Saturday, June 25, 2016

Metode

Macam-macam Metode Pendidikan Islam
Sebagai ummat yang telah dianugerahi Allah Kitab AlQuran
yang lengkap dengan petunjuk yang meliputi seluruh aspek
kehidupan dan bersifat universal sebaiknya menggunakan
metode mengajar dalam pendidikan Islam yang prinsip
dasarnya dari Al Qur’an dan Hadits. Diantara metode-
metode tersebut adalah : [11]
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah cara penyampaian inforemasi
melalui penuturan secara lisan oleh pendidik kepada
peserta didik. Prinsip dasar metode ini terdapat di dalam
Al Qur’an :
ﻓَﻠَﻤَّﺂ ﺃَﻧﺠَﺎﻫُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻳَﺒْﻐُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺍْﻷَﺭْﺽِ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧَّﻤَﺎ
ﺑَﻐْﻴُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧﻔُﺴِﻜُﻢ ﻣَّﺘَﺎﻉَ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﻣَﺮْﺟِﻌُﻜُﻢْ ﻓَﻨُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢ
ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba
mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan)
yang benar. Hai manusia, Sesungguhnya (bencana)
kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri (hasil
kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi,
kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan
kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (Q.S. Yunus : 23)
Metode Tanya jawab
Metode Tanya jawab adalah suatu cara mengajar dimana
seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada
murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau
bacaan yang telah mereka baca.
Prinsip dasar metode ini terdapat dalam hadits Tanya
jawab antara Jibril dan Nabi Muhammad tentang iman,
islam, dan ihsan.
Selain itu ada juga hadits yang lainnya seperti hadits
berikut ini :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻗُﺘَﻴْﺒَﺔُ ﺑْﻦُ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻟَﻴْﺚٌ ﺡ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻗُﺘَﻴْﺒَﺔُ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺑَﻜْﺮٌ ﻳَﻌْﻨِﻲ
ﺍﺑْﻦَ ﻣُﻀَﺮَ ﻛِﻠَﺎﻫُﻤَﺎ ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﺍﻟْﻬَﺎﺩِ ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻠَﻤَﺔَ
ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻓِﻲ ﺣَﺪِﻳﺚِ ﺑَﻜْﺮٍ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻤِﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺃَﺭَﺃَﻳْﺘُﻢْ ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻧَﻬْﺮًﺍ ﺑِﺒَﺎﺏِ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﻳَﻐْﺘَﺴِﻞُ ﻣِﻨْﻪُ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ
ﺧَﻤْﺲَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﻫَﻞْ ﻳَﺒْﻘَﻰ ﻣِﻦْ ﺩَﺭَﻧِﻪِ ﺷَﻲْﺀٌ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﺎ ﻳَﺒْﻘَﻰ ﻣِﻦْ ﺩَﺭَﻧِﻪِ
ﺷَﻲْﺀٌ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕِ ﺍﻟْﺨَﻤْﺲِ ﻳَﻤْﺤُﻮ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻬِﻦَّ ﺍﻟْﺨَﻄَﺎﻳَﺎ .
Artinya: Hadis Qutaibah ibn Sa’id, hadis Lâis kata Qutaibah
hadis Bakr yaitu ibn Mudhar dari ibn Hâd dari Muhammad
ibn Ibrahim dari Abi Salmah ibn Abdurrahmân dari Abu
Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda; Bagaimana
pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu
salah seorang di antara kalian. Ia mandi di sana lima kali
sehari. Bagaimana pendapat kalian? Apakah masih akan
tersisa kotorannya? Mereka menjawab, tidak akan tersisa
kotorannya sedikitpun. Beliau bersabda; Begitulah
perumpamaan salat lima waktu, dengannya Allah
menghapus dosa-dosa. (Muslim, I: 462-463)
2. Metode diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian/ penyampaian
bahan pelajaran dimana pendidik memberikan kesempatan
kepada peserta didik/ membicarakan dan menganalisis
secara ilmiyah guna mengumpulkan pendapat, membuat
kesimpulan atau menyusun berbagai alternative
pemecahan atas sesuatu masalah. Abdurrahman Anahlawi
menyebut metode ini dengan sebutan hiwar (dialog).
3. Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas adalah suatu cara mengajar
dimana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu
kepada murid-murid, sedangkan hasil tersebut diperiksa
oleh gur dan murid harus mempertanggung jawabkannya.
4. Metode Demontrasi
Metode demontrasi adalah suatu cara mengajar dimana
guru mempertunjukan tentang proses sesuatu, atau
pelaksanaan sesuatu sedangkan murid memperhatikannya.
