Alangkah Indahnya Hidup IniAlangkah Indahnya Hidup IniAndai dapat kutatap wajahmuKan pasti mengalir air matakuKerna pancaran ketenanganmuAlangkah Indahnya Hidup iniAndai dapat kukucup tanganmuMoga mengalir keberkatan dalam dirikuUntuk mengikut jejak langkahmuYa Rasullullah Ya HabiballahAdvertisementTak pernah kutatap wajahmuYa Rasulullah Ya HabiballahKami rindu padamuAllahumma Solli Ala MuhammadYa rabbi Solli alaihiwasallimAllahumma Solli Ala MuhammadYa rabbi Solli alaihiwasallimAlangkah indahnya hidup iniAndai dapat kudakap dirimuTiada kata yang dapat aku ucapkanHanya tuhan saja yang tahuYa Rasullullah Ya HabiballahTak pernah kutatap wajahmuYa Rasulullah Ya HabiballahKami rindu padamu
Tuesday, January 31, 2017
Lirik ya rasulallah
"Ya Rasulullah salamun alaik Ya rofii asyaa ni wadda roji Afata yaji rodzal alami ya uhai lal juu di walka romi"Kekasih kita nabi muhammadDambaan kita nabi muhammadPemimpin kita nabi muhammadIdola kita nabi muhammad"Ya Rasulullah salamun alaik Ya rofii asyaa ni wadda roji Afata yaji rodzal alami ya uhai lal juu di walka romi"Sholawat salam salam tetap pada muEngkaulah sang nabi penyejuk hatikuBetapa hasrat ingin bertemuKami semua selalu rinduDatanglah wahai sang kekasihkuHadirlah dalam mimpi indahku"Ya Rasulullah salamun alaik Ya rofii asyaa ni wadda roji Afata yaji rodzal alami ya uhai lal juu di walka romi"Tauladan kita nabi MuhammadPenuntun kita nabi MuhammadJunjungan kita Nabi MuhammadPanutan kita Nabi Muhammad"Ya Rasulullah salamun alaik Ya rofii asyaa ni wadda roji Afata yaji rodzal alami ya uhai lal juu di walka romi"Allahu rabbi ku mohon do'aAmpuni salah dan juga dosaJadikan kami insan yang muliaHati yang iklas serta bertakwaKumpulkan kami dan keluargaBersama nabi kekal di surga (2x)"Ya Rasulullah salamun alaik Ya rofii asyaa ni wadda roji Afata yaji rodzal alami ya uhai lal juu di walka romi"
Liric sholawat turi puteh
Lirik Sholawat Turi Putih Kulon Kali Wetan Kali Cicit cuitFITRIANTO ALTHAF05:13:00#2xTuri Putih Turi Putih | Ditandur ning kebon agungAna Cleret tibo nyemplung | Mba Ira kembange Apa#Shalawat 2xShalatullah Salamullah | Alla Toha RasullilahShalattullah Sallamullah | Alla Yasin HabibillahWetan kali, kulon kaliTengah - tengah tanduran pariSaiki ngaji, sesuk yo ngajiAyo manut poro kyai#Shalawat 2xShalatullah Salamullah | Alla Toha RasullilahShalattullah Sallamullah | Alla Yasin Habibillah#2xTandurane tanduran kembang,Kembang kenanga ning njero guoTumpak ane kereto jowoRoda papat rupo menungso#Shalawat 2xShalatullah Salamullah | Alla Toha RasullilahShalattullah Sallamullah | Alla Yasin HabibillahWedhang Kopi ee.., Gulane jowoGulo jowo katutan ketanYen ngaji ojo podho sembronoYen sembrono kancane setanAllahumma sholli wa sallim ‘alaSayyidina wa Maulana Muhammadin‘Adada ma fi’ilmillahi sholatanDaimatan bidawami mulkillahiSikso kubur iku banget laraneTuru Ijen ra ono kancaneSambat sambat tangis deweanMergo keno godane malaikatBang bang wes rahino bang bang wes rahinosrengengene muncul muncul muncul sunarsumamburatcit citcuit cuit cicit cuit cuit cit cuitrame swara ceh ocehanKrengket gerat geret krengket gerat geretnimbo anging sumur sumur sumur ados gebyar gebyursegere kepati segere kepati kepati bingah bagas kewarasan
Bulughul maram bab sholat jama'ah
Kajian Kitab Bulughul Maram Bab Tentang Shalat Berjama`ah Dan Imam Hadits Ke 318 – 327Posted onFebruari 7, 2015byannur_badiahKajian Rutin Jum’at Pagi Majelis Ta’lim Al-Qowwam Badiah-Riyadh, 17 Rabi,ul akhir 1436 H. 06 februari 2015 M .Membahas tentang bab shalat berjama’ah dan tentang Imam pada hadist ke 318 sampai dengan 327 ,pada kitab bulughul maram yang di sampaikan oleh Ust.Nurhasan Asy’ari,Lc.Keutamaan Sholat jama’ahImam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ غَدًا مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ فَإِنَّ اللَّهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُنَنَ الْهُدَى وَإِنَّهُنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى وَلَوْ أَنَّكُمْ صَلَّيْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ كَمَا يُصَلِّي هَذَا الْمُتَخَلِّفُ فِي بَيْتِهِ لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ وَلَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ وَمَا مِنْ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَعْمِدُ إِلَى مَسْجِدٍ مِنْ هَذِهِ الْمَسَاجِدِ إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّخَطْوَةٍ يَخْطُوهَا حَسَنَةً وَيَرْفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً وَيَحُطُّ عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةً وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّDari Abdullah -yaitu Ibnu Mas’ud- -radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah kelak di akhirat sebagai seorang muslim maka hendaklah dia menjaga sholat-sholat wajib itu yang apabila saatnya tiba maka adzan pun dikumandangkan. Sesungguhnya Allahmensyari’atkan untuk Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam berbagai jalan petunjuk, dan sesungguhnya sholat berjama’ah itu termasuk jalan petunjuk. Kalau saja kalian mengerjakan sholat di rumah-rumah kalian sebagaimana sholatnya orang yang sengaja meninggalkan jama’ah itu sehingga dia mengerjakannya di rumahnya maka itu artinya kalian telah meninggalkan Sunnah Nabi kalian, dan kalau kalian sudah meninggalkan Sunnah Nabi kalian maka pastilah kalian menjadi sesat. Tidaklah seseorang bersuci dengan sebaik-baiknya kemudian dia bersengaja untuk ke masjid di antara masjid-masjid yang ada ini kecuali Allah pasti akan mencatat satu kebaikan baginya dari setiap langkah kakinya dan Allah akan menaikkan derajatnya setiap kali dia melangkahkan kakinya itu, dan Allah berkenan untuk menghapuskan karenanya satu kejelekan. Sungguh, aku teringat bahwa dahulu tidak ada orang yang sengaja meninggalkan sholat jama’ah itu kecuali orang munafiq yang diketahuidengan jelas kemunafikannya. Bahkan sampai-sampai pernah terjadi ada seorang sahabat yang didatangkan ke masjid dalam keadaan dipapah oleh dua orang lelaki hingga diberdirikan di dalam shaf.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah)Hadits Ke-318HADITS KE-318وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( مَنْ سَمِعَ اَلنِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ ) رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَهْ, وَاَلدَّارَقُطْنِيُّ, وَابْنُ حِبَّانَ, وَالْحَاكِمُ, وَإِسْنَادُهُ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ, لَكِنْ رَجَّحَ بَعْضُهُمْ وَقْفَه ُDari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa mendengar adzan tetapi ia tidak datang, maka tidak ada sholat baginya kecuali lantaran udzur.” Riwayat Ibnu Majah, Daruquthni, Ibnu Hibban, dan Hakim dengan sanad yang menurut syarat Muslim. Sebagian menguatkan bahwa hadits ini mauquf.Hadits Ke-319HADITS KE-319وَعَنْ يَزِيدَ بْنِ اَلْأَسْوَدِ رضي الله عنه ) أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم صَلَاةَ اَلصُّبْحِ, فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا هُوَ بِرَجُلَيْنِ لَمْ يُصَلِّيَا, فَدَعَا بِهِمَا, فَجِيءَ بِهِمَا تَرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا, فَقَالَ لَهُمَا: “مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنَا?”قَالَا: قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا. قَالَ: “فَلَا تَفْعَلَا, إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمْ, ثُمَّ أَدْرَكْتُمْ اَلْإِمَامَ وَلَمْ يُصَلِّ, فَصَلِّيَا مَعَهُ, فَإِنَّهَا لَكُمْ نَافِلَةٌ” ( رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَاللَّفْظُ لَهُ, وَالثَّلَاثَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّان َDari Yazid Ibnu al-Aswad bahwa dia pernah sholat Shubuh bersama Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Ketika Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam telah usai sholat beliau bertemu dengan dua orang laki-laki yang tidak ikut sholat. Beliaumemanggil kedua orang itu, lalu keduanya dihadapkan dengan tubuh gemetaran. Beliau bertanya pada mereka: “Apa yang menghalangimu sehingga tidak ikut sholatbersama kami?” Mereka menjawab: Kami telah sholat di rumah kami. Beliau bersabda: “Jangan berbuat demikian, bila kamu berdua telah sholat di rumahmu kemudian kamu melihat imam belum sholat, maka sholatlah kamu berdua bersamanya karena hal itu menjadi sunat bagimu.” Riwayat Imam Tiga dan Ahmad dengan lafadz menurut riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Tirmidzi.Hadits Ke-320HADITS KE-320وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّمَا جُعِلَ اَلْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ, فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا, وَلَا تُكَبِّرُوا حَتَّى يُكَبِّرَ, وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا, وَلَا تَرْكَعُوا حَتَّى يَرْكَعَ, وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اَللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ, فَقُولُوا: اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ اَلْحَمْدُ, وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا, وَلَا تَسْجُدُوا حَتَّى يَسْجُدَ, وَإِذَا صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا, وَإِذَا صَلَّى قَاعِدًا فَصَلُّوا قُعُودًا أَجْمَعِينَ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَهَذَا لَفْظُه ُوَأَصْلُهُ فِي اَلصَّحِيحَيْن ِDari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka apabila ia telah bertakbir, bertakbirlah kalian dan jangan bertakbir sebelum ia bertakbir. Apabila ia telah ruku’, maka ruku’lah kalian dan jangan ruku’ sebelum ia ruku’. Apabila ia mengucapkan (sami’allaahu liman hamidah) maka ucapkanlah (allaahumma rabbanaa lakal hamdu). Apabila ia telah sujud, sujudlah kalian dan jangan sujud sebelum ia sujud. Apabila ia sholat berdiri maka sholatlah kalian dengan berdiri dan apabila ia sholat dengan duduk maka sholatlah kalian semua dengan duduk.” Riwayat Abu Dawud. Lafadznya berasal dari Shahih Bukhari-Muslim.Hadits Ke-321HADITS KE-321وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه ) أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَأَى فِي أَصْحَابِهِ تَأَخُّرًا. فَقَالَ: تَقَدَّمُوا فَائْتَمُّوا بِي, وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ” ( رَوَاهُ مُسْلِم ٌDari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melihat para sahabatnya mundur ke belakang. Maka beliau bersabda: “Majulah kalian dan ikutilah aku, dan hendaknya orang-orang di belakangmu mengikuti kalian.” Riwayat Muslim.Hadits Ke-322HADITS KE-322وَعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رضي الله عنه قَالَ: ( اِحْتَجَرَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم حُجْرَةً بِخَصَفَةٍ, فَصَلَّى فِيهَا, فَتَتَبَّعَإِلَيْهِ رِجَالٌ, وَجَاءُوا يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ… ) اَلْحَدِيثَ, وَفِيهِ: ( أَفْضَلُ صَلَاةِ اَلْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا اَلْمَكْتُوبَةَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِZaid Ibnu Tsabit Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah membuat bilik dari tikar, lalu beliau sholat di dalamnya. Orang-orang mengetahuinya dan mereka datang untuk sholat bersama beliau. Hadits, dan di dalamnya disebutkan: “Sebagik-baik sholat seseorang itu di rumahnya kecuali sholat fardlu.” Muttafaq Alaihi.Hadits Ke-323HADITS KE-323وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: ) صَلَّى مُعَاذٌ بِأَصْحَابِهِ اَلْعِشَاءَ, فَطَوَّلَ عَلَيْهِمْ, فَقَالَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم “أَتُرِيدُ أَنْ تَكُونَ يَا مُعَاذُ فَتَّانًا؟ إِذَا أَمَمْتَ اَلنَّاسَ فَاقْرَأْ: بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا، وَ: سَبِّحْ اِسْمَ رَبِّكَ اَلْأَعْلَى، وَ: اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ, وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى” ( مُتَّفَقٌ عَلَيْه، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍDari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Muadz pernah sholat Isya’ bersama para shahabatnya dan ia memperlama sholat tersebut. Maka bersabdalah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam: “Apakah engkau mau wahai Muadz menjadi seorang pemfitnah? Jika engkau mengimami orang-orang maka bacalah (washamsyi wadluhaaha), (sabbihisma rabbikal a’laa), (Iqra’ bismi rabbika), dan (wallaili idzaa yaghsyaa).” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.Hadits Ke-324HADITS KE-324وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا فِي قِصَّةِ صَلَاةِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالنَّاسِ, وَهُوَ مَرِيضٌ – قَالَتْ: ( فَجَاءَ حَتَّى جَلَسَ عَنْ يَسَارِ أَبِي بَكْرٍ, فَكَانَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ جَالِسًا وَأَبُو بَكْرٍ قَائِمًا, يَقْتَدِي أَبُو بَكْرٍ بِصَلَاةِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَيَقْتَدِي اَلنَّاسُ بِصَلَاةِ أَبِي بَكْرٍ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِDari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu tentang kisah sholat berjama’ah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ketika beliau sakit. ‘Aisyah berkata: Beliaudatang dan duduk di sebelah kiri Abu Bakar. Beliau mengimami jama’ah dengan duduk sedang Abu Bakar berdiri. Abu Bakar mengikuti sholat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan orang-orang mengikuti sholat Abu Bakar.Hadits Ke-325HADITS KE-325وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ) إِذَا أَمَّ أَحَدُكُمْ اَلنَّاسَ فَلْيُخَفِّفْ, فَإِنَّ فِيهِمْ اَلصَّغِيرَ وَالْكَبِيرَ وَالضَّعِيفَ وَذَا اَلْحَاجَةِ, فَإِذَا صَلَّى وَحْدَهُ فَلْيُصَلِّ كَيْفَ شَاءَ ( مُتَّفَقٌ عَلَيْهDari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seorang di antara kamu mengimami orang-orang maka hendaknya ia memperpendek sholatnya, karena sesungguhnya di antara mereka ada yang kecil, besar, lemah, dan yang mempunyai keperluan. Bila is sholat sendiri, maka ia boleh sholat sekehendaknya.” Muttafaq Alaihi.Hadits Ke-326HADITS KE-326وَعَنْ عَمْرِو بْنِ سَلَمَةَ قَالَ: قَالَ أَبِي: ( جِئْتُكُمْ مِنْ عِنْدِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم حَقًّا. قَالَ: فَإِذَا حَضَرَتْ اَلصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ أَحَدُكُمْ, وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْثَرُكُمْ قُرْآنًا, قَالَ: فَنَظَرُوا فَلَمْ يَكُنْ أَحَدٌ أَكْثَرَ قُرْآنًا مِنِّي, فَقَدَّمُونِي, وَأَنَا اِبْنُ سِتٍّ أَوْ سَبْعِ سِنِينَ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيّ ُAmar Ibnu Salamah berkata: Ayahku berkata: Aku sampaikan sesuatu yang benar-benar dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Beliau bersabda: “Bila waktu sholat telah datang, maka hendaknya seorang di antara kamu beradzan dan hendaknya orang yang paling banyak menghapal Qur’an di antara kamu menjadi imam.” Amar berkata: Lalu mereka mencari-cari dan tidak ada seorang pun yang lebih banyak menghapal Qur’an melebihi diriku, maka mereka memajukan aku (untuk menjadi imam) padahal aku baru berumur enam atau tujuh tahun. Diriwayatkan oleh Bukhari, Abu Dawud dan Nasa’i.Hadits Ke-327HADITS KE-327وَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ) يَؤُمُّ اَلْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اَللَّهِ, فَإِنْ كَانُوا فِي اَلْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ, فَإِنْ كَانُوا فِي اَلسُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً, فَإِنْ كَانُوا فِي اَلْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا -وَفِي رِوَايَةٍ: سِنًّا- وَلَا يَؤُمَّنَّ اَلرَّجُلُ اَلرَّجُلَ فِي سُلْطَانِهِ, وَلَا يَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ”. ( رَوَاهُ مُسْلِمDari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Yang mengimami kaum adalah orang yang paling pandai membaca al-Qur’an di antara mereka. Jika dalam bacaan mereka sama, maka yang paling banyak mengetahui tentang Sunnah di antara mereka. Jika dalam Sunnah mereka sama, maka yang paling dahulu berhijrah di antara mereka. Jika dalam hijrah mereka sama, maka yang paling dahulu masuk Islam di antara mereka.” Dalam suatu riwayat: “Yang paling tua.” “Dan Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya dan janganlah ia duduk di rumahnyadi tempat kehormatannya kecuali dengan seidzinnya.” Riwayat Muslim.
