Macam-macam Metode Pendidikan Islam
Sebagai ummat yang telah dianugerahi Allah Kitab AlQuran
yang lengkap dengan petunjuk yang meliputi seluruh aspek
kehidupan dan bersifat universal sebaiknya menggunakan
metode mengajar dalam pendidikan Islam yang prinsip
dasarnya dari Al Qur’an dan Hadits. Diantara metode-
metode tersebut adalah : [11]
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah cara penyampaian inforemasi
melalui penuturan secara lisan oleh pendidik kepada
peserta didik. Prinsip dasar metode ini terdapat di dalam
Al Qur’an :
ﻓَﻠَﻤَّﺂ ﺃَﻧﺠَﺎﻫُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻳَﺒْﻐُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺍْﻷَﺭْﺽِ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧَّﻤَﺎ
ﺑَﻐْﻴُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧﻔُﺴِﻜُﻢ ﻣَّﺘَﺎﻉَ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﻣَﺮْﺟِﻌُﻜُﻢْ ﻓَﻨُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢ
ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba
mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan)
yang benar. Hai manusia, Sesungguhnya (bencana)
kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri (hasil
kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi,
kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan
kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (Q.S. Yunus : 23)
Metode Tanya jawab
Metode Tanya jawab adalah suatu cara mengajar dimana
seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada
murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau
bacaan yang telah mereka baca.
Prinsip dasar metode ini terdapat dalam hadits Tanya
jawab antara Jibril dan Nabi Muhammad tentang iman,
islam, dan ihsan.
Selain itu ada juga hadits yang lainnya seperti hadits
berikut ini :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻗُﺘَﻴْﺒَﺔُ ﺑْﻦُ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻟَﻴْﺚٌ ﺡ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻗُﺘَﻴْﺒَﺔُ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺑَﻜْﺮٌ ﻳَﻌْﻨِﻲ
ﺍﺑْﻦَ ﻣُﻀَﺮَ ﻛِﻠَﺎﻫُﻤَﺎ ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﺍﻟْﻬَﺎﺩِ ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻠَﻤَﺔَ
ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻓِﻲ ﺣَﺪِﻳﺚِ ﺑَﻜْﺮٍ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻤِﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺃَﺭَﺃَﻳْﺘُﻢْ ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻧَﻬْﺮًﺍ ﺑِﺒَﺎﺏِ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﻳَﻐْﺘَﺴِﻞُ ﻣِﻨْﻪُ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ
ﺧَﻤْﺲَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﻫَﻞْ ﻳَﺒْﻘَﻰ ﻣِﻦْ ﺩَﺭَﻧِﻪِ ﺷَﻲْﺀٌ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﺎ ﻳَﺒْﻘَﻰ ﻣِﻦْ ﺩَﺭَﻧِﻪِ
ﺷَﻲْﺀٌ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕِ ﺍﻟْﺨَﻤْﺲِ ﻳَﻤْﺤُﻮ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻬِﻦَّ ﺍﻟْﺨَﻄَﺎﻳَﺎ .
Artinya: Hadis Qutaibah ibn Sa’id, hadis Lâis kata Qutaibah
hadis Bakr yaitu ibn Mudhar dari ibn Hâd dari Muhammad
ibn Ibrahim dari Abi Salmah ibn Abdurrahmân dari Abu
Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda; Bagaimana
pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu
salah seorang di antara kalian. Ia mandi di sana lima kali
sehari. Bagaimana pendapat kalian? Apakah masih akan
tersisa kotorannya? Mereka menjawab, tidak akan tersisa
kotorannya sedikitpun. Beliau bersabda; Begitulah
perumpamaan salat lima waktu, dengannya Allah
menghapus dosa-dosa. (Muslim, I: 462-463)
2. Metode diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian/ penyampaian
bahan pelajaran dimana pendidik memberikan kesempatan
kepada peserta didik/ membicarakan dan menganalisis
secara ilmiyah guna mengumpulkan pendapat, membuat
kesimpulan atau menyusun berbagai alternative
pemecahan atas sesuatu masalah. Abdurrahman Anahlawi
menyebut metode ini dengan sebutan hiwar (dialog).
3. Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas adalah suatu cara mengajar
dimana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu
kepada murid-murid, sedangkan hasil tersebut diperiksa
oleh gur dan murid harus mempertanggung jawabkannya.
4. Metode Demontrasi
Metode demontrasi adalah suatu cara mengajar dimana
guru mempertunjukan tentang proses sesuatu, atau
pelaksanaan sesuatu sedangkan murid memperhatikannya.
Prinsip dasarnya terdapat dalam hadits yang berbunyi
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﺜَﻨَّﻰ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﻳُّﻮﺏُ
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻗِﻠَﺎﺑَﺔَ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣَﺎﻟِﻚٌ ﺃَﺗَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﺷَﺒَﺒَﺔٌ ﻣُﺘَﻘَﺎﺭِﺑُﻮﻥَ ﻓَﺄَﻗَﻤْﻨَﺎ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻭَﻟَﻴْﻠَﺔً ﻭَﻛَﺎﻥَ
ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ ﺭَﻓِﻴﻘًﺎ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻇَﻦَّ ﺃَﻧَّﺎ ﻗَﺪْ
ﺍﺷْﺘَﻬَﻴْﻨَﺎ ﺃَﻫْﻠَﻨَﺎ ﺃَﻭْ ﻗَﺪْ ﺍﺷْﺘَﻘْﻨَﺎ ﺳَﺄَﻟَﻨَﺎ ﻋَﻤَّﻦْ ﺗَﺮَﻛْﻨَﺎ ﺑَﻌْﺪَﻧَﺎ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮْﻧَﺎﻩُ ﻗَﺎﻝَ
ﺍﺭْﺟِﻌُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻓَﺄَﻗِﻴﻤُﻮﺍ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﻭَﻋَﻠِّﻤُﻮﻫُﻢْ ﻭَﻣُﺮُﻭﻫُﻢْ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺃَﺷْﻴَﺎﺀَ
ﺃَﺣْﻔَﻈُﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﻻ ﺃَﺣْﻔَﻈُﻬَﺎ ﻭَﺻَﻠُّﻮﺍ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻤُﻮﻧِﻲ ﺃُﺻَﻠِّﻲ
Artinya: Hadis dari Muhammad ibn Muşanna, katanya hadis
dari Abdul Wahhâb katanya Ayyũb dari Abi Qilâbah katanya
hadis dari Mâlik. Kami mendatangi Rasulullah saw. dan
kami pemuda yang sebaya. Kami tinggal bersama beliau
selama (dua puluh malam) 20 malam. Rasulullah saw
adalah seorang yang penyayang dan memiliki sifat lembut.
Ketika beliau menduga kami ingin pulang dan rindu pada
keluarga, beliau menanyakantentang orang-orang yang
kami tinggalkan dan kami memberitahukannya. Beliau
bersabda; kembalilah bersama keluargamu dan tinggallah
bersama mereka, ajarilah mereka dan suruhlah mereka.
Beliau menyebutkan hal-hal yang saya hapal dan yang
saya tidak hapal. Dan salatlah sebagaimana kalian melihat
aku salat. (al-Bukhari, I: 226)
5. Metode eksperimen
Suatu cara mengajar dengan menyuruh murid melakukan
suatu percobaan, dan setiap proses dan hasil percobaan
itu diamati oleh setiap murid, sedangkan guru
memperhatikan yang dilakukan oleh murid sambil
memberikan arahan.
