Jadi dalam mempelajari dan memperlakukan peserta didik,
termasuk peserta didik usia SD/MI hendaknya dilakukan
secara utuh, tidak terpisah-pisah. Kita harus melihat
mereka sebagai suatu kesatuan yang unik, yang terkait
satu dengan yang lainnya.
Hadits-hadits tentang peserta didik
a. Lafadz Hadit
( ﺍٔ ) ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِﺍﻟﻠﻪِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮْﺩِﻗﺎﻝَ :ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒﻲُ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻻَ
ﺣَﺴَﺪَ ﺇِﻻَّ ﻓِﻲ ﺍﺛْﻨَﺘَﻴْﻦِ ﺭَﺟُﻞُ ﺍٰﺗﺎَﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣَﺎﻻَﻓَﺴُﻠِّﻂَ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﻠَﻜَﺘِﻪِ ﻓِﻲ ﺍْﻟﺤَﻖِّ
ﻭَﺭَﺟُﻞُ ﺍٰﺗﺎَﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍْﻟﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﻘْﻀِﻲ ﺑِﻬﺎَ ﻭَﻳُﻌَﻠِّﻤُﻬَﺎ ( ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﺸﻴﺨﺎﻥ ﻭﺍﺑﻦ
ﻣﺎﺟﻪ ﻭﻫﺪﻩ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﺍﺍﻟﺒﺨﺮﻱ : ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻌﻠﻢ : ﺑﺎﺏ ﻹﻏﺘﺒﺎﻁ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻠﻢ
ﻭﺍﻟﺤﻜﻤﺔ)
b. Terjemah Hadits
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Tidak ada iri hati, kecuali kepada dua orang,
yaitu orang yang diberi Allah harta kemudian
dipergunakannya dalam kebenaran, dan orang yang diberi
Allah hikmah(ilmu) kemudian dipergunakannya dengan baik
dan diajarkannya.”
c. Kandungan Hadits
ü Sebagai peserta didik hendaknya bersungguh-
sungguh atau tekun dalam mencari ilmu baik ilmu agama
maupun ilmu pengetahuan,
ü Peserta didik diserukan agar menjadi ilmuan atau
orang yang pintar sebelum ia menikah atau menjadi
pemimpin,
ü Peserta didik tidak diperbolehkan iri hati kepada
orang lain kecuali dalam dua hal yaitu ilmu dan kebaikan,
ü Peserta didik diserukan untuk berlomba-lomba
belajar atau menuntut ilmu dalam suatu kebaikan,
ü Sebagai peserta didik apabila telah mendapatkan
ilmu,maka hendaknya ilmu tersebut dipergunakannya
dengan baik dan diajarkannya kepada orang lain.
a. Lafadz Hadits
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦُ ﻳُﻮﺳُﻒَ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﻣَﺎﻟِﻚٌ ﻋَﻦْ ﻋَﺎﻣِﺮِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ
ﺍﻟﺰُّﺑَﻴْﺮِ ﻋَﻦْ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ ﺳُﻠَﻴْﻢٍ ﺍﻟﺰُّﺭَﻗِﻲِّ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ ﺍﻟْﺄَﻧْﺼَﺎﺭِﻱِّ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﻭَﻫُﻮَ ﺣَﺎﻣِﻞٌ ﺃُﻣَﺎﻣَﺔَ ﺑِﻨْﺖَ ﺯَﻳْﻨَﺐَ
ﺑِﻨْﺖِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﻟِﺄَﺑِﻲ ﺍﻟْﻌَﺎﺹِ ﺑْﻦِ ﺭَﺑِﻴﻌَﺔَ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ
ﺷَﻤْﺲٍ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺳَﺠَﺪَ ﻭَﺿَﻌَﻬَﺎ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗَﺎﻡَ ﺣَﻤَﻠَﻬَﺎ .
