.
_____________, 1974, Pokok-Pokok Kesehatan Jiwa/Mental, 1974.
_____________, 1990, Ilmu jiwa Agama, Jakarta: Gunung Agung.
Hawari, D, 1996, Al-Quran Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa.
Hasan Langgulung, 1980, Beberapa Pemikir Tentang Islam, Bandung: Al-Ma`arif.
Kartono, Kartini dan Jenny Andari, 1989,Hygiene Mental dan Kesehatan mental,Bandung: CV. Mandar Maju.
Lexy J. Moleong, 1993, Metodologi Pendidikan Kualitatif, Remaja Rosdakarya, Bandung.
Maimunah, Hasan, 2001, Al-Quran dan Pengobatan Jiwa, Yogyakarta: Bintang Cemerlang.
Malik Badri, 1996, Tafakkur Perspektif Psikologi Islam, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Rosihan, Anwar, 2000, Ulumul Qur’an, Bandung : Seven Billah.
Yahya Jaya, 2002, Kesehatan Mental, Jakarta: Bulan Bintang.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan dan KegunaanPenelitian
D. Kerangka Pemikiran
E. Langkah-langkah Penelitian
BAB II KAJIAN TENTANG FUNGSI MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI PEMBANGUN KESEHATAN MENTAL
A. Pengertian Membaca Al-Qur’an
B. Fungsi Membaca Al-Qur’an
C. Konsep Kesehatan Mental
BAB III ANALISIS TENTANG FUNGSI MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI PEMBANGUN KESEHATAN MENTAL
A. Fungsi Membaca Al-Qur'an dalam Kehidupan Sehari-hari
B. Cara Membangun Kesehatan Mental Berdasarkan Al-Qur’an
C. Fungsi Membaca Al-Qur'an sebagai Pembangun Kesehatan Mental
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Buku pedoman penulisan skripsi
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
Bab I Proposal
Proposal merupakan usulan skripsi yang dapat disusun oleh mahasiswa paling cepat bersamaan pada saat mengikuti Metodologi Penelitian dan mata kuliah yang cukup.
A. Ketentuan dalam Penyusunan Proposal Beberapa ketentuan umum dalam proses penyusunan proposal adalah sebagai berikut:
1. Proposal terdiri atas:
a. C o v e r depan (lihat Lampiran 5).
b. Daftar Isi
c. Bab I
d. Bab II
e. Bab III, dan
f. Daftar Referensi
Catatan: ketentuan umum untuk setiap bagian proposal mengacu pada Bab IV poin D,
Bagian Isi.
2. Proposal disusun dengan memperhatikan Buku Pedoman Format Penulisan Karya Ilmiah.
3. Penyusunan proposal harus berdasarkan jurnal ilmiah/replikasi jurnal, dengan melakukan pengembangan (antara lain: variabel penelitian, obyek penelitian, tahun penelitian, metode analisis data, dll.).
4. Pemahaman mengenai teori/konsep harus jelas.
5. Penentuan dan kedalaman obyek penelitian dilakukan dengan cara memperhatikan model penelitian serta metode statistik yang digunakan dalam analisis data.
Buku Pedoman Penulisan Skripsi
B. Proses Penyusunan Proposal Alur penyusunan proposal dapat dilihat pada Gambar 1.1. Status proposal hasil r e v i e w adalah sebagai berikut:
1. Ditolak , maka mahasiswa harus menyusun proposal kembali.
2. Disetujui (OK) , proposal yang telah disetujui (status OK) langsung dilanjutkan dengan proses penyusunan skripsi, dengan terlebih dahulu mengajukan pendaftaran penyusunan skripsi untuk memperoleh Pembimbing Skripsi yang ditunjuk oleh Ketua Jurusan.
3. Disetujui dengan revisi , maka mahasiswa dengan proposal ini harus menghadap ke Pembimbing teknis yang ditunjuk untuk melakukan proses bimbingan atau revisi proposal. Bimbingan teknis ini dilaksanakan dalam rangka penyempurnaan penyusunan proposal sampai dengan mendapat status Disetujui (OK).
Bimbingan teknis proposal akan diberikan oleh Pembimbing Teknis yang ditunjuk oleh Jurusan. Apabila bimbingan teknis sudah selesai, maka Pembimbing Teknis memberikan persetujuan. Jika proposal telah disetujui, mahasiswa dapat melanjutkannya ke proses penyusunan skripsi dengan terlebih dahulu mengajukan pendaftaran penyusunan skripsi untuk memperoleh Pembimbing Skripsi yang ditunjuk oleh Ketua Jurusan.
Dokumen yang diperlukan untuk persyaratan administratif Pendaftaran Skripsi:
1. Proposal yang telah disetujui (OK)
2. Surat Penunjukan Pembimbing
3. Fotocopy Transkrip terakhir
4. Kartu rencana Stusi (KRS) yang memuat mata kuliah Skripsi.
Mahasiswa pendaftar skripsi yang memenuhi kriteria akan memperoleh Pembimbing Skripsi melalui Surat Penunjukkan Pembimbing Skripsi dari Ketua Jurusan. Proses selanjutnya adalah bimbingan skripsi.
Bab II Definisi dan Tujuan Skripsi
A. Definisi Skripsi Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian yang membahas masalah dalam bidang ilmu sesuai pada jurusan yang sedang ditempuh dengan menggunakan kaidah yang berlaku. Skripsi disusun oleh mahasiswa/i di bawah pengawasan dosen pembimbing untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar sarjana (strata 1) pada lingkungan Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Yos Sudarso Purwokerto.
B. Ruang lingkup Skripsi
P e n e l i t i a n d a s a r Yaitu penelitian murni terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian ini dilakukan dengan i n t e ll e c t u a l r e a s o n i n g yang mendasarkan diri atas keinginan untuk mengetahui semata-mata dan tidak langsung mempunyai kegunaan praktis.
P e n e l i t i a n t e r a p a n Yaitu penelitian yang menggunakan
p r a c t i c a l r e a s o n i n g untuk menjawab sesuatu masalah yang timbul pada suatu ketika, agar dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik. Hasil penelitian tidak harus sebagai satu penemuan baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian terdahulu.
P e n e l i t i a n K o r e l a s i o n a l Adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dari suatu fenomena, dan kalau ada berapa besar derajat hubungannya, antara beberapa variabel yang diteliti, walaupun tidak dapat diketahui apakah hubungan tersebut adalah hubungan sebab akibat ataupun bukan.
P e n e l i t i a n K a u s a l K o m p a r a t i f Adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan sebab akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada, kemudian mencari kembali faktor yang diduga menjadi penyebabnya, melalui pengumpulan data dengan melakukan perbandingan di antara data-data yang terkumpul/diteliti.
P e n e l i t i a n E k s p e r i m e n t a l Adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya hubungan sebab akibat dengan cara memberikan satu atau lebih perlakuan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Penelitian ini bertujuan pula untuk menjelaskan sebab-sebab berlangsungnya suatu proses akibat, serta efek-efek dari suatu kondisi tertentu.
P e n e l i t i a n A n a l i t i s Adalah suatu penelitian yang menganalisis data yang mengarah kepada suatu kesimpulan suatu populasi, bersifat inferensial. Berdasarkan dari sample digeneralasisasi menuju ke data populasi.
C. Tujuan Skripsi Tugas penyusunan skripsi dilaksanakan dengan tujuan agar:
1. Mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmu yang ditempuh. 2. Mahasiswa mampu melakukan penelitian mulai dari merumuskan masalah, mengolah data, mengumpulkan data, menganalisis, menarik suatu kesimpulan.
3. Membantu mahasiswa menyampaikan, menggunakan, mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh menjadi suatu sistem yang terpadu untuk pengembangan ilmu.
Bab III Prosedur Penyusunan Skripsi
2.1 Persyaratan Akademik
1. Mahasiswa telah menyelesaikan 120 sks (dengan ketentuan bahwa mata kuliah keahlian mendapatkan nilai minimal C dan maksimal nilai D adalah 4 mata kuliah).
2. Indeks Prestasi Kumulatifnya > 2.
3. Pernah/sedang mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian
2.2 Persyaratan Administrasi
1. Menyerahkan fotokopi transkrip akademik terakhir.
2. Melampirkan fotokopi KRS semester berjalan.
3. Menyelesaikan administrasi keuangan semester berjalan.
2.3 Peraturan Pendaftaran Bimbingan Skripsi
1. Skripsi dilaksanakan secara perorangan, oleh karena itu pada waktu pendaftaran, mahasiswa harus mengisi mata kuliah skripsi pada KRS.
2. Mahasiswa wajib menghadiri b r i e f i n g skripsi yang diselenggarakan oleh jurusan. Pada saat b r i e f i n g tersebut mahasiswa dianjurkan sudah membawa topik (baik yang sudah diseminarkan di mata kuliah metodologi penelitian maupun topik baru) untuk dikonsultasikan dengan Ketua/Sekretaris Jurusan.
3. Apabila topik telah diperoleh, maka mahasiswa dapat menuliskannya ke dalam Proposal Skripsi yang berisi antara lain: Latar Belakang Penelitian, Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penulisan Skripsi, Metodologi Penelitian, Daftar Isi Sementara, dan Kerangka Teoretis (Daftar isi proposal skripsi dilampirkan di dalam buku panduan ini).
4. Proposal skripsi diserahkan kepada Ketua/Sekretaris Jurusan, sesuai dengan jadwal yang ditentukan pada waktu mendapatkan b r i e f i n g Skripsi.
2.4 Penentuan Dosen Pembimbing Skripsi
1. Proposal yang diajukan dipertimbangkan kelayakannya oleh Ketua/Sekretaris Jurusan. Apabila dinilai layak maka akan dibuat surat penunjukan pembimbing. Namun apabila dinyatakan belum layak, maka mahasiswa skripsi diwajibkan untuk memperbaiki proposalnya, dan mengulangi kembali proses pengajuannya.
2. Batas Judul Skripsi dan Penunjukan Pembimbing berlaku maksimum selama 2 (dua) semester , terhitung sejak penunjukan pembimbing. Lewat dari batas waktu tersebut, mahasiswa harus mengikuti proses 1 dan 2 kembali dan mengganti topik skripsinya.
2.5 Proses Bimbingan Skripsi
1. Mahasiswa diharuskan mengadakan/menyusun skripsi secara individu, yaitu setiap orang menyusun satu skripsi.
2. Menyusun Skripsi secara mandiri serta melalui konsultasi dengan dosen pembimbing yang ditunjuk.
3. Konsultasi dengan dosen pembimbing minimal harus 8 kali.
4. Mahasiswa harus menggunakan kartu konsultasi selama pembimbingan berlangsung. Setiap kali konsultasi, dosen pembimbing menuliskan uraian hasil konsultasi pada kolom yang telah disediakan dan menandatanganinya.
5. Jika dosen pembimbing sulit untuk ditemui, diharapkan mahasiswa dapat mendiskusikan terlebih dahulu jadwal konsultasi yang dikehendaki dengan dosenpembimbing yang ditunjuk. Jadwal konsultasi diatur bersama antara mahasiswa dengan dosen pembimbing.
6. Apabila menurut pembimbing skripsi sudah layak dikatakan selesai, dan layak diujikan, maka pembimbing akan menandatangani Lembar Pengesahan S o f t c o v e r.
7. Mahasiswa akan menjilid skripsinya dengan s o f t c o v e r dan mengajukan permohonan sidang skripsi ke BAAK dengan memperhatikan persyaratan berkas yang tertera pada formulir “Pendaftaran Sidang Skripsi”.
8. Setelah skripsi selesai disusun, mahasiswa wajib membuat s o f t c o v e r Skripsi sebanyak 3 (tiga) rangkap dan mengumpulkannya ke BAAK untuk didaftarkan dan dijadwalkan sidang skripsi dan ujian komprehensif teori (komprehensif teori khusus untuk Jurusan Manajemen, Akuntansi dan Sistem Informasi). 9. Warna sampul s o f t c o v e r skripsi diatur oleh masing-masing jurusan.
2.6 Pengumpulan S o f t c o v e r Skripsi
1. Untuk batas waktu pengumpulan Skripsi dibahas pada saat b r i e f i n g berlangsung. Ketua Jurusan akan mengeluarkan pengumuman jadwal d e a d li n e melalui BAAK) Jika batas waktu ini dilewati maka mahasiswa wajib memperpanjang masa penulisan skripsinya (dengan mendaftarkan mata kuliah Skripsi pada pengisian KRS).
2. Jika mahasiswa gagal menyelesaikan Skripsi selama 2 (dua) semester bimbingan terhitung sejak penunjukan pembimbing, maka mahasiswa harus mengulang dari langkah 2.1 untuk semester berikut dan menggganti topik.
3. Bagi mahasiswa yang tidak menyelesaikan Skripsi pada semester berjalan, harus melakukan perpanjangan dengan membayar uang kuliah Pokok dan uang kuliah Variabel untuk mata kuliah skripsi pada semester berikutnya.
2.7 Langkah-langkah Penyelesaian H a r d c o v e r
1. Penilaian yang diberikan oleh penguji sidang skripsi dimasukkan pada lembar penilaian dan diserahkan kepada ketua sidang. Ketua Sidang akan menyerahkan seluruh berkas ( s o f t c o v e r skripsi dan rangkuman nilai) ke BAAK, termasuk Berita Acara Sidang. Di dalam Berita Acara Sidang akan terdapat lampiran yang berisi catatan-catatan dari penguji untuk menjadi perbaikan bagi skripsi mahasiswa sebelum skripsi tersebut dijilid dengan h a r d c o v e r .
2. Mahasiswa akan memperbaiki skripsi berdasarkan catatan dari hasil penguji.
3. Sebelum dijilid dalam bentuk h a r d c o v e r , mahasiswa harus memperoleh persetujuan dari pembimbing melalui formulir Lembar Pengesahan untuk penjilidan H a r d c o v e r .
4. Mahasiswa akan menyerahkan 4 eksemplar skripsi h a r d c o v e r ke BAAK. 5. BAAK akan memberikan stempel, mengembalikan laporan asli ke mahasiswa kemudian mendistribusikan ke Perpustakaan, Pembimbing dan Jurusan.
Bab IV Skripsi
Secara umum skripsi terdiri atas tiga bagian, yaitu Bagian Awal, Bagian Isi, dan Bagian Akhir. A. Bagian Awal. Bagian awal skripsi terdiri dari:
1. Halaman Judul (Lampiran )
2. Halaman Persetujuan dan Pengesahan Skripsi (Lampiran )
3. Kata Pengantar
4. Abstrak
5. Daftar Isi
6. Daftar Tabel
7. Daftar Gambar
8. Daftar Lampiran
B. Bagian Isi. Bagian isi skripsi terdiri dari:
1. Pendahuluan, yang memuat latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika pembahasan.
2. Tinjauan Pustaka dan Pengembangan Hipotesis (jika diperlukan)
3. Metodologi Penelitian
4. Analisis dan Pembahasan
5. Penutup, terdiri atas, kesimpulan, keterbatasan dan rekomendasi.
C. Bagian Akhir. Bagian akhir skripsi terdiri dari:
1. Daftar Referensi
2. Lampiran
D. Ketentuan Umum. Ketentuan umum tata cara penulisan yang harus diperhatikan untuk setiap bagian skripsi adalah sebagai berikut:
1. Bagian Awal a. Halaman Judul , terdiri dari halaman judul bagian terluar ( h a r d c o v e r ) dan halaman judul bagian dalam (Lampiran ). Halaman judul memuat:
1. Judul disajikan dalam bentuk piramida terbalik, dibuat singkat, jelas dan tepat yang menunjukkan:
2. Maksud dibuatnya skripsi adalah untuk memenuhi sebagian dari syarat- syarat guna mencapai gelar sarjana.
3. Nama mahasiswa disajikan dengan lengkap tanpa singkatan. Di bawah nama diketik NIM.
4. Lambang STIK Yos Sudarso dengan ukuran 4 cm x 3,5 cm dan titik tengahnya terletak diantara NIM mahasiswa dengan baris nama jurusan.