Prinsip dasar metode ini ada dalam hadits :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺁﺩَﻡُ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺷُﻌْﺒَﺔُ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺍﻟْﺤَﻜَﻢُ ﻋَﻦْ ﺫَﺭٍّ ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ
ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺃَﺑْﺰَﻯ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺟَﺎﺀَ ﺭَﺟُﻞٌ ﺇِﻟَﻰ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﻓَﻘَﺎﻝَ
ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺟْﻨَﺒْﺖُ ﻓَﻠَﻢْ ﺃُﺻِﺐْ ﺍﻟْﻤَﺎﺀَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋَﻤَّﺎﺭُ ﺑْﻦُ ﻳَﺎﺳِﺮٍ ﻟِﻌُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ
ﺃَﻣَﺎ ﺗَﺬْﻛُﺮُ ﺃَﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻓِﻲ ﺳَﻔَﺮٍ ﺃَﻧَﺎ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﺃَﻧْﺖَ ﻓَﻠَﻢْ ﺗُﺼَﻞِّ ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﺃَﻧَﺎ
ﻓَﺘَﻤَﻌَّﻜْﺖُ ﻓَﺼَﻠَّﻴْﺖُ ﻓَﺬَﻛَﺮْﺕُ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻜْﻔِﻴﻚَ ﻫَﻜَﺬَﺍ ﻓَﻀَﺮَﺏَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑِﻜَﻔَّﻴْﻪِ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻭَﻧَﻔَﺦَ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﺛُﻢَّ ﻣَﺴَﺢَ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻭَﺟْﻬَﻪُ
Artinya: Hadis Adam, katanya hadis Syu’bah ibn
Abdurrahmân ibn Abzâ dari ayahnya, katanya seorang laki-
laki datang kepada Umar ibn Khattâb, maka katanya saya
sedang janabat dan tidak menemukan air, kata Ammar ibn
Yasir kepada Umar ibn Khattâb, tidakkah anda ingat ketika
saya dan anda dalam sebuah perjalanan, ketika itu anda
belum salat, sedangkan saya berguling-guling di tanah,
kemudian saya salat. Saya menceritakannya kepada Rasul
saw. kemudian Rasulullah saw. bersabda: ”Sebenarnya
anda cukup begini”. Rasul memukulkan kedua telapak
tangannya ke tanah dan meniupnya kemudian
mengusapkan keduanya pada wajah.(al-Bukhari, I: 129)
Hadis di atas tergolong syarîf marfu’ dengan kualitas
perawi yang sebagian tergolong şiqah dan şiqah hafiz,
şiqah şubut. Menurut al-Asqalani, hadis ini mengajarkan
sahabat tentang tata cara tayammum dengan perbuatan.
(Al-Asqalani, I: 444) Sahabat Rasulullah saw. melakukan
upaya pensucian diri dengan berguling di tanah ketika
mereka tidak menemukan air untuk mandi janabat. Pada
akhirnya Rasulullah saw. memperbaiki ekperimen mereka
dengan mencontohkan tata cara bersuci menggunakan
debu.
6. Metode Amsal/perumpamaan
Yaitu cara mengajar dimana guru menyampaikan materi
pembelajaran melalui contoh atau perumpamaan.
Prinsip metode ini terdapat dalam Hadits
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﺜَﻨَّﻰ ﻭَﺍﻟﻠَّﻔْﻆُ ﻟَﻪُ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﻳَﻌْﻨِﻲ
ﺍﻟﺜَّﻘَﻔِﻲَّ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋُﺒَﻴْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻦْ ﻧَﺎﻓِﻊٍ ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟﺸَّﺎﺓِ ﺍﻟْﻌَﺎﺋِﺮَﺓِ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻐَﻨَﻤَﻴْﻦِ ﺗَﻌِﻴﺮُ
ﺇِﻟَﻰ ﻫَﺬِﻩِ ﻣَﺮَّﺓً ﻭَﺇِﻟَﻰ ﻫَﺬِﻩِ ﻣَﺮَّﺓً
Hadis dari Muhammad ibn Mutsanna dan lafaz darinya,
hadis dari Abdul Wahhâb yakni as- Śaqafi, hadis Abdullah
dari Nâfi’ dari ibn Umar, Nabi saw. bersabda:
Perumpamaan orang munafik dalam keraguan mereka
adalah seperti kambing yang kebingungan di tengah
kambing-kambing yang lain. Ia bolak balik ke sana ke sini.
(Muslim, IV: 2146)
Hadis di atas tergolong syarîf marfu’ dengan kualitas
perawi yang sebagian tergolong şiqah dan şiqah şubut,
şiqah hâfiz, sedangkan ibn Umar adalah sahabat
Rasulullah saw. Menurut ath-Thîby (1417H, XI: 2634),
orang-orang munafik, karena mengikut hawa nafsu untuk
memenuhi syahwatnya, diumpamakan seperti kambing
jantan yang berada di antara dua kambing betina. Tidak
tetap pada satu betina, tetapi berbolak balik pada ke
duanya. Hal tersebut diumpamakan seperti orang munafik
yang tidak konsisten dengan satu komitmen.
Perumpamaan dilakukan oleh Rasul saw. sebagai satu
metode pembelajaran untuk memberikan pemahaman
kepada sahabat, sehingga materi pelajaran dapat dicerna
dengan baik. Matode ini dilakukan dengan cara
menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain,
mendekatkan sesuatu yang abstrak dengan yang lebih
konkrit. Perumpamaan yang digunakan oleh Rasulullah
saw. sebagai satu metode pembelajaran selalu syarat
dengan makna, sehinga benar-benar dapat membawa
sesuatu yang abstrak kepada yang konkrit atau
menjadikan sesuatu yang masih samar dalam makna
menjadi sesuatu yang sangat jelas.
7. Metode Targhib dan Tarhib
Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi
pembelajaran dengan menggunakan ganjaran terhadap
kebaikan dan hukuman terhadap keburukan agar peserta
didik melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.
Prinsip dasarnya terdapat dalam hadits berikut ini :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﺳُﻠَﻴْﻤَﺎﻥُ ﻋَﻦْ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ
ﺃَﺑِﻲ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺍﻟْﻤَﻘْﺒُﺮِﻱِّ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻧَّﻪُ
ﻗَﺎﻝَ ﻗِﻴﻞَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﻦْ ﺃَﺳْﻌَﺪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﺸَﻔَﺎﻋَﺘِﻚَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻗَﺎﻝَ
ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻟَﻘَﺪْ ﻇَﻨَﻨْﺖُ ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ
ﻳَﺴْﺄَﻟُﻨِﻲ ﻋَﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﻭَّﻝُ ﻣِﻨْﻚَ ﻟِﻤَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻣِﻦْ ﺣِﺮْﺻِﻚَ ﻋَﻠَﻰ
ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﺃَﺳْﻌَﺪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﺸَﻔَﺎﻋَﺘِﻲ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﺧَﺎﻟِﺼًﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﺃَﻭْ ﻧَﻔْﺴِﻪِ
Hadis Abdul Aziz ibn Abdillah katanya menyampaikan
padaku Sulaiman dari Umar ibn Abi Umar dari Sâ’id ibn Abi
Sa’id al-Makbârî dari Abu Hurairah, ia berkata: Ya
Rasulullah, siapakah yang paling bahagia mendapat
syafa’atmu pada hari kiamat?, Rasulullah saw bersabda:
Saya sudah menyangka, wahai Abu Hurairah, bahwa tidak
ada yang bertanya tentang hadis ini seorangpun yang
mendahului mu, karena saya melihat semangatmu untuk
hadis. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku ada
hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan ”Lâilaha illa
Allah” dengan ikhlas dari hatinya atau dari dirinya.(al-
Bukhari, t.t, I: 49)
Sanksi dalam pendidikan mempunyai arti penting,
pendidikan yang terlalu lunak akan membentuk pelajar
kurang disiplin dan tidak mempunyai keteguhan hati.
Sanksi tersebut dapat dilakukan dengan tahapan sebagai
berikut, dengan teguran, kemudian diasingkan dan terakhir
dipukul dalam arti tidak untuk menyakiti tetapi untuk
mendidik. Kemudian dalam menerapkan sanksi fisik
hendaknya dihindari kalau tidak memungkinkan, hindari
memukul wajah, memukul sekedarnya saja dengan tujuan
mendidik, bukan balas dendam.
8. Metode pengulangan (tikror)
Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi ajar
dengan cara mengulang-ngulang materi tersebut dengan
harapan siswa bisa mengingat lebih lama materi yang
disampaikan.