b. Terjemah Hadits
Hadis dari Abdullah ibn Yusuf, katanya Malik memberitakan
pada kami dari Amir ibn Abdullah ibn Zabair dari ‘Amar ibn
Sulmi az-Zarâqi dari Abi Qatadah al-Anshâri, bahwa
Rasulullah saw. salat sambil membawa Umâmah binti
Zainab binti Rasulullah saw. dari (pernikahannya) dengan
Abu al-Ash ibn Rabi’ah ibn Abdu Syams. Bila sujud, beliau
menaruhnya dan bila berdiri beliau menggendongnya. (al-
Bukhari)
c. Kandungan Hadits
ü Keteladanan mempunyai arti penting untuk peserta
didik,
ü Keteladanan menjadi titik sentral untuk peserta didik,
a. Lafadz Hadits
( ﺏ ) ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻣُﺴَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺜَﻞُ ﻣَﺎﺑَﻌَﺜِﻨﻲِ
ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻪِ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍْﻟﻌِﻠْﻢِ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍْﻟﻐَﻴْﺚِ ﺍْﻟﻜَﺜِﻴﺮِ ﺃَﺻَﺎﺏَ ﺃَﺭْﺿﺎَﻓَﻜﺎَﻥَ
ﻣِﻨْﻬﺎَﻧَﻘِﻴَّﺔُ ﻗَﺒِﻠَﺖِ ﺍﻟﻤﺎَﺀَ ﻓَﺄَﻧْﺒَﺘَﺖِ ﺍﻟْﻜَﻠَﻸَ ﻭَﺍْﻟﻌُﺸْﺐَ ﺍﻟﻜَﺜِﻴﺮَ ﻭَﻛَﺎﻧَﺖْ ﻣِﻨْﻬﺎَ
ﺃَﺟَﺎﺩِﺏُ ﺃَﻣْﺴَﻜَﺖِ ﺍْﻟﻤﺎَﺀَ ﻓَﻨَﻔَﻊَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻬﺎَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻓَﺸَﺮِﺑُﻮْﺍ ﻭﺳَﻘَﻮْﺍ ﻭَﺯَﺭَﻋُﻮﺍ
ﻭَﺃَﺻﺎَﺑَﺖْ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻃَﺎﺋِﻔَﺔَ ﺃُﺧْﺮَﻯ ﺇﻧّﻤَﺎ ﻫِﻲَ ﻗِﻴﻌَﺎﻥُ ﻻَ ﺗُﻤْﺴِﻚُ ﻣَﺎﺀَ ﻭَﻻَ ﺗُﻨْﺒِﺖُ
ﻛَﻠَﻸَ ﻓﺬَﻟﻚَ ﻣَﺜَﻞُ ﻣَﻦْ ﻓَﻘُﻪَ ﻓﻲْ ﺩِﻳﻦِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭﻧَﻔَﻌَﻪُ ﻣَﺎ ﺑَﻌَﺜﻨﻲِ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻪِ ﻓَﻌَﻠِﻢَ
ﻭَﻋَﻠَّﻢَ ﻭَﻣَﺜَﻞُ ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺮْﻓَﻊْ ﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺭَﺃْﺳﺎَ ﻭﻟﻢْ ﻳَﻘْﺒَﻞْ ﻫُﺪَﻱ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﺭْﺳِﻠْﺖُ
ﺑِﻪِ ( ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﺸﻴﺨﺎﻥ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻭﻫﺪﻩ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﺍﻟﺒﺨﺮﻱ : ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻌﻠﻢ : ﺑﺎﺏ
ﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﻋﻠﻢ ﻭﻋﻠّﻢ )
b. Terjemah Hadits
Dari Abu Musa RA, Katanya Nabi SAW bersabda,
”Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan, yang oleh
karena itu Allah mengutus aku untuk menyampaikannya,
seperti hujan lebat jatuh ke bumi; bumi itu ada yang subur,
menyerap air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan
rumput-rumput yang banyak. Ada pula yang keras tidak
menyerap air sehingga tergenang, maka Allah memberi
manfaat dengan hal itu kepada manusia. Mereka dapat
minum dan memberi minum(binatang ternak dan
sebagainya), dan untuk bercocok tanam. Ada pula hujan
yang jatuh kebagian yang lain, yaitu diatas tanah yang
tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan
rumput. Begitulah perumpamaan orang yang belajar
agama, yang mau memanfaatkan sesuatu yang oleh karena
itu Allah mengutus aku menyampaikannya, dipelajarinya
dan diajarkannya. Begitu pula perumpamaan orang yang
tidak mau memikirkan dan mengambil peduli dengan
petunjuk Allah, yang aku diutus untuk menyampaikannya.
c. Kandungan Hadits
ü Seseorang atau peserta didik dianjurkan untuk
menuntut ilmu dengan segera ,artinya tidak menunda-
nunda waktu,
ü Dengan ilmu agama kita bisa menghidupkan hati
seseorang yang mati/keras,seperti hujan menghidupkan
tanah yang mati,
ü Orang/peserta didik yang alim hendaknya
mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya kepada yang
lain sehingga ilmunya tersebut dapat memberikan manfaat
kepada orang lain.
a. Lafadz Hadits
ﺗَﻌَﻠَّﻤُﻮْﺍﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ، ﻓّﺈِﻥَّ ﺗَﻌَﻠُّﻤُﻪُ ﻗُﺮْﺑَﺔٌ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ، ﻭَﺗَﻌْﻠِﻴْﻤَﻪُ ﻟِﻤَﻦ ْ ﻻَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻪُ
ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻟَﻴَﻨْﺰِﻝُ ﺑِﺼَﺎﺣِﺒِﻪِ ﻓِﻰ ﻣَﻮْﺿِﻊِ ﺍﻟﺸَّﺮَﻑِ ﻭَﺍﻟﺮِّﻓْﻌَﺔِ ، ﻭَﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ
ﺯَﻳْﻦٌ ﻟِﺄَﻫْﻠِﻪِ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻷَﺧِﺮَﺓِ . ( ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ )
b. Terjemah Hadits
Tuntutlah ilmu,sesungguhnya menuntut ilmu adalah
pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan
mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya
adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan
menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan
mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi
ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’).