5. Instansi yang dituju adalah S-1 Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Yos Sudarso 6. Tahun penulisan adalah tahun lulus ujian skripsi. b. Lembar Persetujuan Skripsi , halaman ini ditandatangi oleh Pembimbing Skripsi untuk menyatakan bahwa skripsi tersebut telah siap untuk diuji (lihat Lampiran ).
c. Lembar Pengesahan Skripsi . Tanggal yang dicantumkan adalah tanggal pengesahan skripsi. d. Kata Pengantar , berisi uraian singkat tentang maksud penyusunan skripsi dan ucapan terima kasih serta penghargaan kepada pihak yang telah membantu dalam penelitian (minimal kepada: orang tua, Ketua Jurusan, Pembimbing Skripsi, dan lain sebagainya). e. Abstrak/Sinopsis , merupakan bagian dari laporan penelitian. Abstrak ditulis dengan spasi tunggal (1 spasi) dan menggunakan bahasa Indonesia. Maksimum penulisan 1 halaman (200 kata/25 baris). Penulisan abstrak diikuti minimal 4 kata kunci ( k e y w o r d ) untuk memudahkan penyusunan bibliografi atau a b s t r a c t d a t a b a s e .
Abstrak terdiri dari:
1. Paragraf pertama memberikan informasi secara ringkas mengenai tujuan penelitian termasuk alas an pokok dan tujuan khusus dari penelitian,
2. Paragraf kedua memberikan informasi mengenai metodologi penelitian (obyek penelitian, pemilihan sample, pengumpulan, dan analisis data);
3. Paragraf ketiga memberikan informasi tentang kesimpulan yang disusun berdasarkan hasil data. f. Daftar Isi , memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai isi skripsi dan bertujuan untuk memudahkan pembaca mengerti alur isi skripsi serta memudahkan pembaca mengetahui/mencari dengan cepat letak suatu pokok bahasan/bab/sub bab. Daftar isi memuat: urutan bab dan sub bab disertai nomor halamannya masing-masing dan kerangka dari keseluruhan skripsi. g. Daftar Tabel , merupakan daftar yang memuat nomor dan judul gambar beserta nomor halamannya secara teratur berdasarkan nomor gambar. h. Daftar Lampiran , merupakan daftar yang memuat urutan judul lampiran beserta nomor halamannya secara teratur berdasarkan nomor lampiran, dan halaman.
2. Bagian Isi a. Pendahuluan , terdiri dari:
1. Latar Belakang Penelitian , pembahasan dimulai dengan uraian mengenai arti pentingnya penelitian ini dilakukan, alasan pemilihan judul, serta hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang melandasi topik penelitian. Selanjutnya uraian bagian ini diarahkan untuk mencari jawaban atas pertanyaan: i. Apakah penelitian yang akan diajukan merupakan penelitian terapan ( a p p li e d r e s e a r c h )? ii. Jika merupakan penelitian dasar ( b a s i c r e s e a r c h ) bagaimana kaitan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya? iii. Mengapa penelitian yang sedang dilakukan merupakan replika (pengulangan) dari penelitian sebelumnya? iv. Merupakan perluasan/pengembangan dari penelitian sebelumnya, sebutkan dalam hal apa dan apa perlunya?
2. Masalah Penelitian , merupakan rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti secara jelas dan diuji melalui mengumpulan dan analisis data. Batasan atau asumsi yang digunakan dalam penelitian dikemukakan di bagian ini. Rumusan masalah harus spesifik dan tidak terlalu umum. Misalnya, i. “motivasi” (terlalu umum), lebih tepat jika menggunakan “motivasi kerja” (lebih fokus), atau ii. “rasio keuangan” (terlalu umum), lebih tepat jika menggunakan “rasio likuiditas atau solvabilitas”.
3. Tujuan dan Manfaat Penelitian , sesuai dengan masalah penelitian yang dirumuskan, dijelaskan tujuan yang hendak di capai dari penelitian. Kemudian diuraikan manfaat atau kontribusi apa yang diberikan oleh hasil penelitian tersebut, baik dari aspek teoritis maupun aspek praktisnya.
4. Sistematika Pembahasan , memuat sitematika yang direncanakan untuk penulisan skripsi.
b. Kerangka teoritis dan Perumusan Hipotesis , terdiri atas:
1. Kerangka Teoritis , berisi rincian hasil penelitian sebelumnya dan teori-teori yang ada hubungannya dengan masalah penelitian. Pembahasan bagian ini difokuskan pada satu atau lebih teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan masalah penelitian. Kerangka toritis untuk memecahkan masalah penelitian dengan menggambarkan variabel dan hubungan variabel penelitian. Selain itu juga kerangka teoritis ditujukan untuk menjadi landasan dalam pengembangan model penelitian dan perumusan hipoteis.
2. Model Penelitian , merupakan gambar yang mengungkapkan hubungan antar variabel penelitian.
3. Perumusan Hipotesis , adalah jawaban sementara terhadap permasalahan yang diteliti dan kebenarannya perlu diuji secara empiris. Hipotesis diperlukan untuk penelitian korelasional, kausal komparatif, eksperimental dan sebagian deskriptif. Hipotesis yang baik harus memenuhi kriteria berikut ini (Indriantoro dan Supomo, 1999):
i. Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian.
ii. Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris.
iii. Berupa pernytaan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat dibanding dnegan hipotesis rivalnya.
iv. Rumusan hipotesis dapat dinyatakan dalam salah satu dari berbagai bentuk hipotesis berikut ini:
Pernyataan “jika-maka” ( i f - t h e n s t a t e m e n t ) atau proposisi. Contoh: Jika karyawan mengalami tekanan dalam bekerja yang lebih rendah, maka mereka akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih tinggi.
Hipotesis null ( n u ll h y p o t h e s i s ). Contoh: Tidak terdapat perbedaan signifikan antara persepsi akuntan dan mahasiswa terhadap etika bisnis, atau H0:µ0=µM atau H0: µ0-µM=0 Tidak terdapat pengaruh usia terhadap kepuasan kerja H0:ñ=0
Hipotesis alternatif ( a l t e r n a t i v e h y p o t h e s i s ). Contoh: Terdapat perbedaan signifikan antara persepsi akuntan dan mahasiswa terhadap etika bisnis, atau HA:µA
‚µM atau H0: µA-µM
‚0 Usia mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja HA:ƒÏ
‚0
c. Metodologi Penelitian , terdiri atas:
a) Rancangan penelitian , disusun berdasarkan karakteristik masalah atau tujuan penelitian. Misalnya untuk penelitian korelasional, rancangan penelitian menjelaskan struktur penelitian yang menggambarkan hubungan antar variabel penelitian.
b) Obyek penelitian , bagian ini menjelaskan obyek penelitian beserta karakteristik, unit analisi, horizon waktu penelitian dan metode pengambilan sampel yang digunakan.
c) Definisi operasional variabel dan pengukurannya , menguraikan tentang penentuan c o n s t r u c t sehingga menjadi variable yang dapat diukur. Definisi operasional variable menjelaskan tipe-tipe variable yang dapat diklasifikasikan beradasarkan fungsi variable dalam hubungan antar variabel serta skala pengukuran variabel yang digunakan.
d) Teknik pengumpulan data , berisi uraian data-data yang digunakan dan disebutkan jenis data penelitian, data primer atau data sekunser serta bagaimana cara memperoleh data tersebut.
e) Uji kualitas data , berisi uraian tentang metode dan batasan yang digunakan dalam uji kualitas data penelitian yang meliputi:
a. Uji normalitas, untuk data primer dan sekunder.
b. Uji o u t li e r , dilakukan jika data tidak terdistribusi secara normal.
c. Uji reliabilitas dan validitas, untuk data primer.
f) Metode analisis data , menguraikan tentang metode statistik yang digunakan dalam pengujian hipotesis beserta batasan- batasannya untuk dasar pengambilan keputusan menolak/tidak berhasil menolak ( r e j e c t / f a il t o r e j e c t ) hipotesis penelitian.
g) Analisis statistik kualitatif, menggunakan statistik deskriptif.
h) Pada sub bahasan ini menjelaskan pula mengenai uji asumsi klasik (uji autokorelasi, multikolinieritas dan heteroskedastisitas), untuk pengujian hipotesis dengan metode linier/ANOVA/MANOVA.
i) Analisis kuantitatif, dengan menggunakan statistik inferensi (parametric dan non-parametrik). Pemilihan metode statistik dipengaruhi oleh tujuan penelitian, jenis data juga tipe skala pengukuran variabel yang digunakan.
d. Analisis dan Pembahasan, merupakan bagian dari uraian hasil proses pengujian data setalah tahap pemilihan dan pengumpulan data penelitian.