Prinsip dasarnya terdapat dalam hadits berikut :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺴَﺪَّﺩُ ﺑْﻦُ ﻣُﺴَﺮْﻫَﺪٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﻋَﻦْ ﺑَﻬْﺰِ ﺑْﻦِ ﺣَﻜِﻴﻢٍ ﻗَﺎﻝَ
ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﺃَﺑِﻲ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻠَّﺬِﻱ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻟِﻴُﻀْﺤِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ
Hadis Musaddad ibn Musarhad hadis Yahya dari Bahzâ ibn
Hâkim, katanya hadis dari ayahnya katanya ia mendengar
Rasulullah saw bersabda: Celakalah bagi orang yang
berbicara dan berdusta agar orang-orang tertawa.
Kecelakaan baginya, kecelakaan baginya. (As-Sijistani, t.t,
II: 716).
Satu proses yang penting dalam pembelajaran adalah
pengulangan/latihan atau praktek yang diulang-ulang. Baik
latihan mental dimana seseorang membayangkan dirinya
melakukan perbuatan tertentu maupun latihan motorik
yaitu melakukan perbuatan secara nyata merupakan alat-
alat bantu ingatan yang penting. Latihan mental,
mengaktifkan orang yang belajar untuk membayangkan
kejadian-kejadian yang sudah tidak ada untuk berikutnya
bayangan-bayangan ini membimbing latihan motorik.
Proses pengulangan juga dipengaruhi oleh taraf
perkembangan seseorang. Kemampuan melukiskan tingkah
laku dan kecakapan membuat model menjadi kode verbal
atau kode visual mempermudah pengulangan. Metode
pengulangan dilakukan Rasulullah saw. ketika
menjelaskan sesuatu yang penting untuk diingat para
sahabat
Saturday, June 25, 2016
Metode
Hadits ttng materi
Pengertian Shalat Jumat dalam Fiqh
Shalat Jumat adalah shalat yang diwajibkan pada
setiap muslim laki-laki pada hari Jumat, yang
dilaksanakan tepat di waktu shalat Zhuhur, didahului
membaca khotbah Jumat yang dilakukan oleh seorang
khotib.
Shalat Jumat dilakukan dengan Jama’ah. Pada
hakekatnya shalat Jumat ini adalah pengganti shalat
Zhuhur, sehingga apabila orang telah melakukan
shalat Jumat baik laki-laki maupun perempuan, maka
ia tidak perlu lagi melaksanakan shalat Zuhur.
Adapun bagi perempuan, tidak diperintahkan untuk
shalat Jumat di masjid, akan tetapi jika perempuan
melakukan shalat Jumat maka ia terlepas dari
kewajiban shalat Zuhur. [1]
Shalat Jumat hukumnya fardhu ‘ain. Dan disebut
Jumat karena manusia berkumpul manusia
berkumpul di dalam shalat tersebut, atau
dikumpulkannya kebaikan pada hari itu. [2]
Dalil shalat Jumat hukumnya fardhu ‘ain
dengan syarat-syaratnya ialah tertuang dalam
al-Qur’an dan as-Sunnah.
Ø Al Qur’an
ﻳَﺎَ
‘’Hai orang-orang beriman,
apabila diseru untuk
menunaikan shalat Jumat, Maka
bersegeralah kamu kepada
mengingat Allah dan
tinggalkanlah jual beli.’’( al
Jumuah :9 )
Ø As Sunah
ﻋَﻦْ ﺳَﻠَﻤَﺔً ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺎَﻛْﻮَﻉِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ
ﻗَﺎﻝَ : ﻛُﻨَّﺎ ﻧُﺠَﻤِّﻊُ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠِﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍِﺫَﺍﺯَﺍﻟَﺖِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ,
ﺛُﻢَّ ﻧَﺮْﺟَﻊُ ﻧَﺘَﺘَﺒَّﻊُ ﺍﻟْﻐَﻴْﻰﺀَ
ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺤَﻜَﻢِ ﺑْﻦِ ﻣِﻴْﻨَﺎﺀٍ ﺍَﻥَّ ﻋَﺒْﺪَﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ
ﻋُﻤَﺮَ , ﻭَﺍَﺑَﺎ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺣَﺪَﺛَﺎﻩُ ﺍﻧَّﻬُﻤَﺎ ﺳَﻤِﻌَﺎ
ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻳَﻘُﻮُﻝُ ﻋَﻠَﻰ ﺍَﻋْﻮَﺍﺩِﻣِﻨْﺒَﺮِﻩِ : " ﻟَﻴَﻨْﺘَﻬِﻴْﻦَ
ﺍَﻗْﻮَﺍﻡٌ ﻋَﻦْ ﻭَﺩْﻋِﻬِﻢُ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺎﺕِ
ﺍَﻭْﻟِﻴَﺤْﺘَﻤِﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻗُﻠُﻮْﺑُﻬُﻢْ , ﺛُﻢَّ
ﻟَﻴَﻜُﻮْﻧُﻦَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻐَﺎﻓِﻠِﻴْﻦَ ( ﻡ ٣ ., ١ )
‘’Hendaklah para kaum benar –
benar menghentikan kebiaasaan
mereka meninggalkan shalat
Jumat, atau allah benar – benar
akan mengunci mati hati
mereka, kemudian mereka benar
– benar termasuk orang – orang
yang lalai.( Riwayat Muslim) [3]
Ø Syarat wajib shalat Jumat
1.Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Laki – laki
5. Sehat
6. Tetap didalam negeri
Ø Syarat sah mendirikan shalat
Jumat
1. Hendaklah diadakan
didalam negeri yang
penduduknya menetap, yang
telah dijadikan watan.
2. Berjamaah
3. Hendaklah dikerjakan
diwaktu dhuhur
4. Hendaklah didahului oleh
dua khotbah
Ø Khotbah shalat Jumat
Rukun dua khotbah
1. Mengucapkan puji pujian
kepada Allah.
2. Membaca shalawat atas
Rasulullah Saw.
3. Mengucapkan syahadat.
4. Berwasiat .
5. Membaca al Quran di salah
satu khotbah.
6. Berdoa untuk
mukminindan mukminat
pada khotbah yang kedua.
Ø Syarat dua khotbah
1. Kedua khotbah hendaklah
dimulai sesudah tergelincir
matahari.
2. Sewaktu berkhotbah
berdirilah jika mampu.
3. Khatib hendaklah duduk
diantara dua khotbah.
4. Hendaklah berturut turut
baik rukun, jarak keduanya,
maupun jarak antara
keduanya dengan shalat.
5. Khotib hendaklah suci dari
hadas dan najis
6. Khotib hendaklah menutup
aurat.
Hadits mengenai pendidikan
kumpulan hadist mengenai pendidikan
Kumpulan Hadis-Hadis Tarbawi
KUMPULAN HADIS-HADIS TARBAWI
BAB I
MANUSIA DAN POTENSI PENDIDIKANNYA
ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻰْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﻛُﻞُّ ﻣَﻮْﻟُﻮْﺩٍ ﻳُﻮْﻟَﺪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮَﺓِ ﻓَﺎَﺑَﻮَﺍﻩُ
ﻳُﻬَﻮِّﺩَﺍﻧِﻪِ ﺍَﻭْ ﻳُﻨَﺼِّﺮَﻧِﻪِ ﺍَﻭْ ﻳُﻤَﺠِّﺴَﻨِﻪِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯ ﻭَﻣُﺴْﻠِﻢْ )
Dari Abu Hurairah R.A, Ia berkata: Rasulullah SAW
bersabda : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan
suci, ayah dan ibunyalah yang menjadikan Yahudi,
Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhori dan Muslim)
ﻋَﻦْ ﻋَﻠِﻲٍّ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺍَﺩِّﺑُﻮْﺍ ﺍَﻭْﻟَﺎﺩَﻛُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺛَﻠَﺎﺙِ ﺧِﺼَﺎﻝٍ : ﺣُﺐِّ
ﻧَﺒِﻴِّﻜُﻢْ ﻭَﺣُﺐِّ ﺍَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﻭَ ﻗِﺮَﺃَﺓُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺃَﻥِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺣَﻤْﻠَﺔَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺃَﻥُ ﻓِﻲْ
ﻇِﻞِّ ﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﻟَﺎ ﻇِﻞٌّ ﻇِﻠَّﻪُ ﻣَﻊَ ﺍَﻧْﺒِﻴَﺎﺋِﻪِ ﻭَﺍَﺻْﻔِﻴَﺎﺋِﻪِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﺪَّﻳْﻠَﻢِ )
Dari Ali R.A ia berkata : Rasulullah SAW bersabda :
“Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam
perkara yaitu mencintai Nabi kalian dan keluarganya
serta membaca Al-Qur’an, karena sesungguhnya orang
yang menjunjung tinggi Al-Qur’an akan berada di
bawah lindungan Allah, diwaktu tidak ada lindungan
selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan
kekasihnya” (H.R Ad-Dailami)
BAB II
LEGALITAS PENYELENGGARAAN DAN TUJUAN
PENDIDIKAN
ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢ : ﻛُﻦْ ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻤًﺎ ﺍَﻭْ
ﻣُﺴْﺘَﻤِﻌًﺎ ﺍَﻭْ ﻣُﺤِﺒًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜُﻦْ ﺧَﺎﻣِﺴًﺎ ﻓَﺘُﻬْﻠِﻚَ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺒَﻴْﻬَﻖِ )
Telah bersabda Rasulullah SAW :”Jadilah engkau
orang yang berilmu (pandai) atau orang yang belajar,
atau orang yang mendengarkan ilmu atau yang
mencintai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang
yang kelima maka kamu akan celaka (H.R Baehaqi)
ﻣَﻦْ ﺍَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻭَﻣَﻦْ ﺍَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟْﺄَﺧِﺮَﺓَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ
ﻭَﻣَﻦْ ﺍَﺭَﺍﺩَﻫُﻤِﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯ ﻭَﻣُﺴْﻠِﻢٌ )
“Barangsiapa yang menghendaki kebaikan di dunia
maka dengan ilmu. Barangsipa yang menghendaki
kebaikan di akhirat maka dengan ilmu. Barangsiapa
yang menghendaki keduanya maka dengan ilmu” (HR.
Bukhori dan Muslim)
ﻋَﻦْ ﻋَﻠِﻲٍّ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺍﻟْﻌَﺎﻟِﻢُ ﻳَﻨْﺘَﻔِﻊُ ﺑِﻌِﻠْﻤِﻪِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺍَﻟْﻒِ ﻋَﺎﺑِﺪٍ (ﺭَﻭَﺍﻩُ
ﺍﻟﺪَّﻳْﻠَﻢِ )
Dari Ali R.A ia berkata : Rasulullah SAW bersabda :
Orang-orang yang berilmu kemudian dia
memanfaatkan ilmu tersebut (bagi orang lain) akan
lebih baik dari seribu orang yang beribadah atau ahli
ibadah. (H.R Ad-Dailami)
ﻋَﻦْ ﺍِﺑْﻦُ ﻋَﺒَّﺎﺱِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﻣَﻦْ ﻳُﺮِﺩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻪِ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳُﻔَﻘِّﻬْﻪُ ﻓِﻲْ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَ
ﺍِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﺑِﺎﺍﻟﺘَّﻌَﻠُّﻢِ ...... (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯْ)
Dari Ibnu Abbas R.A Ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda : “Barang siapa yang dikehendaki Allah
menjadi baik, maka dia akan difahamkan dalam hal
agama. Dan sesungguhnya ilmu itu dengan
belajar” (HR. Bukhori)
ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﻟَﺎ ﻳَﺘْﺒَﻎِ ﻟِﻠْﺠَﺎﻫِﻞِ ﺍَﻥْ
ﻳَﺴْﻜُﻦَ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻬْﻠِﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﻟِﻠْﻌَﺎﻟِﻢِ ﺍَﻥْ ﻳَﺴْﻜُﻦَ ﻋَﻠَﻰ ﻋِﻠْﻤِﻪِ (ﺭَﻭَﺍُﻩ
ﺍﻟﻄَّﺒْﺮَﺍﻧِﻰُّ )
Rasulullah SAW bersabda : “Tidak pantas bagi orang
yang bodoh itu mendiamkan kebodohannya dan tidak
pantas pula orang yang berilmu mendiamkan
ilmunya” (H.R Ath-Thabrani)
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِﺍﻟﻠﻪِ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَﻭ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻌَﺎﺹِ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟَﺎ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟْﻌَﺎﻟِﻢُ ﺇِﻧْﺘِﺰَﺍﻋًﺎ
ﻳَﻨْﺰِﻋُﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﻳَﺘْﺮَﻙْ
ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ ﺇِﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺭُﺅُﻭْﺳًﺎ ﺟَﻬْﻠًﺎ ﻓَﺴْﺌَﻠُﻮْﺍ ﻓَﺎﻓْﺘُﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ
ﻓَﻀَﻠُّﻮْﺍ ﻭَ ﺍَﺿَﻠُّﻮْﺍ ( ﺍَﺧْﺮَﺟَﻪُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯْ )
Dari Abdullah bin Amr bin Ash berkata, Rasulullah
SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak mengambil
ilmu dengan mencabutnya dari manusia tetapi Allah
mengambil ilmu dengan cara mengambil para ulama,
sehingga jika Dia tidak meninggalkan seorang alim,
maka orang-orang menjadikan pemimpin mereka
orang-orang yang bodoh, lalu mereka ditanya maka
mereka menjawab tanpa dengan ilmu, jadilah mereka
sesat dan menyesatkan. (HR. Bukhori (
ﺗَﻌَﻠَّﻤُﻮْﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺘُﻢْ ﻓَﻮَﺍﻟﻠﻪِ ﻟَﺎ ﺗُﺆْﺕِ ﺟَﺰَﺍﺀً ﺑِﺠَﻤْﻊِ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ
ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻌَﻤَّﻠُﻮْﺍ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺑُﻮْ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦْ )
“Belajarlah kalian semua atas ilmu yang kalian
inginkan, maka demi Allah tidak akan diberikan
pahala kalian sebab mengumpulkan ilmu sehingga
kamu mengamalkannya. (HR. Abu Hasan)
ﻋَﻦْ ﺍِﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺍُﻃْﻠُﺐُ ﺍﻟْﻌِﻠُﻢَ ﻭَﻟَﻮْ ﺑِﺎﺍﻟﺼِّﻴْﻦِ ﻓَﺎِﻥَّ ﻃَﻠَﺐَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ
ﻓَﺮِﻳْﻀَﺔٌ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﻭَ ﻣُﺴْﻠِﻤَﺔٍ ﺍِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔَ ﺗَﻀَﻊُ ﺍَﺟْﻨِﺤَﺘِﻬَﺎ
ﻟِﻄَﺎﻟِﺐٍ ﺭِﺿَﺎﻋًﺎ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻄْﻠُﺐُ ( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍِﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟْﺒَﺮِّ )
Dari Ibnu Abbas R.A Ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda : “Carilah ilmu sekalipun di negeri Cina,
karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib bagi
seorang muslim laki-laki dan perempuan. Dan
sesungguhnya para malaikat menaungkan sayapnya
kepada orang yang menuntut ilmu karena ridho
terhadap amal perbuatannya. (H.R Ibnu Abdul Barr)
ﻭَﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻲْ ﺩَﺭْﺩَﺍﺀَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ :ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮْﻝُ : ﻣَﻦْ ﺳَﻠَﻚَ ﻃَﺮِﻳْﻘًﺎ ﻳَﺒْﺘَﻐِﻲْ ﻓِﻴْﻪِ
ﻋِﻠْﻤًﺎ ﺳَﻬَّﻞَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻃَﺮِﻳْﻘًﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔَ ﺗَﻀَﻊُ ﺍَﺟْﻨِﺤَﺘَﻬَﺎ
ﻟِﻄَﺎﻟِﺐٍ ﺭِﺿَﺎﻋًﺎ ﺑِﻤَﺎ ﺻَﻨَﻊَ ﻭَﺍَﻥَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟِﻢُ ﻟِﻴَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻪُ ﻣَﻦْ ﻓِﻲْ
ﺍﻟﺴَﻤَﺎﻭَﺕِ ﻭَﻣَﻦْ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﻌَﺮْﺽِ ﺣَﺘَّﻰ ﺍﻟﺤَﻴْﺘَﺎﻥِ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﻤَﺎﺀِ , ﻭَ
ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟْﻌَﺎﻟِﻢِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ ﻛَﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﺎﺋِﺮِ ﺍﻟْﻜَﻮَﺍﻛِﺐِ ,
ﻭَ ﺍَﻥَّ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀَ ﻭَﺭَﺛَﺔُ ﺍﻟْﺄَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ ﻟَﻢْ ﻳَﺮِﺛُﻮْﺍ ﺩِﻳْﻨَﺎﺭًﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺩِﺭْﻫَﺎﻣًﺎ , ﺇِﻧَّﻤَﺎ
ﻭَﺭِﺛُﻮْﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ , ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﺧَﺬَﻩُ ﺃَﺧَﺬَ ﺑِﺤَﻆٍ ﻭَ ﺍَﻓِﺮٍ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺑُﻮْ ﺩَﺍﻭُﺩْ ﻭَ
ﺍﻟْﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱْ )
Dari Abu Darda’ R.A, beliau berkata : Saya mendengar
Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang
menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka
Allah memudahkan baginya jalan menuju surga, dan
sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya
bagi penuntut ilmu yang ridho terhadap apa yang ia
kerjakan, dan sesungguhnya orang yang alim
dimintakan ampunan oleh orang-orang yang ada di
langit dan orang-orang yang ada di bumi hingga ikan-
ikan yang ada di air, dan keutamaan yang alim atas
orang yang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas
seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama’ adalah
pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak
mewariskan dinar dan tidak mewariskan dirham,
melainkan mewariskan ilmu, maka barang siapa yang
mengabilnya maka hendaklah ia mengambil dengan
bagian yang sempurna. (H.R Abu Daud dan Tirmidzi)
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِﺍﻟﻠﻪِ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺑَﻠِّﻐُﻮْﺍ ﻋَﻨِّﻰ ﻭَﻟَﻮْ ﺍَﻳَﺔً ﻭَﺣَﺪِّﺛُﻮْﺍﻋَﻦْ ﺑَﻨِﻲْ
ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴْﻞَ ﻭَﻟَﺎ ﺧَﺮَﺝَ : ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺬَّﺏَ ﻋَﻠَﻲَّ ﻣُﺘَﻌَﻤِّﺪًﺍ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺒَﻮَّﺍﺀْ
ﻣَﻘْﻌَﺪَﻩُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ(ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯ )
Dari Abdullah bin Umar R.A ia berkata : Rasulullah
SAW bersabda : “Sampaikanlah dariku walaupun satu
ayat, dan ceritakanlah apa yang datang dari bani
Israil dan tidak ada dosa, dan barangsiapa berdusta
atasku dengan sengaja, maka hendaklah ia
menyiapkan tempat duduknya di dalam neraka”. (HR.
Bukhori)
BAB III
KURIKULUM PENDIDIKAN
ﻋَﻦْ ﻋَﻠِﻲٍّ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺍَﺩِّﺑُﻮْﺍ ﺍَﻭْﻟَﺎﺩَﻛُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺛَﻠَﺎﺙِ ﺧِﺼَﺎﻝٍ : ﺣُﺐِّ
ﻧَﺒِﻴِّﻜُﻢْ ﻭَﺣُﺐِّ ﺍَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﻭَ ﻗِﺮَﺃَﺓُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺃَﻥِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺣَﻤْﻠَﺔَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺃَﻥُ ﻓِﻲْ
ﻇِﻞِّ ﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﻟَﺎ ﻇِﻞٌّ ﻇِﻠَّﻪُ ﻣَﻊَ ﺍَﻧْﺒِﻴَﺎﺋِﻪِ ﻭَﺍَﺻْﻔِﻴَﺎﺋِﻪِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﺪَّﻳْﻠَﻢِ )
Dari Ali R.A ia berkata : Rasulullah SAW bersabda :
“Didiklah anak-anak kalian dengan tiga macam
perkara yaitu mencintai Nabi kalian dan keluarganya
serta membaca Al-Qur’an, karena sesungguhnya orang
yang menjunjung tinggi Al-Qur’an akan berada di
bawah lindungan Allah, diwaktu tidak ada lindungan
selain lindungan-Nya bersama para Nabi dan
kekasihnya” (H.R Ad-Dailami)
ﻋَﻦْ ﻋُﻤَﺮُﻭﺑْﻦُ ﺷُﻌَﻴْﺐِ ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻴْﻪِ ﻋَﻦْ ﺟَﺪّﻩِ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ
ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﻣُﺮُﻭْﺍ ﺍَﻭْﻟَﺎﺩَﻛُﻢْ ﺑِﺎﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻭَﻫُﻢ
ﺍَﺑْﻨَﺎﺀُ ﺳِﻨِﻴْﻦَ ﻭَﺍﺿْﺮِﺑُﻬُﻢْ ﺍَﺑْﻨَﺎﺀَ ﻋَﺸَﺮَ ﻭَ ﻓَﺮِّﻗُﻮْﺍ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻓِﻲْ
ﺍﻟْﻤَﻀَﺎﺟِﻊِ ( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺑُﻮْ ﺩَﺍﻭُﺩَ )
Dari Amr Bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya
berkata : Raulullah SAW bersabda : “perintahkanlah
anakmu untuk melakukan shalat, pada saat mereka
berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka pada saat
mereka berusia sepuluh tahun jika mereka
meninggalkan shalat dan pisahkanlah mereka dalam
hal tempat tidur.” (HR. Abu Dawud)
ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴْﻜُﻢْ ﺍَﻣْﺮَﻳْﻦِ ﻣَﺎ ﺍِﻥْ ﺗَﻤْﺴَﻜْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮْﺍ ﺍَﺑَﺪًﺍ
ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺳُﻨَّﺔَ ﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺣَﺎﻛِﻢْ )
“Telah aku tinggalkan kepada kalian semua dua
perkara yang jika kalian berpegang teguh padanya
maka tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu kitab
Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Hakim)
BAB IV
TEORI PERENCANAAN PENDIDIKAN
ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤﺎ ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺧَﺬَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑِﻤَﻨْﻜَﺒَﻰْ ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻛُﻦْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻛَﺎَﻧَّﻚَ ﻏَﺮِﻳْﺐٌ
ﺍَﻭْ ﻋَﺎﺑِﺮٌ ﺳَﺒِﻴْﻞٌ . ﻛَﺎﻥَ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤﺎ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺇِﺫَﺍ
ﺍَﻣْﺴَﻴْﺖَ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻨْﺘَﻈِﺮُ ﺍﻟﺼَّﺒَﺎﺡَ ﻭَ ﺇِﺫَﺍ ﺍَﺻْﺒَﺤَﺖْ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻨْﺘَﻈِﺮُ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺀَ
ﻭَﺧُﺬْ ﻣِﻦْ ﺻِﺤَّﺘِﻚَ ﻟِﻤَﺮْﺿَﻚَ ﻭَ ﻣِﻦْ ﺣَﻴَﺎﺗِﻚَ ﻟِﻤَﻮْﺗِﻚَ (ﺭَﻭَﺍﻩُ
ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯ )
Dari Ibnu Umar R.A ia berkata, Rasulullah SAW telah
memegang pundakku, lalu beliau bersabda: “Jadilah
engkau di dunia ini seakan-akan perantau (orang
asing) atau orang yang sedang menempuh perjalanan.
Ibnu Umar berkata: “Jika engakau diwaktu sore maka
jangan menunggu sampai waktu pagi dan sebaliknya,
jika engkau diwaktu pagi maka janganlah menunggu
sampai diwaktu sore, dan gunakanlah sehatmu untuk
sakitmu, dan gunakanlah hidupmu untuk matimu” .