c. Kandungan Hadits
ü Menuntut ilmu sangatlah penting bagi peserta didik,
maupun yang lainya, karna dengan menuntun ilmu yaitu
salah satu cara pendekatan diri kepada ALLAH Azza
wajalla, orang tua, maupun terhadap pendidik,
ü Bagi peserta didik mengajarkan apa yang telah dia
peroleh adalah sodaqoh,
ü Sesungguhnya ilmu pengetahuan dan ALLAH Azza
wajalla menetapkan derajat, kedudukan dan kemulian
kepadanya,
ü Ilmu adalh keindahan bagi perseta didik sendiri
(secara umum) di dunia dan di akhirat.
a. Lafadz Hadits
ﻻَ ﺗَﻌَﻠَّﻤَﻮْ ﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻟِﺘُﺒَﺎﻫُﻮْﺍ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀَ ، ﻭَﻻَ ﻟِﺘُﻤَﺎﺭُﻭْﺍ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻔَﻬَﺎﺀَ ﻭَﻻَ
ﺗَﺠْﺘَﺮِﺛُﻮْﺍﺑِﻪِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻤَﺠَﺎﻟِﺲِ ﺍَﻭْ ﻟِﺘَﺼْﺮِﻓُﻮْﺍ ﻭُﺟُﻮْﻩَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ، ﻓَﻤَﻦْ ﻓَﻌَﻞَ
ﺫَﺍﻟِﻚَ ﻓَﺎﻟﻨَّﺎﺭَ ﻓَﺎﻟﻨَّﺎﺭَ . ( ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻯ ﻭﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﺔ )
b. Terjemah Hadits
Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya
terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan
orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula
menuntut ilmu untuk penampilan dalam mejelis (pertemuan
atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang
kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka…
neraka. (HR. Al-Tirmidzi dan Ibn Majah)
c. Kandungan Hadits
ü Bagi peserta didik tidak lah bagus baginya, menuntut
ilmu hanya untuk membanggakanya terhadap orang yang
berilmu dan untuk diperdebatkan terhadap kalangan orang-
orang yang sama sekali tidak mengetahui ilmu itu tersebut,
demi menarik perhatian dari banyak pihak, kepadanya.
Karna semua itu telah di janjikan baginya neraka jahanam
yang menyala-nyala, sebab itu lah akan janji ALLAH Azz
wajalla.
a. Lafadz Hadits
ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮَﺭْﺗُﻢْ ﺑِﺮِﻳَﺎﺽِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﺎﺭْﺗَﻌُﻮْﺍ ، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ : ﻳَﺎﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﻭَﻣَﺎ ﺭِﻳَﺎﺽُ
ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﺠَﺎﻟِﺲُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ . ( ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻰ )
b. Terjemah Hadits
Apabila kamu melewati taman-taman surge, minumlah
hingga puas. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apa
yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi SAW
menjawab,”majelis-majelis ta’lim.” (HR. Al-Thabrani).
c. Kandungan Hadits
ü Rasulullah SAW mengajarkan, bahwasanya mencari
ilmu itu tidak lah bisa di batasi dengan satu acuan saja.
Sama halnya dengan peserta didik, ataupun pendididk,
dalam mendaptkan ilmu tidak lah cukup kepada satu
tempat saja. Ini juga membirikan nilai positif terhadap
perserta didik, untuk lebih mandiri, kereatif, dan inopatif
lagi.
KESIMPULAN
Sebagai peserta didik hendaknya bersungguh-sungguh
atau tekun dalam mencari ilmu baik ilmu agama maupun
ilmu pengetahuan.
Sebagai orang yang alim atau pintar hendaknya ia
mengajarkan dan mengamalkan ilmunya tersebut kepada
orang lain agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat.
Sebagai peserta didik harus mampu memahami dan tau
siapa dan apa yang diajarkan oleh pendidik. Peserta didik
yang baik adalah peserta didik yang apat bmenerapkan
ilmunya di dalam masyarakat dan sesuai dengan nilai-nilai
keislaman.
Sebagai peserta didik apabila telah mendapatkan
ilmu,maka hendaknya ilmu tersebut dipergunakannya
dengan baik dan diajarkannya kepada orang lain.
Sebagai orang yang alim/pintar hendaknya ia mengajarkan
dan mengamalkan ilmunya tersebut kepada orang lain agar
ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat.
Friday, June 24, 2016
Murid
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
الابْتِدَاءُ Bab Ibtida’ DASAR-DASAR KALIMAT SUSUNAN JUMLAH ISMIYAH Mubtada’ dan Khabar مُبْتَـدَأ زَيْدٌ وَعَـــاذِرٌ خَبَـــــرْ ¤ ...
-
1. Dibagi menjadi berapakah Isim yang dibaca Khafadz? 2. Apa makna dari huruf من، عن، فى، ربّ، الكاف، اللام؟ 3. Idhofah datang dengan mengir...
-
TERJEMAH FATHUL QORIB (SYARAH MATAN TAQRIB) BAHASA INDONESIA SYAIKH MUHAMMAD QOSIM AL GHAZI (SYARAH MATAN TAQRIB) AL IMAM AL ALLAMAH...
No comments:
Post a Comment