Analisis dan pembahasan minimal terdiri dari 3 bagian, yaitu:
a) Statistik deskriptif, memuat deskripsi statistik mengenai variabel atau sample penelitian dan demografi responden (ukuran frekuensi, tendensi sentral dan dispersi).
b) Hasil uji kualitas data, misalnya terdiri dari hasil uji reliabilitas, uji validitas, uji normalitas data, uji o u t li e r , dan seterusnya.
c) Pengujian hipotesis, dibahas kensekuensi hasil pengujian yang menolak atau tidak berhasil menolak hipotesis penelitian, dan membandingkannya dengan hasil penelitian sebelumnya.
3. Penutup
a. Kesimpulan , memuat rangkuman hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya untuk menjawab masalah penelitian. Kesimpulan penelitian dibuatkan rujukan kepada beberapa penelitian sebelumnya, apakah hasil penelitian tersebut konsisten atau tidak dengan hasil penelitian sebelumnya.
b. Keterbatasan , merupakan bagian yang mengemukakan kelemahan penelitian, mungkin mempengaruhi hasil penelitian. Misalnya kelemahan penentuan kerangka sample atau s e t t i n g penelitian.
c. Rekomendasi , berisi masukan untuk penelitian selanjutnya yang menggunakan topik sejenis. Rekomendasi pada penelitian berupa saran pembuatan kebijakan atau penentuan tindakan yang akan dilakukan pada penelitian serupa di masa datang untuk mengatasi keterbatasan penelitian.
Bagian Akhir Daftar Referensi , memuat referensi yang diacu dan dibaca langsung dalam menyusun penelitian dan disajikan menurut abjad nama penulis tanpa nomor urut. Penulisan referensi bisa dilihat pada Buku Pedoman Format Penulisan Karya Ilmiah .
Bab V Susunan Isi Skripsi
1. Paradigma kuantitatif
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Permasalahan Penelitian
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4 Sistematika Penulisan
Bab II Kerangka Teoretis dan Perumusan Hipotesis
Bab III Metode Penelitian
3.1 Rancangan Penelitian
3.2 Obyek Penelitian
3.3 Definisi Operasional Variabel
3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.5 Metode Analisis Data
Bab IV Analisis dan Pembahasan
4.1 Statistik Deskriptif
4.2 Uji Kualitas Data
4.3 Pengujian Hipotesis
Bab V Kesimpulan, Keterbatasan dan Rekomendasi
5.1 Kesimpulan
5.2 Keterbatasan
5.3 Rekomendasi
Penjelasan : JUDUL Judul penelitian harus memiliki ciri-ciri :
1. Secara konkrit mendeskripsikan masalah yang dikaji.
2. Harus dipilih sesuai dengan isi, jangan menyimpang dari isi, sederhana tapi tepat, singkat dan jelas.
BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan bagian dari isi skripsi yang memuat 4 aspek: (
1) Latar belakang yang menjadi motivasi peneliti untuk melakukan penelitian.
(2) Rumusan masalah penelitian,
(3) Tujuan dan manfaat penelitian dan
(4) Sistematika penulisan. Pembahasan dalam bagian ini, dimulai dengan uraian yang cukup mengenai arti pentingnya penelitian dan alasan pemilihan bidang masalah dan topik yang diteliti. Peneliti harus memberikan rumusan masalah yang jelas, batasan-batasan dan asumsi-asumsi yang jelas, serta tujuan dan manfaat yang akan didapatkan dari penelitian tersebut baik dari aspek teoretis maupun dari aspek praktis.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bagian ini memuat konsep-konsep teoretis yang digunakan sebagai kerangka atau landasan untuk menjawab masalah penelitian. Pembahasan pada bagian ini, difokuskan pada literatur-literatur yang membahas konsep teoretis yang relevan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Untuk penelitian korelasional, kausal komparatif, dan eksperimental maka hipotesis diperlukan sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan yang diteliti dan kebenarannya perlu diuji secara empiris. Tidak semua penelitian harus mengembangkan dan merumuskan hipotesis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN a. Rancangan Penelitian Menjelaskan jenis penelitian, apakah merupakan penelitian kausal komparatif, atau korelasional, atau berupa penelitian observasi. b. Obyek Penelitian Menjelaskan obyek penelitian, unit analisis dan horison waktu penelitian. c. Definisi Operasional Variabel Definisi operasional adalah penentuan c o n s t r u c t sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Definisi operasional variabel menjelaskan tipe-tipe variabel yang dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi variabel dalam hubungan antar variabel serta skala pengukuran yang digunakan. d. Teknik Pengumpulan Data Sumber data penelitian terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli. Metode yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data primer adalah metode survei (wawancara atau kuesioner) dan metode observasi. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara. Berdasarkan sumbernya, data sekunder dapat diklasifikasikan menjadi data internal dan data eksternal.
e. Metode Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan cara:
Analisis kualitatif, misalnya berupa analisis komparatif dan deskriptif
Analisis kuantitatif, dengan menggunakan statistik deskriptif, statistik parametrik dan statistik non-parametrik. Pemilihan metode statistik dipengaruhi oleh tipe skala pengukuran yang digunakan untuk menentukan pemilihan metode parametrik dan non-parametrik.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis data penelitian merupakan bagian dari proses pengujian data setelah tahap pemilihan dan pengumpulan data penelitian.
Analisis dan pembahasan terdiri dari 3 bagian, yaitu:
a. Statistik deskriptif, memuat deskripsi statistik mengenai sampel penelitian dan demografi responden (ukuran frekuensi, tendensi sentral dan dispersi)
b. Uji kualitas data, terdiri dari uji reliabilitas dan uji validitas
c. Pengujian hipotesis Pada bagian ini dibahas konsekuensi hasil pengujian yang menolak atau menerima hipotesis, dan membandingkan hasil pengujian dengan hasil pengujian penelitian sebelumnya.
BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN REKOMENDASI
a. Kesimpulan, memuat pendapat singkat peneliti berdasarkan hasil dan pembahasan pada bagian sebelumnya. Berdasarkan kesimpulan yang dibuat, peneliti dapat membuat rujukan pada beberapa penelitian sebelumnya apakah hasil penelitian tersebut mendukung atau menolak hasil penelitian yang dibuat.
b. Keterbatasan, merupakan bagian dari isi skripsi yang mengemukakan kelemahan- kelemahan yang disadari peneliti yang kemungkinan akan mempengaruhi hasil penelitian tersebut.
c. Rekomendasi, berisi masukan untuk penelitian selanjutnya yang menggunakan topik sejenis dengan penelitian yang dilakukan.
Bab VI Tata Laksana Sidang Skripsi 6.1 Pendahuluan
1. STIK Yos Sudarso mewajibkan setiap mahasiswanya untuk menulis karya ilmiah pada akhir dari jenjang studinya, untuk jenjang S1, karya ilmiah tersebut dinamakan Skripsi.
2. Adapun pokok yang diujikan mencakup dua hal penting yaitu pertama, keaslian dari karya ilmiah yang ditulis, dimana karya ilmiah tersebut tidak boleh berisi plagiat (pencurian) karya orang lain dan yang kedua, kemampuan ilmiah dari mahasiswa baik dari materi serta tata cara penulisan maupun penguasaan mahasiswa terhadap apa yang dituliskan dalam karya ilmiah tersebut.
6.2 Ketentuan Umum
1. Mahasiswa harus bertanggung jawab penuh terhadap karya ilmiah yang diajukan dalam Sidang Skripsi.
2. Nilai akhir yang telah diputuskan oleh Ketua Tim Penguji adalah mutlak.
3. Mahasiswa dapat dinyatakan tidak lulus bila nilai akhir yang dicapainya tidak memenuhi syarat kelulusan.
4. Pengecekan perbaikan Skripsi dan persetujuan akan dilakukan oleh Pembimbing setelah mahasiswa melakukan perbaikan sesuai hasil keputusan sidang.