(HR. Bukhori)
ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻣِﻴْﺮُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮْﻝُ : ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﺎَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻧِّﻴَﺎﺕِ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﻟِﺈِﻣْﺮِﺀٍ
ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ . ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺍِﻟَﻰ
ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺭَﺳُﻮْﻟِﻪِ ﻭِﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﻟِﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻳُﺴِﻴْﺒَﻬَﺎ ﺍَﻭْ ﺍِﻣْﺮَﺃَﺓً
ﻳَﻨْﻜِﺤُﻬَﺎ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺍِﻟَﻰ ﻣَﺎ ﻫَﺠَﺮَ ﺍِﻟَﻴْﻪِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯ ﻭَﻣُﺴْﻠِﻢْ )
Amirul mukminin Umar bin Khottob RA, berkata, aku
mendengar Rasulullah SAW bersabda:” Sesungguhnya
amal perbuatan itu disertai niatnya. Barang siapa
yang berpijak hanya karena Allah dan Rasulnya, dan
barang siapa yang hijrahnya karena dunia dan yang
diharapkan atau wanita yang ia nikahi, Maka
hijrahnya itu menuju apa yang ia inginkan. (HR.
Bukhori dan Muslim)
ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﻏْﺘَﻨِﻢْ ﺧَﻤْﺴًﺎ ﻗَﺒْﻞَ
ﺧَﻤْﺲٍ . ﺷَﺒَﺎﺑَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﻫَﺮَﻣِﻚَ . ﻭَﺻِﺤَﺘَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﺳَﻘَﻬَﻚَ ﻭَ ﻏَﻨَﻤِﻚَ
ﻗَﺒْﻞَ ﻓَﻘْﺮُﻙَ ﻭَ ﻓَﺮَﻏَﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﺳَﻐَﻠُﻚَ ﻭَ ﺣَﻴَﺘُﻚَ ﻗَﺒْﻞَ ﻣَﻮْﺗِﻚَ
“Manfaatkalah lima perkara sebelum datangnya lima
perkara : masa mudamu sebelum datang masa tuamu,
masa sehatmu sebelum datang masa tuamu, masa
kayamu sebelum masa fakirmu, masa luangmu
sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum
masa matimu.”
BAB V
METODE DAN MEDIA PEMBELAJARAN
ﻋَﻦْ ﺍِﺑْﻦُ ﻋَﻠِﻲٍّ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺍَﻟْﻌِﻠْﻢُ ﺧَﺰَﺋِﻦُ ﻭَﻣَﻔَﺘِﺤُﻬَﺎ ﺍَﻟﺴُﺆَّﺍﻝُ ﺃَﻟَﺎ ﻓَﺴْﺌَﻠُﻮْﺍ
ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳُﺆَﺟَّﺮُ ﻓِﻴْﻪِ ﺍَﺭْﺑَﻌَﺔٌ : ﺍَﻟﺴَّﺎﺋِﻞُ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻟِﻢُ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻤِﻊُ ﻭَﺍﻟْﻤُﺤِﺐُّ
ﻟَﻬُﻢْ ( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺑُﻮْﺍ ﻧُﻌَﻴْﻢِ )
Dari Ibnu Ali R.A ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda : Ilmu itu laksana lemari (yang tertutup
rapat), dan sebagai anak kunci pembukanya adalah
pertanyaan. Oleh karena itu, bertanyalah kalian,
karena sesungguhnya dalam tanya jawab akan diberi
pahala empat macam, yaitu penanya, orang yang
berilmu, pendengar dan orang yang mencintai
mereka.” (Diriwayatkan oleh Abu Mu’aim)
ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺷِﻔَﺎﺀُ ﺍﻟْﻌِﻲِّ ﺍﻟﺴُّﺌَﺎﻝ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺑُﻮْ ﺩَﺍﻭُﺩْ ﻭَ
ﺍﻟْﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱْ )
Dari Jabir R.A, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda
:“Sesungguhnya obat kebodohan itu tak lain adalah
bertanya.” (HR. Abu Daud)
ﺣَﺪَﺛَﻨَﺎ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﻘْﺮِﺋُﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺍَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻳُﻘْﺘَﺮِﺋُﻮْﻥَ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋَﺸْﺮَ ﺍَﻳَﺎﺕٍ ﻓَﻠَﺎﻳَﺌْﺨُﺬُﻭْﻥَ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮِ ﺍﻟْﺄَﺧَﺮِﻯ ﺣَﺘَّﻰ
ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮْﺍ ﻣَﺎ ﻓِﻲْ ﻫَﺬِﻩِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻭَﺍﻟْﻌَﻤَﻞِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺣْﻤَﺪْ )
“Telah menceritakan kepada kami orang yang biasa
mengajari kami, yakni dari kalangan sahabat Nabi
SAW, bercerita kepada kami bahwa sesungguhnya
mereka (para sahabat) pernah mempelajari sepuluh
ayat (Al-Qur’an) dari Rasulullah SAW. Mereka tidak
mempelajari sepuluh ayat yang lain sebelum mereka
dapat mengetahui setiap ilmu yang terdapat dalam
ayat-ayat tersebut dan mengamalkannya.” (HR.
Ahmad)
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِﺍﻟﻠﻪِ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤﺎ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ
ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺍُﻛْﺘُﺐْ ﻓَﻮَﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻧَﻔْﺴِﻲْ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻣَﺎ
ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻨْﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺣَﻖٌّ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺣْﻤَﺪْ )
Dari Abdillah bin Umar R.A. sesungguhnya Rasulullah
SAW bersabda : “Tulislah, demi Dzat yang jiwaku
berada di tangan-Nya, tidak keluar dari mulut ini
kecuali kebenaran. (HR. Abu Daud)
BAB VI
ETIKA PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK
ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲٍ ﺍِﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻋَﻦ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ :
ﻳَﺴِّﺮُﻭْﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻌَﺴِّﺮُﻭْﺍ ﻭَﺑَﺸِّﺮُﻭْﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨَﻔَّﺮُﻭْﺍ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﺘَﺨْﻔِﻴْﻒِ
ﻭَﺍﻟﺘَّﻴْﺴِﺮِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ )
Dari Anas bin Malik R.A. dari Nabi Muhammad SAW
beliau bersabda : Permudahkanlah dan jangan kamu
persulit, dan bergembiralah dan jangan bercerai berai,
dan beliau suka pada yang ringan dan memudahkan
manusia (H.R Bukhori)
ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻰْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍَﻧَﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﺜْﻞُ ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪِﻩِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺑُﻮْ ﺩَﺍﻭُﺩْ ﻭ
ﺍﻟﻨَّﺴَﺎﺀِ ﻭَﺍﺑْﻦُ ﺣِﺒَّﺎﻥِ )
Dari Abu Hurairah R.A, Ia berkata: Rasulullah SAW
bersabda : Sesungghnya aku bagimu adalah seperti
orang tua kepada anaknya. (HR. Abu Dawud, Nasa’i,
dan Ibnu Hibban)
ﻋَﻦْ ﻋَﻠِﻲٍّ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻛَﺎﻥَ ﻳُﻌْﻄِﻲْ ﻛُﻞَّ ﺟُﻠُﺴَﺎﺋِﻠِﻪِ
ﺑِﻨَﺼِﺒِﻪِ ﻟَﺎ ﻳَﺤْﺴَﺐُ ﺟَﻠِﻴْﺴُﻪُ ﺃَﻥَّ ﺍَﺣَﺪًﺍ ﺃَﻛْﺮَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻨْﻪُ (ﺭَﻭَﺍﻩُ
ﺍﻟﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱْ )
Dari Ali R.A ia berkata : “Rasulullah SAW selalu
memberikan kepada setiap orang yang hadir
dihadapan beliau, hak-hak mereka (secara adil),
sehingga diantara mereka tidak ada yang merasa
paling diistimewakan.” (H.R Tirmidzi)
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟﺮِّﻓْﻖَ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮِ ﻛُﻠِّﻪِ
Sesungguhnya Allah mencintai berlaku lemah lembut
dalam segala sesuatu.