Prinsip dasarnya terdapat dalam hadits yang berbunyi
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﺜَﻨَّﻰ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﻳُّﻮﺏُ
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻗِﻠَﺎﺑَﺔَ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣَﺎﻟِﻚٌ ﺃَﺗَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﺷَﺒَﺒَﺔٌ ﻣُﺘَﻘَﺎﺭِﺑُﻮﻥَ ﻓَﺄَﻗَﻤْﻨَﺎ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻭَﻟَﻴْﻠَﺔً ﻭَﻛَﺎﻥَ
ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ ﺭَﻓِﻴﻘًﺎ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻇَﻦَّ ﺃَﻧَّﺎ ﻗَﺪْ
ﺍﺷْﺘَﻬَﻴْﻨَﺎ ﺃَﻫْﻠَﻨَﺎ ﺃَﻭْ ﻗَﺪْ ﺍﺷْﺘَﻘْﻨَﺎ ﺳَﺄَﻟَﻨَﺎ ﻋَﻤَّﻦْ ﺗَﺮَﻛْﻨَﺎ ﺑَﻌْﺪَﻧَﺎ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮْﻧَﺎﻩُ ﻗَﺎﻝَ
ﺍﺭْﺟِﻌُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻓَﺄَﻗِﻴﻤُﻮﺍ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﻭَﻋَﻠِّﻤُﻮﻫُﻢْ ﻭَﻣُﺮُﻭﻫُﻢْ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺃَﺷْﻴَﺎﺀَ
ﺃَﺣْﻔَﻈُﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﻻ ﺃَﺣْﻔَﻈُﻬَﺎ ﻭَﺻَﻠُّﻮﺍ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻤُﻮﻧِﻲ ﺃُﺻَﻠِّﻲ
Artinya: Hadis dari Muhammad ibn Muşanna, katanya hadis
dari Abdul Wahhâb katanya Ayyũb dari Abi Qilâbah katanya
hadis dari Mâlik. Kami mendatangi Rasulullah saw. dan
kami pemuda yang sebaya. Kami tinggal bersama beliau
selama (dua puluh malam) 20 malam. Rasulullah saw
adalah seorang yang penyayang dan memiliki sifat lembut.
Ketika beliau menduga kami ingin pulang dan rindu pada
keluarga, beliau menanyakantentang orang-orang yang
kami tinggalkan dan kami memberitahukannya. Beliau
bersabda; kembalilah bersama keluargamu dan tinggallah
bersama mereka, ajarilah mereka dan suruhlah mereka.
Beliau menyebutkan hal-hal yang saya hapal dan yang
saya tidak hapal. Dan salatlah sebagaimana kalian melihat
aku salat. (al-Bukhari, I: 226)
5. Metode eksperimen
Suatu cara mengajar dengan menyuruh murid melakukan
suatu percobaan, dan setiap proses dan hasil percobaan
itu diamati oleh setiap murid, sedangkan guru
memperhatikan yang dilakukan oleh murid sambil
memberikan arahan.
Prinsip dasar metode ini ada dalam hadits :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺁﺩَﻡُ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺷُﻌْﺒَﺔُ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺍﻟْﺤَﻜَﻢُ ﻋَﻦْ ﺫَﺭٍّ ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ
ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺃَﺑْﺰَﻯ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺟَﺎﺀَ ﺭَﺟُﻞٌ ﺇِﻟَﻰ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﻓَﻘَﺎﻝَ
ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺟْﻨَﺒْﺖُ ﻓَﻠَﻢْ ﺃُﺻِﺐْ ﺍﻟْﻤَﺎﺀَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋَﻤَّﺎﺭُ ﺑْﻦُ ﻳَﺎﺳِﺮٍ ﻟِﻌُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ
ﺃَﻣَﺎ ﺗَﺬْﻛُﺮُ ﺃَﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻓِﻲ ﺳَﻔَﺮٍ ﺃَﻧَﺎ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﺃَﻧْﺖَ ﻓَﻠَﻢْ ﺗُﺼَﻞِّ ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﺃَﻧَﺎ
ﻓَﺘَﻤَﻌَّﻜْﺖُ ﻓَﺼَﻠَّﻴْﺖُ ﻓَﺬَﻛَﺮْﺕُ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻜْﻔِﻴﻚَ ﻫَﻜَﺬَﺍ ﻓَﻀَﺮَﺏَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑِﻜَﻔَّﻴْﻪِ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻭَﻧَﻔَﺦَ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﺛُﻢَّ ﻣَﺴَﺢَ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻭَﺟْﻬَﻪُ
Artinya: Hadis Adam, katanya hadis Syu’bah ibn
Abdurrahmân ibn Abzâ dari ayahnya, katanya seorang laki-
laki datang kepada Umar ibn Khattâb, maka katanya saya
sedang janabat dan tidak menemukan air, kata Ammar ibn
Yasir kepada Umar ibn Khattâb, tidakkah anda ingat ketika
saya dan anda dalam sebuah perjalanan, ketika itu anda
belum salat, sedangkan saya berguling-guling di tanah,
kemudian saya salat. Saya menceritakannya kepada Rasul
saw. kemudian Rasulullah saw. bersabda: ”Sebenarnya
anda cukup begini”. Rasul memukulkan kedua telapak
tangannya ke tanah dan meniupnya kemudian
mengusapkan keduanya pada wajah.(al-Bukhari, I: 129)
Hadis di atas tergolong syarîf marfu’ dengan kualitas
perawi yang sebagian tergolong şiqah dan şiqah hafiz,
şiqah şubut. Menurut al-Asqalani, hadis ini mengajarkan
sahabat tentang tata cara tayammum dengan perbuatan.