6.3 Tata Tertib Sidang: Mahasiswa yang Diuji
1. Harus hadir di sekitar ruang sidang minimal 15 menit sebelum sidang dimulai.
2. Mahasiswa peserta diwajibkan memakai kemeja lengan panjang, celana kain panjang.
3. Menerima hasil keputusan dewan penguji secara mutlak.
4. Materi presentasi harus dibuat dalam bentuk P o w e r P o i n t S li d e s atau sejenisnya.
Bab VII Berkas Pengumpulan Hardcover
a. Jilid h a r d c o v e r dengan urutan sebagai berikut:
• Cover luar
• Judul dalam
• Halaman persetujuan h a r d c o v e r (foto copy)
• Halaman Abstrak
• Kata Pengantar
• Daftar Isi
• Daftar Tabel (jika ada)
• Daftar Gambar (jika ada)
• Daftar Lampiran
• Isi Skripsi sama seperti s o f t c o v e r (Bab 1 – 5)
• Daftar Pustaka
• Lampiran-lampiran b. 1 (satu) s o f t c o p y dari Skripsi dalam bentuk CD ROM.
Share
Popular Posts
cara pembuatan proposal skripsi Yang Benar
cara pembuatan proposal skripsi Yang Benar PROPOSAL SKRIPSI PENGANTAR Skripsi merupakan karya tulis ilmiah laporan hasil perancan...
Cara Penulisan Footnote, Ibid, Op.Cit, Loc. Cit Yang Benar
Cara Penulisan Footnote, Ibid, Op.Cit, Loc. Cit Yang Benar Footnote (catatan kaki) adalah catatan di kaki halaman untuk menyatakan sumber...
Contoh Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian Skripsi Pai
Contoh Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian Skripsi Pai Tujuan yang ingin dicapai dalam pembahasan ini adalah: 1. Mengetahui sitem...
Pertanyaan Umum Paling Sering Di Sidang Skripsi
Pertanyaan Umum Paling Sering Di Sidang Skripsi inilah beberapa pertanyaan yang paling umum ada dalam setiap sidang skripsi deimanapun ...
Kumpulan Judul dan Skripsi PAI Tarbiyah Volume 6
Kumpulan Judul dan Skripsi PAI Tarbiyah Volume 6 Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada kawan kawan baik dari mahasiswa ataupun hun...
Contoh KESIMPULAN DAN SARAN yang benar
Contoh KESIMPULAN DAN SARAN yang benar A. Kesimpulan Dari hasil pelaksanaan magang yang dilaksanakan di Rumah Sakit TK. II Pelamonia Ma...
Kumpulan Judul dan Skripsi PAI Tarbiyah Volume 1
Kumpulan Judul dan Skripsi PAI Tarbiyah Volume 1 Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada kawan kawan baik dari mahasiswa ataupun hun...
Pengeritan metode demonstrasi manfaat tujuan kelebihan kekurangan
Pengeritan metode demonstrasi manfaat tujuan kelebihan kekurangan A. Pengertian Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah sua...
Contoh Proposal Skripsi Pendidikan Agama Islam
Pengaruh Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaanterhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Pemalang Tahun Ajaran 2011/2012
I. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini, perkembangan teknologi sangat cepat dan sulit terbendung lagi, termasuk salah satunya adalah teknologi komunikasi dan informasi. Dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, orang dapat bertukar informasi antarkota, antar negara, bahkan antar benua sekalipun.
Dengan menggunakan internet, seseorang dapat mencari informasi yang ia butuhkan, misalnya informasi tentang sekolah, beasiswa, bisnis, pemerintah, berita terbaru, film terbaru, dan permainan (game). Tidak hanya itu, banyak hal lain yang dapat dilakukan melalui internet. Yang pasti internet menawarkan dirinya sebagai sumber informasi, alat komunikasi dan hiburan bagi penggunanya.
Teknologi internet telah hadir dan berkembang di tanah air dalam sepuluh tahun terakhir ini. Kehadiran internet ternyata cukup menarik minat berbagai kalangan masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah pertumbuhan pengguna internet yang secara mengesankan terus meningkat dari waktu ke waktu. Demikian juga, jasa layanan internet bagi publik hadir secara meluas.
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Material, meliputi buku-buku, papan tulis, fotografi, slide dan film, audio dan video. Fasilitas dan perlengkapan, terdiri dari ruang kelas, perlengkapan audio visual, juga komputer. Prosedur, meliputi jadwal, metode penyampaian informasi, praktek belajar, ujian dan sebagainya.[3]
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaranya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai oleh anak didik secara tuntas. Ini merupakan masalah yang cukup sulit yang dirasakan oleh guru. Kesulitan itu dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikanya, tetapi mereka juga sebagai makhluk sosial dengan latar belakang yang berlainan. Paling sedikit ada tiga aspek yang membedakan anak didik yang satu dengan yang lainya, yaitu aspek intelektual, psikologis, dan biologis.[4]
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar mengajar mempunyai arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.
Banyak siswa dalam dunia pendidikan yang menggunakan internet untuk membantu mereka dalam belajar. Baik mencari informasi yang terkait dengan matapelajaran yang terkait ataupun info-info lain yang bisa menambah wawasan siswa menjadi lebih luas lagi.
Perkembangan internet di Indonesia memang seperti tidak terduga sebelumnya. Beberapa tahun yang lalu internet hanya dikenal sebagian kecil orang yang mempunyai minat di bidang komputer. Namun, dalam tahun-tahun terakhir ini penggunaan jasa internet meningkat secara sangat pesat.
Bahkan mayoritas sekarang sudah menggunakan internet, baik dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua memanfaatkan adanya internet. Begitupun di SMA N 3 Pemalang dimana hampir keseluruhan siswa-siswinya menggunakan internet. Hal tersebut juga didukung dengan adanya area hosphot. Dengan adanya fasilitas hosphot akan memudahkan siswa-siswi dalam mencari materi pelajaran yang diajarkan oleh guru dan juga untuk media membaca dan belajar dalam menambah wawasan.
Untuk menunjang proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam guru juga melibatkan internet. Dimana siswa-siswi disuruh untuk membuka situs keagamaan yang terkait dengan materi Pendidikan Agama Islam. Karena diharapkan akan mempermudah siswa-siswi dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan akan memperoleh prestasi hasil belajar yang baik dan maksimal.
Berpijak dari asumsi maupun gambaran yang telah diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut yang tertuang dalam judul “Pengaruh Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Pemalang Tahun Ajaran 2011/2012”.
II. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dikemukakan permasalahannya sebagai berikut :
1. Bagaimana intensitas pemanfaatan situs keagamaan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang Tahun Ajaran 2011/2012?
2. Bagaimana prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang Tahun Ajaran 2011/2012?
3. Bagaimana pengaruh intensitas pemanfaatan situs keagamaan terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang Tahun Ajaran 2011/2012?
III. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui intensitas pemanfaatan situs keagamaan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang.
2. Untuk mengetahui prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang.
3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh intensitas pemanfaatan situs keagamaan terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang.
Sedangkan manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi penulis merupakan bentuk pengalaman yang sangat berharga guna menambah wawasan dam profesionalisme.
2. Dapat memberi gambaran yang nyata tentang intensitas pemanfaatan situs keagamaan dalam proses pembelajaran di SMA N 3 Pemalang.
3. Bagi sekolah, khususnya bagi kepala sekolah SMA N 3 Pemalang merupakan bahan laporan atau sebagai pedoman dalam mengambil kebijakan-kebijakan tentang proses belajar mengajar di SMA N 3 Pemalang, yang terkait dengan pemanfaatan situs keagamaan dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa.
4. Hasil dari penelitian ini sedikit banyak menyadarkan siswa akan pentingnya pemanfaatan situs keagamaan untuk menunjang pembelajaran sehingga akan memperoleh hasil belajar yang maksimal.
5. Bagi pihak orang tua menambah motivasi dalam usaha meningkatkan pendidikan keagamaan anak. Khususnya kerja sama orang tua dan sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam anaknya sehingga tercapai tujuan pendidikan dalam keluarga dan sekolah.