ﻣَﻦْ ﺳُﺌِﻞَ ﻋَﻦْ ﻋِﻠْﻢٍ ﻋَﻠِﻤَﻪُ ﺛُﻢَّ ﻛَﺘَﻤَﻪُ ﺃُﻟْﺠِﻢَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴﺎَﻣَﺔِ ﺑِﻠِﺠَﺎﻡٍ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺑُﻮْ ﺩَﺍﻭُﺩْ ﻭَ ﺍﻟﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱْ )
“Barang siapa ditanya tentang suatu ilmu yang ia
ketahui kemudian ia menyembunyikannya (tanpa
menjawabnya), maka kelak ia dikendalikan di hari
kiamat dengan kendali yang terbuat dari api
neraka.” (H.R Abu Daud dan Tirmidzi)
ﻋَﻦْ ﻋُﻤَﺮُ ﺍﺑْﻦُ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺗَﻌَﻠَّﻢُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻭَﺗَﻌَﻠَّﻤُﻮْﺍ ﻟِﻠْﻌِﻠْﻢِ ﺍﻟﺴَّﻜِﻴْﻨَﺔِ
ﻭَﺍﻟْﻮَﻗَﺎﺭِ ﻭَﺗَﻮَﺿَّﺌُﻮْﺍ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺘَﻌَﻠَّﻤُﻮْﻥَ ﻣِﻨْﻪُ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺑُﻮْ ﻧُﻌَﻴْﻢِ )
Dari Umar Ibnul Khattab R.A beliau berkata :
Rasulullah SAW bersabda : “Pelajarilah olehmu ilmu
pengetahuan dan pelajarilah pengetahuan itu dengan
tenang dan sopan, rendah hatilah kami kepada orang
yang belajar kepadanya” (H.R Abu Nu’aim)
BAB VII
KONSEP REWARD AND PUNISHMENT
ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺼُﻒُّ ﻋَﺒْﺪَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ
ﻋُﺒَﻴْﺪَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﻛَﺜِﻴْﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲْ ﺍﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ ﺛُﻢَّ ﻳَﻘُﻮْﻝُ ﻣَﻦْ ﺳَﺒَﻖَ ﺍِﻟَﻲَّ
ﻓَﻠَﻪُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَ ﻛَﺬَﺍ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﻴَﺴْﺘَﺒِﻘُﻮْﻥَ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﻓَﻴَﻘَﻌُﻮْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻇَﻬْﺮِﻩِ ﻭَ
ﺻَﺪْﺭِﻩِ ﻓَﻴَﻘَﺒَّﻠُﻬُﻢْ ﻭَ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻬُﻢْ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺣْﻤَﺪْ )
“Pada suatu ketika Nabi membariskan Abdullah,
Ubaidillah, dan anak-anak paman beliau, Al-Abbas.
Kemudian, beliau berkata : “ Barang siapa yang
terlebih dahulu sampai kepadaku, dia akan
mendapatkan ini dan itu.” Lalu mereka berlomba-
lomba untuk sampai kepada beliau. Kemudian mereka
merebahkan diri di atas punggung dan dada beliau.
Kemudian, beliau menciumi dan memberi
penghargaan.” ( HR. Ahmad )
ﻋَﻦْ ﻋُﻤَﺮُﻭﺑْﻦُ ﺷُﻌَﻴْﺐِ ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻴْﻪِ ﻋَﻦْ ﺟَﺪّﻩِ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ
ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﻣُﺮُﻭْﺍ ﺍَﻭْﻟَﺎﺩَﻛُﻢْ ﺑِﺎﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻭَﻫُﻢ
ﺍَﺑْﻨَﺎﺀُ ﺳِﻨِﻴْﻦَ ﻭَﺍﺿْﺮِﺑُﻬُﻢْ ﺍَﺑْﻨَﺎﺀَ ﻋَﺸَﺮَ ﻭَ ﻓَﺮِّﻗُﻮْﺍ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻓِﻲْ
ﺍﻟْﻤَﻀَﺎﺟِﻊِ ( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﺑُﻮْ ﺩَﺍﻭُﺩَ )
“ Dari Amr Bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya
berkata : Raulullah SAW bersabda : “perintahkanlah
anakmu untuk melakukan shalat, pada saat mereka
berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka pada saat
mereka berusia sepuluh tahun jika mereka
meninggalkan shalat dan pisahkanlah mereka dalam
hal tempat tidur.” (HR. Abu Dawud)
ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻰْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﺧَﺮَﺝَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَ ﻧَﺤْﻦُ ﻧَﺘَﻨَﺰَّﻉُ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ﻓَﻐَﻀَﺐَ
ﺣَﺘَّﻰ ﺍَﺣْﻤَﺮَ ﻭَﺟْﻬُﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﻛَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﻓَﻘِﺊَ ﻓِﻲْ ﻭَﺟْﻨَﺘَﻴْﻪِ ﺍﻟﺮُّﻣَّﺎﻥَ
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃَﺑِﻬَﺬَﺍ ﺃُﻣِﺮْﺗُﻢْ ﺃَﻡْ ﺑِﻬَﺬَﺍ ﺃُﺭْﺳِﻠَﺖْ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻫَﻠَﻚَ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ
ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ ﺣِﻴْﻦَ ﺗَﻨَﺎﺯَﻋُﻮْﺍ ﻓِﻲْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮِ ﻋَﺰَﻣْﺖَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺃَﻟَّﺎ
ﺗَﺘَﻨَﺎﺯَﻋُﻮْﺍ ﻓِﻴْﻪِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱْ)
Dari Abu Hurairah R.A, Ia berkata: “Suatu hari
Rasulullah SAW keluar menemui kami yang mana
ketika itu kami berselisih mengenai persoalan qadar,
maka beliau marah sampai-sampai muka beliau
memerah seakan-akan buah delima dibelah dikedua
pipi beliau, lalu beliau bersabda : ‘Apakah ini yang
telah diperintahkan kepada kalian? Ataukah untuk
urusan ini aku diutus kepada kalian? Sesungghnya
orang-orang sebelum kalian rusak lantaran mereka
berselisih dalam masalah ini. Aku mengharuskan
kepada kalian untuk tidak berselisih dalam masalah
ini.
ﺇِﻏْﻔِﺮْ ﻓَﺎِﻥْ ﻋَﺎﻗَﺒْﺖَ ﻓَﻌَﺎﻗِﺐْ ﺑِﻘَﺪْﺭِ ﺍﻟﺬَّﻧْﺐِ ﻭَﺍﺗَّﻖِ ﺍﻟْﻮَﺟْﻪَ
“Ampunilah, jika engkau memukulnya maka pukullah
sesuai dengan kesalahannya tetapi hindarilah
memukul muka”.