(Al-Asqalani, I: 444) Sahabat Rasulullah saw. melakukan
upaya pensucian diri dengan berguling di tanah ketika
mereka tidak menemukan air untuk mandi janabat. Pada
akhirnya Rasulullah saw. memperbaiki ekperimen mereka
dengan mencontohkan tata cara bersuci menggunakan
debu.
6. Metode Amsal/perumpamaan
Yaitu cara mengajar dimana guru menyampaikan materi
pembelajaran melalui contoh atau perumpamaan.
Prinsip metode ini terdapat dalam Hadits
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﺜَﻨَّﻰ ﻭَﺍﻟﻠَّﻔْﻆُ ﻟَﻪُ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﻳَﻌْﻨِﻲ
ﺍﻟﺜَّﻘَﻔِﻲَّ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋُﺒَﻴْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻦْ ﻧَﺎﻓِﻊٍ ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺍﻟﺸَّﺎﺓِ ﺍﻟْﻌَﺎﺋِﺮَﺓِ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻐَﻨَﻤَﻴْﻦِ ﺗَﻌِﻴﺮُ
ﺇِﻟَﻰ ﻫَﺬِﻩِ ﻣَﺮَّﺓً ﻭَﺇِﻟَﻰ ﻫَﺬِﻩِ ﻣَﺮَّﺓً
Hadis dari Muhammad ibn Mutsanna dan lafaz darinya,
hadis dari Abdul Wahhâb yakni as- Śaqafi, hadis Abdullah
dari Nâfi’ dari ibn Umar, Nabi saw. bersabda:
Perumpamaan orang munafik dalam keraguan mereka
adalah seperti kambing yang kebingungan di tengah
kambing-kambing yang lain. Ia bolak balik ke sana ke sini.
(Muslim, IV: 2146)
Hadis di atas tergolong syarîf marfu’ dengan kualitas
perawi yang sebagian tergolong şiqah dan şiqah şubut,
şiqah hâfiz, sedangkan ibn Umar adalah sahabat
Rasulullah saw. Menurut ath-Thîby (1417H, XI: 2634),
orang-orang munafik, karena mengikut hawa nafsu untuk
memenuhi syahwatnya, diumpamakan seperti kambing
jantan yang berada di antara dua kambing betina. Tidak
tetap pada satu betina, tetapi berbolak balik pada ke
duanya. Hal tersebut diumpamakan seperti orang munafik
yang tidak konsisten dengan satu komitmen.
Perumpamaan dilakukan oleh Rasul saw. sebagai satu
metode pembelajaran untuk memberikan pemahaman
kepada sahabat, sehingga materi pelajaran dapat dicerna
dengan baik. Matode ini dilakukan dengan cara
menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain,
mendekatkan sesuatu yang abstrak dengan yang lebih
konkrit. Perumpamaan yang digunakan oleh Rasulullah
saw. sebagai satu metode pembelajaran selalu syarat
dengan makna, sehinga benar-benar dapat membawa
sesuatu yang abstrak kepada yang konkrit atau
menjadikan sesuatu yang masih samar dalam makna
menjadi sesuatu yang sangat jelas.
7. Metode Targhib dan Tarhib
Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi
pembelajaran dengan menggunakan ganjaran terhadap
kebaikan dan hukuman terhadap keburukan agar peserta
didik melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.