6. Penelitian ini sebagai bagian dari usaha untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di Fakultas Tarbiyah umumnya, dan jurusan Pendidikan Agama Islam khususnya.
IV. Kajian Pustaka
Skripsi Suharti (NIM: 3505042) mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang tahun 2007, yang berjudul: Pengaruh Media Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di MI Gempol Sewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2006-2007.
Dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan, hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa MI Gempol Sewu kecamatan Rowosari kabupaten Kendal tahun pelajaran 2006/2007.
Hasil tersebut diketahui dari perhitungan analisis regresi linier sederhana. Diketahui nilai koefisien regresi variabel X dan Y sebesar 19,507 dan dikonsultasikan dengan taraf signifikansi untuk standar penelitian sosial yaitu 5% untuk db 1 : 38 N = 40 ternyata sebesar 4,10 sedang untuk taraf signifikansi 1% untuk db = 38 ternyata sebesar 7,35. Dengan demikian = 19,507 lebih besar dari sebesar 4,10 maupun 7,35 dan terbukti kebenarannya, yaitu hipotesis penulis yang diajukan bahwa media pembelajaran berpengaruh positif terhadap prestasi belajar pendidikan agama Islam di MI Gempol Sewu kecamatan Rowosari kabupaten Kendal tahun pelajaran 2006-2007 diterima dan signifikan. [6]
Skripsi Mohammad Sholeh (NIM : 3505020) mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang tahun 2006, yang berjudul: Pengaruh Penggunaan Alat Peraga terhadap Prestasi Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Kelas VI SD N Sawah Besar 03 Gayamsari Semarang Tahun Ajaran 2006/2007.
Pada penelitian ini menggunakan analisis regresi satu predictor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penggunaan alat peraga pendidikan agama Islam tahun pelajaran 2006/2007 cukup, hal ini dibuktikan oleh hasil angket siswa menunjukkan angka 41 sampai dengan 49 dengan rata-rata 44,60; 2) prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa kelas VI SDN Sawah Besar 03 Gayamsari Semarang tahun ajaran 2006/2007 cukup, hal ini dibuktikan dengan hasil belajar yang menunjukkan angka 60 terendah dan 80 tertinggi dengan rata-rat 72,40; dan 3) tidak terdapat hubungan positif antar pemanfaatan alat peraga dengan prestasi belajar siswa kelas VI SDN Sawah Besar 03 Gayamsari Semarang tahun ajaran 2006/2007, ditunjukkan oleh lebih besar dari , = 1,086 sedangkan = 4,15 pada taraf signifikansi 5% dan 7,50 pada taraf signifikansi 1%. Dengan demikian bahwa nilai lebih kecil dari pada nilai , maka data itu menunjukkan tidak signifikan.[7]
Skripsi Badriyah Setya Pamilih (NIM : 3100157), mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang tahun 2005 yang berjudul: Aplikasi Media Pembelajaran Terhadap Efektifitas Proses Belajar Mengajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 1 Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.
Pada penelitian ini data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknis analisis statistik deskriptif. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan analisis regresi satu predictor dengan skor deviasi.
Pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa: ada pengaruh positif dan signifikan antara aplikasi media pembelajaran terhadap efektifitas proses belajar mengajar bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 1 Sukoharjo kabupaten Sukoharjo, ditunjukkan oleh hasil = 10,107967 dengan = 1 dan = 48 yang menunjukkan signifikan bila dikonsultasikan dengan tabel F baik pada taraf 0,01 (7,19) maupun 0,05 (4,04). Setelah dikonsultasikan dengan rumus korelasi product moment hasilnya pun sama, yakni signifikan dengan hasil r(xy) = 4,170773663 dan dikonsultasikan dengan tabel baik pada taraf 0,01 (0,361) maupun 0,05 (0,279) adalah signifikan, sehingga ada pengaruh positif antara variabel X dan variabel Y sebesar 417%.[8]
Penelitian yang penulis ajukan dalam skripsi ini berbeda dari penelitian sebelumnya, disamping lokasi penelitian yang berbeda juga karena penelitian ini lebih menekankan padaintensitas pemanfaatan situs keagamaan danpengaruhnya terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalangtahun ajaran 2011/2012.
V. Rumusan Hipotesis
“Hipotesis berasal dari kata “hypo” yang artinya di bawah dan “thesa” artinya kebenaran”.[9]“Pengertian hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya”.[10]
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut; “Terdapat pengaruh positif antara intensitas pemanfaatan situs keagamaan terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang Tahun Ajaran 2011/2012”.
VI. Kerangka Teoritik
Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memberikan interpretasi serta mempermudah dalam pemahaman, maka perlu dijelaskan kerangka teoritik yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini.
1. Pengaruh
“Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda, dan sebagainya) ”.[11]
Pengertian pengaruh dalam penelitian ini dimaksudkan adanya keterkaitan atau hubungan yang mempengaruhi, yaitu intensitaspemanfaatan situs keagamaan terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang.
2. Intensitas Pemanfaatan Situs Keagamaan
“Kata Intensitas berarti kehebatan”.[12]
Intensitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat
kekuatan di dalam penggunaan internet (situs keagamaan) yang dikategorikan dalam 5 nilai kualitas yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang.
Internet adalah jaringan komputer. Ibarat jalan raya, internet dapat dilalui berbagai sarana transportasi, seperti bus, mobil, dan motor yang memiliki kegunaan masing-masing. Sarana atau fasilitas yang ada di internet itu meliputi Email, FTP, Newsgroup, Mailing list, Gropher, Telnet, IRC, dan World Wide Web (WWW).[13]
“Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan”.[14]Sebuah situs web (sering pula disingkat menjadi situs saja; web site, site) adalah sebutan bagi sekelompok halaman web (web page), yang umumnya merupakan bagian dari suatu nama domain (domain name) atau subdomain di World Wide Web (WWW)diInternet.[15]
Yang dimaksud dengan keagamaan atau religi adalah kepercayaan
terhadap suatu zat yang mengatur dalam semesta ini adalah sebagian
dari moral, sebab sebenarnya dalam keagamaan dan moral juga diatur
nilai – nilai perbuatan yang baik dan buruk.[16]
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa intensitas
pemanfaatan situs keagamaan adalah tingkat kekuatan dalam
pemanfaatan situs keagamaan yang dapatdigunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan.
3. Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Pengertian prestasi belajar adalah bukti atau hasil yang telah dicapai siswa dengan kemampuan dirinya dalam menerima dan memahamimateri yang diberikan atau usaha anak didik untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Menurut Zuhairini, dkk sebagaimana dikutip oleh Muhammad Zein
mendefinisikan pendidikan agama Islam adalah usaha-usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam.[17] Pengertian prestasi belajar Pendidikan Agama Islam adalah bukti usaha yang dapat atau telah dicapai dalam belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang tahun ajaran 2011/2012yang dibuktikan dengan nilai tes semester gasal Pendidikan Agama Islam.
4. Sekolah Menengah Atas (SMA) N 3 Pemalang
Sekolah Menengah Atas (SMA) N 3 Pemalang merupakan lembaga pendidikan tingkat menengah berstatus negeri. Sekolah inimerupakan tempat penulis mengadakan penelitian, dimana dalam sekolah tersebut memiliki area hosphot sebagai penunjang proses pembelajaran.
Berdasarkan kerangka teoritik di atas dapat disimpulkan maksud
judul skripsi ini bahwa pembahasan penelitian tersebut terbatas pada kajian
tentang pengaruh intensitas pemanfaatan situs keagamaan dalam proses belajar
mengajar terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3Pemalang tahun ajaran 2011/2012.
VII. Metode Penelitian
1. Variabel Penelitian
“Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulanya”.[18]
Adapun variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Variabel pengaruh (independent)
Yang menjadi variabel pengaruh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Pemanfaatan situs keagamaan dengan indikator sebagai berikut :
1) Pengetahuan tentang situs keagamaan
2) Seberapa sering memanfaatkan situs keagamaan
3) Berapa banyak situs keagamaan yang diakses
4) Manfaat situs keagamaan dalam membantu menyelesaikan tugas sekolah
b. Variabel terpengaruh (dependent)
Variabel terpengaruh dalam penelitian ini adalah prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan indikator nilai tes semester gasal Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang tahun ajaran 2011/2012.