BAB VIII
ASPEK KEJIWAAN DALAM PROSES BELAJAR
MENGAJAR
ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻰْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺍﻟْﻤُﺌْﻤِﻦُ ﺍﻟْﻘَﻮِﻱُّ ﺧَﻴْﺮٌ ﻭَ ﺍَﺣَﺐُّ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ
ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟﻀَّﻌِﻴْﻒِ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﺧَﻴْﺮٍ . ﺍَﺣْﺮَﺹَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻌَﻚَ
ﻭَﺍَﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﺰَﻥْ ﻭَﺇِﻥْ ﺍَﺻَﺎﺑَﻚَ ﺷَﻴْﺊٌ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘُﻞْ : ﻟَﻮْ
ﺍَﻧِّﻰ ﻓَﻌَﻠْﺖُ ﻛَﺬَﺍ ﻭَ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛُﻦْ ﻗُﻞْ : ﻗَﺪَّﺭَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﻓَﻌَﻞَ
ﻓَﺎِﻥْ ﻟَﻮْ ﺗُﻔَﺘَّﺢُ ﻋَﻤَﻞَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴْﻠِﻢْ )
Dari Abu Hurairah R.A berkata : Rasululullah SAW
bersabda : “ Seorang mukmin yang kuat lebih baik
dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin
yang lemah, dalam semua kebajikan. Perhatikanlah
dengan senang atas apa yang memberikan manfaat
kepadamu, dan mintalah pertolongan kepada Allah,
dan janganlah kamu lemah atau tidak berdaya, jika
ada sesuatu yang menimpamu maka janganlah kamu
mengatakan : “Jika seandainya aku melakukan seperti
ini maka akan seperti itu, tetapi ucapkanlah : “Allah
sudah menentukan, dan yang dikehendaki Allah
jadilah maka terjadi dilakukan. Maka sesungguhnya
kalimat “seandainya” adalah kalimat pembuka
perbuatan setan” (H.R Muslim)
ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻰْ ﺍﻟﻨُّﻌْﻤَﺎﻥْ ﺑِﻦْ ﺑَﺸِﻴْﺮْ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ
ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺗَﺮَﻯ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻓِﻲْ ﺗَﺮَﺍﺣُﻤِﻬِﻢْ
ﻭَﺗَﻮَﺩِّﻫِﻢْ ﻭَ ﺗَﻌَﺎﻓَﺘِﻬِﻢْ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ ﺇِﺫَﺍ ﺍﻟﺸْﺘَﻜَﻰ ﻋُﻀْﻮٌ ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ
ﻟَﻪُ ﺳَﺎﺋِﺮُ ﺟَﺴَﺪِﻩِ ﺑِﺎﻟﺴَّﻬْﺮِ ﻭَﺍﻟْﺤُﻤَّﻰ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯْ )
Dari Nu’man R.A, beliau berkata : Rasulullah SAW
bersabda : “Ciri-ciri orang mukmin dalam
menyayangi, kecintaannya dan kasih sayangnya
seperti anggota badan apabila salah satu anggota
badannya merasa sakit maka anggota badan yang
lainnya merasa gelisah dan cemas” (H.R Bukhori)
ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩْ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺟُﻌِﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮْﺏُ ﻋَﻠَﻰ ﺣُﺐِّ ﻣَﻦْ ﺍَﺣْﺴَﻦَ ﺍِﻟَﻴْﻬَﺎ . ﻭَﺑَﻐْﺾُ
ﻣَﻦْ ﺍَﺳَﺎﺀَ ﺍِﻟَﻴْﻬَﺎ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺒَﻴْﻬَﻖِ )
Dari Ibni mas’ud R.A, beliau berkata : Rasulullah SAW
bersabda : “Hati manusia itu lebih telah diciptakan
menurut fitrahnya, yaitu mencintai orang yang
berbuat baik dan membenci orang yang berbuat jelek
padanya. (H.R Al-Baihaqi)
ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩْ ﻗَﺎﻝَ : ﺇِﻧِّﻲ ﺃُﺧْﺒَﺮُﺑِﻤَﻜَﺎﻧِﻜُﻢْ ﻓَﻤَﺎ ﻳَﻤْﻨَﻌُﻨِﻲْ ﺃَﻥْ
ﺃَﺧْﺮُﺝَ ﺍِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺮَﻫِﻴَﺔٌ ﺃَﻥْ ﺃُﻣِﻠَّﻜُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺘَﺨَﻮَّﻟَﻨَﺎ ﺑِﺎﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﻓِﻲْ ﺍﻟْﺎَﻳَّﺎﻡِ ﻣُﺨَﺎﻓَﺔً
ﺍﻟﺴَّﺎﻣَﺔِ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ (ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍﻟْﺒُﺨَﺎﺭِﻯ ﻭَﻣُﺴْﻠِﻢْ )
“Aku telah diberitahu (oleh Yazid bin Mu’awiyah)
bahwa kalian telah menuggu. (Sebenarnya aku telah
mengetahui kedatangan kalian), tidak ada yang
menghalangiku untuk menemui kalian, kecuali karena
aku khawatir kalian akan merasa bosan (belajar
kepadaku). Karena sesungguhnya Rasulullah SAW
sendiri selalu memilih waktu yang tepat dari hari-hari
yang ada untuk menyampaikan pelajaran, lantaran
khawatir kami akan merasa jenuh.” (HR. Bukhori dan
Muslim)
BAB IX
KONSEP EVALUASI DALAM PENDIDIKAN
ﻋَﻦْ ﻋُﻤَﺮُ ﺍﺑْﻦُ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺣَﺎﺳِﺒُﻮْﺍ ﺍَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻗَﺒْﻞَ ﺍَﻥْ ﺗُﺤَﺎﺳَﺒُﻮْﺍ
ﺗَﺰَﻳَّﻨُﻮْﺍ ﻟِﻠْﻌَﺮْﺽِ ﺍﻟْﺄَﻛْﺒَﺮِ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺨَﻒُّ ﺍﻟْﺤِﺴَﺎﺏُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻋَﻠَﻰ
ﻣَﻦْ ﺣَﺎﺳَﺐَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻓِﻲْ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ
Dari Umar Ibnul Khattab R.A beliau berkata :
Rasulullah SAW bersabda : “Adakanlah perhitungan
terhadap diri kalian sebelum kalian diperhitungkan”.
BAB X
KONSEP AKUNTABILITAS PELAKSANAAN
PENDIDIKAN
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِﺍﻟﻠﻪِ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤﺎ ﺍَﻥَّ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﺭَﺍﻉٍ ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﻣَﺴْﺌُﻮْﻝٍ ﻋَﻦْ ﺭَﺍﻋِﻴَّﺘِﻪِ
ﻓَﺎﻟْﺄَﻣِﻴْﺮُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺭَﺍﻉٍ ﻭَﻫُﻮَ ﻣَﺴْﺌُﻮْﻝٌ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ
ﺭَﺍﻉٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻣَﺴْﺌُﻮْﻝٌ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺭَﺍﻋِﻴَﺔٍ ﻋَﻠَﻰ
ﺑَﻴْﺖِ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻭَﻭَﻟِﺪِﻫَﺎ ﻭَﻫِﻲَ ﻣَﺴْﺌُﻮْﻝٌ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﺭَﺍﻉٍ ﻋَﻠَﻰ
ﻣَﺎﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻩِ ﻭَﻫُﻮَ ﻣَﺴْﺌُﻮْﻝٌ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﻟَﺎ ﻓَﻜُﻠُّﻜُﻢْ ﺭَﺍﻉٍ ﻭَﻛُﻠُّﻜُﻢْ ﻭَ
ﻣَﺴْﺌُﻮْﻝٌ ﻋَﻦْ ﺭَﺍﻋِﻴَّﺘِﻪِ ( ﻣُﺘَﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ)
Dari Abdillah bin Umar R.A. sesungguhnya Rasulullah
SAW bersabda : “Setiap kamu adalah pemimpin dan
akan dimintai pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya. Kepala negara yang memimpin
manusia (masyarakat)nya, akan dimintai
pertanggungjawaban terhadap yang dipimpin. Suami
itu pemimpin terhadap keluarganya dan dia akan
dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka . Istri
adalah pemimpin atas rumah tangga, suami dan
anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban
terhadap apa yang dipimpinnya. Hamba sahaya
adalah pemimpin atas harta tuannya dan dia akan
dimintai pertanggungjawaban terhadap harta tuannya
itu. Ketahuilah, setiap kamu itu pemimpin dan setiap
pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya. (Muttafaqun ‘Alaih)
http://khairima.blogspot.com/2012/03/kumpulan-hadis-
-
Artikel Enam Orang Yang Boleh Buka Puasa di Siang HariTanggal : 25-09-2015 08:31, dibaca 89 kali. Makan, minum, dan hal lain yang membatal...
-
الابْتِدَاءُ Bab Ibtida’ DASAR-DASAR KALIMAT SUSUNAN JUMLAH ISMIYAH Mubtada’ dan Khabar مُبْتَـدَأ زَيْدٌ وَعَـــاذِرٌ خَبَـــــرْ ¤ ...
-
BADAL yaitu Tabi yang dituju hukumnya dengan tanpa penghubung diantara Tabi dan matbu nya Ketika dibuat BADAL , Isim dari Isim/fiil dari fi...