Prinsip dasarnya terdapat dalam hadits berikut ini :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﺳُﻠَﻴْﻤَﺎﻥُ ﻋَﻦْ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺑْﻦِ
ﺃَﺑِﻲ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﻋَﻦْ ﺳَﻌِﻴﺪِ ﺑْﻦِ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺍﻟْﻤَﻘْﺒُﺮِﻱِّ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻧَّﻪُ
ﻗَﺎﻝَ ﻗِﻴﻞَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﻦْ ﺃَﺳْﻌَﺪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﺸَﻔَﺎﻋَﺘِﻚَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻗَﺎﻝَ
ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻟَﻘَﺪْ ﻇَﻨَﻨْﺖُ ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ
ﻳَﺴْﺄَﻟُﻨِﻲ ﻋَﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﻭَّﻝُ ﻣِﻨْﻚَ ﻟِﻤَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻣِﻦْ ﺣِﺮْﺻِﻚَ ﻋَﻠَﻰ
ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﺃَﺳْﻌَﺪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﺸَﻔَﺎﻋَﺘِﻲ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ
ﺧَﺎﻟِﺼًﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﺃَﻭْ ﻧَﻔْﺴِﻪِ
Hadis Abdul Aziz ibn Abdillah katanya menyampaikan
padaku Sulaiman dari Umar ibn Abi Umar dari Sâ’id ibn Abi
Sa’id al-Makbârî dari Abu Hurairah, ia berkata: Ya
Rasulullah, siapakah yang paling bahagia mendapat
syafa’atmu pada hari kiamat?, Rasulullah saw bersabda:
Saya sudah menyangka, wahai Abu Hurairah, bahwa tidak
ada yang bertanya tentang hadis ini seorangpun yang
mendahului mu, karena saya melihat semangatmu untuk
hadis. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku ada
hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan ”Lâilaha illa
Allah” dengan ikhlas dari hatinya atau dari dirinya.(al-
Bukhari, t.t, I: 49)
Sanksi dalam pendidikan mempunyai arti penting,
pendidikan yang terlalu lunak akan membentuk pelajar
kurang disiplin dan tidak mempunyai keteguhan hati.
Sanksi tersebut dapat dilakukan dengan tahapan sebagai
berikut, dengan teguran, kemudian diasingkan dan terakhir
dipukul dalam arti tidak untuk menyakiti tetapi untuk
mendidik. Kemudian dalam menerapkan sanksi fisik
hendaknya dihindari kalau tidak memungkinkan, hindari
memukul wajah, memukul sekedarnya saja dengan tujuan
mendidik, bukan balas dendam.
8. Metode pengulangan (tikror)
Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi ajar
dengan cara mengulang-ngulang materi tersebut dengan
harapan siswa bisa mengingat lebih lama materi yang
disampaikan.
Prinsip dasarnya terdapat dalam hadits berikut :
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺴَﺪَّﺩُ ﺑْﻦُ ﻣُﺴَﺮْﻫَﺪٍ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﻋَﻦْ ﺑَﻬْﺰِ ﺑْﻦِ ﺣَﻜِﻴﻢٍ ﻗَﺎﻝَ
ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﺃَﺑِﻲ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻠَّﺬِﻱ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻟِﻴُﻀْﺤِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ
Hadis Musaddad ibn Musarhad hadis Yahya dari Bahzâ ibn
Hâkim, katanya hadis dari ayahnya katanya ia mendengar
Rasulullah saw bersabda: Celakalah bagi orang yang
berbicara dan berdusta agar orang-orang tertawa.
Kecelakaan baginya, kecelakaan baginya. (As-Sijistani, t.t,
II: 716).
Satu proses yang penting dalam pembelajaran adalah
pengulangan/latihan atau praktek yang diulang-ulang. Baik
latihan mental dimana seseorang membayangkan dirinya
melakukan perbuatan tertentu maupun latihan motorik
yaitu melakukan perbuatan secara nyata merupakan alat-
alat bantu ingatan yang penting. Latihan mental,
mengaktifkan orang yang belajar untuk membayangkan
kejadian-kejadian yang sudah tidak ada untuk berikutnya
bayangan-bayangan ini membimbing latihan motorik.
Proses pengulangan juga dipengaruhi oleh taraf
perkembangan seseorang. Kemampuan melukiskan tingkah
laku dan kecakapan membuat model menjadi kode verbal
atau kode visual mempermudah pengulangan. Metode
pengulangan dilakukan Rasulullah saw. ketika
menjelaskan sesuatu yang penting untuk diingat para
sahabat

No comments:

Post a Comment