2. Metode Penelitian
Metode adalah suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian. Sedangkan penelitian itu sendiri diartikan sebagai upaya dalam bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati dan sistematis untuk mewujudkan kebenaran.[19]
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik statistik inferensial, yaitu teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya berlaku untuk populasi.[20] Metode ini digunakan untuk menggambarkan seluas-luasnya mengenaiintensitas pemanfaatan situs keagamaan danprestasi belajar Pendidikan Agama Islam, penelitian ini diadakan dengan menggunakanangket dan nilai tes semester gasal Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang tahun ajaran 2011/2012sebagai instrumen untuk mengumpulkan data.Dengan demikian dapat diteliti dan dikorelasikan dengan menggunakan rumuskorelasi dan analisis regresi satu prediktor dengan skor deviasi.
3. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi, studi penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus.[21]
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 3 Pemalangtahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah240 siswa.
2. Sampel
“Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang telah diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel”.[22]
Suharsimi Arikunto membatasi apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi jika jumlah populasinya besar, dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% lebih, tergantung setidak-tidaknya dari:
a. Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana.
b. Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.
c. Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk penelitian yang berisiko besar, tentu saja jika sampel besar, hasilnya akan baik.[23]
Berdasarkan pada keterangan di atas maka peneliti mengambil sampel sebesar 25% dari jumlah populasi sebesar 240 yaitu 60 siswa.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik sampel random atau sampel acak. Diberi nama demikian karena di dalam pengambilan sampelnya, peneliti ”mencampur” subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Dengan demikian maka peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan (chance) dipilih menjadi sampel. Oleh karena itu hak setiap subjek sama, maka peneliti terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa subjek untuk dijadikan sampel.[24]
Cara pengambilan sampel yang penulis gunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan random sampling dalam bentuk undian. Langkah-langkah yang penulis tempuh dalam mengambil sampel adalah sebagai berikut :
a. Membuat daftar nama subjek atau individu dalam populasi, yaitu nama seluruh siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang tahun pelajaran 2011/2012.
b. Memberikan kode berupa nomor urut pada semua subjek. Kode yang dimaksud adalah nomor huruf 1, 2, 3, 4 dan seterusnya. `
c. Menulis kode-kode tersebut pada lembar kecil, dalam hal ini penulis menyediakan kertas kecil kira-kira berukuran 3x4 cm sebanyak jumlah populasi yakni 240 siswa.
d. Menggulung kertas lintingan kecil tersebut menjadi lintingan undian, dalam menggulung kertas, penulis mengoptimalkan ukuran sebesar lidi.
e. Memasukkan lintingan tersebut ke dalam kaleng yang telah penulis sediakan sebelumnya.
f. Mengocok kaleng tersebut.
g. Mengambil kertas satu persatu sesuai jumlah yang dikehendaki, yaitu sesuai jumlah sampel penelitian sebanyak 30 linting.
h. Mencatat nama-nama yang tertera sebagai sampel penelitian.
i. Mengurutkan dan mencatat nama-nama sampel penelitian sesuai abjad.
4. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Metode Obsevasi
“Observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematis mengenai fenomena yang diteliti”.[25]Metode observasi disini digunakan untuk mengetahui intensitas pemanfaatan situs keagamaan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas XI SMA N 3 Pemalang.
2. Metode Angket
Metode angket merupakan serangkaian atau daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis, kemudian dikirim untuk diisi oleh responden. Setelah diisi, angket dikirim kembali atau dikembalikan kepetugas atau kepeneliti.[26]
Dalam penelitian ini, angket ditunjukkan kepada siswa yang menjadi sampel penelitian terkait dengan intensitas pemanfaatan situs keagamaan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
3. Metode dokumentasi
“Metode dokumentasi yakni teknik pengumpulan data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen dan lain-lain”.[27]Metode dokumentasi ini digunakan untuk mendapatkan data prestasi belajar pendidikan agama Islam, yaitu nilai tes semester gasal pendidikan agama Islam 60 siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang tahun pelajaran 2011/2012.
4. Wawancara
Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Wawancara ini digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit. Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi arus informasi dalam wawancara, yaitu: pewawancara, responden, pedoman wawancara, dan situasi wawancara.[28]Wawancara di sini ditujukan kepada kepala sekolah terkait dengan gambaran umum keadaan sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam terkait dengan penggunaan media elektronik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang tahun pelajaran 2011/2012.
4. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul, suatu langkah selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. Dalam analisis ini penulis menggunakan teknik koefisien korelasi. Koefisien korelasi adalah suatu alat statistik yang digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel ini. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Analisis pendahuluan
Pada tahap ini data yang diperoleh melalui jawaban angket dimasukkan ke dalam tabel dan diberi skor pada setiap alternatif jawaban responden, yaitu dengan mengubah data-data jawaban angket tersebut ke dalam bentuk angka kuantitatif. Adapun kriterianya sebagai berikut:
a. Untuk jawaban variabel intensitas pemanfaatan situs keagamaan :
- Alternatif jawaban A diberi angka 4
- Alternatif jawaban B diberi angka 3
- Alternatif jawaban C diberi angka 2
- Alternatif jawaban D diberi angka 1
b. Untuk prestasi belajar Pendidikan Agama Islam tidak menggunakan angket, dalam hal ini penulis menggunakan daftar nilai tes semester gasal Pendidikan Agama Islam kelas XI SMA N 3 Pemalang tahun pelajaran 2011/2012. Setelah perhitungan dengan angka mentah disusun dalam tabel selanjutnya penulis mengelompokkan hasil perhitungan jawaban angket variabel intensitas pemanfaatan situs keagamaan dan nilai tes semester gasal Pendidikan Agama Islam kelas XI SMA N 3 Pemalangtahun pelajaran 2011/2012 di atas dalam tabel distribusi frekuensi skor mean dengan 5 (lima) kategori nilai kualitas, yaitu:
- Sangat Baik
- Baik
- Cukup
- Kurang
- Sangat Kurang
2. Analisis Uji Hipotesis
Analisis ini digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan, adapun jalan analisisnya adalah melalui pengolahan yang akan mencari pengaruh data variabel independent (X) terhadap variabel dependent (Y).
Dalam penelitian ini: PENGARUHINTENSITAS PEMANFAATAN SITUS KEAGAMAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAMSISWA KELAS XI SMA N 3 PEMALANG TAHUN AJARAN 2011/2012, mempunyai variabel independent (X) yaitu intensitas pemanfaatan situs keagamaan dan variabel dependent (Y) yaitu prestasi belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI SMA N 3 Pemalang tahun pelajaran 2011/2012.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik korelasi dan analisis regresi satu prediktor dengan skor deviasi, yaitu intensitas pemanfaatan situs keagamaan (X) sebagai variabel pengaruh (independent) dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (Y) sebagai variabel terpengaruh (dependent), dengan langkah-langkah:
a. Mencari skor deviasi [29]
b. Mencari koefisien korelasi antara predictor X dengan kriterium Y menggunakan korelasi product moment dengan humus :
c. Mencari persamaan garis regresi
Y = ax
Harga a diperoleh dari persamaan :[32]
3. Analisis lanjut (pembahasan hasil penelitian)
Analisis ini untuk membuat interpretasi lebih lanjut denganmembandingkan harga Freg yang telah diketahui dengan tabel (Ft 5% atau 1%) dengan kemungkinan:
1) Jika Freg lebih besar dari Ft 1% atau 5% maka signifikan
2) Jika Freg lebih kecil dari Ft 1% atau 5% maka nonsignifikan (hipotesis ditolak)
VIII. Sistematika Pembahasan
Untuk mengetahui isi atau materi skripsi secara menyeluruh, maka penulis perlu mengetengahkan sistematika pembahasan sebagai berikut :
1. Bagian Awal, terdiri dari :
Halaman Judul, Abstrak Penelitian, Persetujuan Pembimbing, Pengesahan, Motto, Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Table, Daftar Gambar dan Daftar Lampiran.
2. Bagian Utama, terdiri dari beberapa bab :
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Manfaat Penelitian
BAB II : LANDASAN TEORI
A. Kajian Pustaka
B. Kerangka Teoritik
C. Rumusan Hipotesis
BAB III : METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Populasi dan Sampel Penelitian
D. Variabel dan Indikator Penelitian
E. Teknik Pengumpulan Data
F. Teknik Analisis Data
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Hasil Penelitian
B. Pengujian Hipotesis
C. Pembahasan Hasil Penelitian
D. Keterbatasan Penelitian
BAB V : PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
3. Bagian Akhir, terdiri dari :
Daftar kepustakaan, Lampiran-lampiran dan Daftar Riwayat Hidup
Semarang, Desember 2011
Pengusul,
Suhadi
NIM : 083111114
Mengetahui:
Pembimbing II Pembimbing I
Yunita Rakhmawati, M.A. Drs. H. Abdul Wahid, M. Ag
NIP : 19780627 200501 2 004 NIP : 19691114 199403 1 003
DAFTAR PUSTAKA
Alwinozasi,PengertianSitusweb/website,http://olwin.wordpress.com/2010/11/01/pengertian-situs-web-website-pengertian/ 28 Desember 2011
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta,, 1986, Edisi Revisi
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: RinekaCipta, 2006
Arinirizki, Pengertian Keagamaan,http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2198155-pengertian-keagamaan/ 28 Desember 2011
Badriyah Setya Pamilih, “Aplikasi Media Pembelajaran Terhadap Efektifitas Proses Belajar Mengajar Bidang Studi PAI di SMP Muhammadiyah 1 Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.”,Skripsi (Semarang: Perpustakaan Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang , 2005)
Brilianto S Ricky, Panduan Praktis Internet Plus,Jakarta: Puspa Swara, 2008
Bungin Berhan, Metodologi Penelitian Kuantitatif,Jakarta: Kencana, 2005
Hadi Sutrisno, Analisis Regresi, Yogyakarta: Andi Offset, 2000
Hadi Sutrisno, Metodologi Research Jilid 2, Yogyakarta: Andi Offset, 1989
Hamalik Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran,Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2005
http://umum.kompasiana.com/2009/03/24/pemanfaatan-sumber-balajar-di-sekolah/, 28 Desember 2011
Jamarah Bahri Syaiful dan Zain Azwan, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010
Jasmadi, Panduan Praktis Menggunakan Fasilitas Internet: surfing, Email, SMS, Chatting, E-Card, dan Download, Yogyakarta: C.V. Andi Offset, 2004
kusumah Wijaya, Pemanfaatan Sumber Balajar di Sekolah
Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Jakarta: Bumi Aksara, 2006
Margono, Methodologi Penelitian Pendidikan,Jakarta: Rineka Cipta, 1997
Mohammad Sholeh, “Pengaruh Penggunaan Alat Peraga terhadap Prestasi Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Kelas VI SD N Sawah Besar 03 GayamsariSemarang Tahun Ajaran 2006/2007”, Skripsi (Semarang: Perpustakaan Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang , 2006)
Oneta Erima & Yosep. S, Antigaptek Internet,Jakarta: PT kawan Pustaka, 2009
Riduwan, Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, Bandung: Alfabeta 2007
Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi dengan Metode R&D,Bandung: CV. Alfabeta, 2008
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2006
Suharti, “Pengaruh Media Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar PendidikanAgama Islam di MI Gempol Sewu Kecamatan Rowosari kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2006-2007”, Skripsi(Semarang: Perpustakaan Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang , 2007)
Suharto dan Iryanto Tata, Kamus Bahasa Indonesia Terbaru, Surabaya: Penerbit Indah, 1989
Usman Moh. Uzer, Menjadi Guru Profesional,Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001
Zein Muhammad, Metodologi Pengajaran Agama, Yogyakarta: AK Group dan IndraBuana, 1995
[1] Ricky Brilianto S, Panduan Praktis Internet Plus,(Jakarta: Puspa Swara, 2008), hlm. 2.
[2]Jasmadi, Panduan Praktis Menggunakan Fasilitas Internet: surfing, Email, SMS, Chatting, E-Card, dan Download, (Yogyakarta: C.V. Andi Offset, 2004), hlm. 1.
[3] Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran,(Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2005), hlm. 57
[4] Syaiful Bahri Jamarah dan Azwan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010), hlm. 1
[5] Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional,(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 4.
[6] Suharti, “Pengaruh Media Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di MI Gempol Sewu Kecamatan Rowosari kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2006-
2007”, Skripsi (Semarang: Perpustakaan Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang , 2007)
[7] Mohammad Sholeh, “Pengaruh Penggunaan Alat Peraga terhadap Prestasi
Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Kelas VI SD N Sawah Besar 03 Gayamsari Semarang
Tahun Ajaran 2006/2007”, Skripsi (Semarang: Perpustakaan Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang , 2006)
[8] Badriyah Setya Pamilih, “Aplikasi Media Pembelajaran Terhadap Efektifitas Proses Belajar Mengajar Bidang Studi PAI di SMP Muhammadiyah 1 Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.”, Skripsi (Semarang: Perpustakaan Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang , 2005)
[9] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta,, 1986), Edisi Revisi, hlm. 71
[10] Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan,(Jakarta: Rineka Cipta, 2010) hlm. 67-68
[11] Suharto dan Tata Iryanto, Kamus Bahasa Indonesia Terbaru, (Surabaya: Penerbit Indah, 1989), hlm.160.
[12] Suharto dan Tata Iryanto, Kamus Bahasa Indonesia Terbaru, hlm. 83.
[13] Erima Oneta & Yosep. S, Antigaptek Internet,(Jakarta: PT kawan Pustaka, 2009), hlm. 1.
[14] Wijaya kusumah, Pemanfaatan Sumber Balajar di Sekolahhttp://umum.kompasiana.com/2009/03/24/pemanfaatan-sumber-balajar-di-sekolah/, diakses 28
Desember 2011
[15]Alwinozasi, Pengertina Situsweb/website,
http://olwin.wordpress.com/2010/11/01/pengertian-situs-web-website-pengertian/ diakses 28 Desember 2011
[16] Arinirizki, Pengertian Keagamaan,
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2198155-pengertian-keagamaan/diakses 28 Desember 2011
[17] Muhammad Zein, Metodologi Pengajaran Agama, (Yogyakarta: AK Group dan Indra Buana, 1995), hlm. 166.
[18] Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi Dilengkapi dengan Metode R&D, (Bandung: CV. Alfabeta, 2008), hlm. 38.
[19] Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), hlm. 24.
[20] Sugiyono, Statistika untuk Penelitian,(Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 148
[21] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 130.
[22] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, hlm. 131..
[23] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, hlm. 134.
[24] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, hlm. 134.
[25] Sutrisno Hadi, Metodologi Research Jilid 2, (Yogyakarta: Andi Offset, 1989), hlm. 151.
[26] Berhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana, 2005), hlm. 123.
[27] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, hlm. 158.
[28] Riduwan, Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, (Bandung: Alfabeta 2007), hlm. 29.
[29] Sutrisno Hadi, Analisis Regresi, (Yogyakarta: Andi Offset, 2004), hlm. 4.
[30] Sutrisno Hadi, Analisis Regresi, hlm. 4.
[31] Sutrisno Hadi, Analisis Regresi, hlm. 7.
[32] Sutrisno Hadi, Analisis Regresi, hlm. 16.
-
Artikel Enam Orang Yang Boleh Buka Puasa di Siang HariTanggal : 25-09-2015 08:31, dibaca 89 kali. Makan, minum, dan hal lain yang membatal...
-
الابْتِدَاءُ Bab Ibtida’ DASAR-DASAR KALIMAT SUSUNAN JUMLAH ISMIYAH Mubtada’ dan Khabar Ù…ُبْتَـدَØ£ زَÙŠْدٌ Ùˆَعَـــاذِرٌ Ø®َبَـــــرْ ¤ ...
-
BADAL yaitu Tabi yang dituju hukumnya dengan tanpa penghubung diantara Tabi dan matbu nya Ketika dibuat BADAL , Isim dari Isim/fiil dari fi...