Tuntunan sholat
Bab VII Shalat Jamaah (Bag 1)Shalat berjamaah adalah simbol keutuhan umat Islam. Sekat perbedaan hilang digantikan persatuan dan persaudaraan sesama Muslim. Tidak heran jika shalat yang dikerjakan dengan berjamaah mempunyai pahala yang jauh lebih besar dibanding shalat sendirian. Rasulullah saw bersabda:صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةًArtinya: Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan selisih 27 derajat.(HR. al-Bukhari)Shalat jamaah bisa didirikan paling sedikit oleh dua orang: seorang imam dan seorang makmum. Hukum melakukan shalat berjamaah dalam shalat lima waktu adalah fardhu kifâyah bagi orang Muslim laki-laki, mukim, merdeka dan tidak ada udzur. Dengan demikian jika dalam satu desa tidakada yang mengerjakan shalat berjamaah sama sekali, maka semua penduduk desa tersebut berdosa.Seseorang masih dianggap mengikuti jamaah selagi imamnya masih belum melafalkan mîm-nya lafal: عَلَيْكُمْ dalam salam pertama, meskipun makmum tidak sempat duduk bersama duduk tasyahud-nya imam.Syarat Sahnya Shalat Jamaah1. Makmum harus berniat jadi makmum atau berniat berjamaah (mengikuti imam). Sedangkan imam hanya disunnatkan berniat jadi imam agar bisa memperoleh pahala jamaah.Niat berjamaah dilakukan pada saat takbîratul ihrâm. Jika niat berjamaah dilakukan di pertengahan shalat maka hukumnya makruh dan tidak memperoleh fadhilahnya berjamaah. Keabsahan melakukan niat berjamaah di tengah-tengah shalat itu berlaku untuk selain shalat Jum’at. Sebab, shalat Jum’at wajib dikerjakan berjamaah. Imam dan makmum Jum'at wajib niat berjamaah bersamaan dengan takbîratul ihrâm.2. Tahu terhadap perpindahan rukun yang dilakukan imam, bisa dengan melihat imamnya, mendengar suaranya, mendengar suara orang yang menyampaikan takbîr intiqâl-nya imam (muballigh), atau melihat sebagian dari makmum.3. Makmum harus menyesuaikan dengan imamnya dalam melakukan atau meninggalkan sunnat-sunnat shalat yang jika tidak menyamai imamnya akan menyebabkan terjadinya perbedaan yang mencolok antara gerakan imam dan makmum. Misalnya, jika imam melakukan atau meninggalkan sujud tilâwah, maka makmum harus mengikuti imam.4. Posisi makmum tidak boleh berada di depan imam. Bolehlurus dengan imam akan tetapi hukumnya makruh dan menghilangkan fadhilah jamaah. Patokan posisi pada saat berdiri adalah tumit kaki, bukan ujung jari-jari.[1] Jadi, tumit kaki makmum tidak boleh berada di depan tumit kaki imam.5. Makmum tidak boleh mendahului atau terlambat dari imam dalam dua rukun fi'li(rukun yang berbentuk gerakan bukan ucapan) secara berurutan.Sedangkan bersamaan dengan imam hukumnya ada lima:a. Haram dan dapat membatalkan shalat, yaitu bersamaan dengan imam dalamtakbîratul ihrâm.b. Sunnat. Yaitu membaca âmîn setelah Fâtihahnya imam.c. Makruh dan dapat menghilangkan keutamaan jamaah jikadilakukan dengan sengaja, yaitu bersamaan dengan imam dalam melakukan rukun-rukun fi’li dan salam.d. Wajib, yaitu jika makmum tahu bahwa kalau tidak membaca Fâtihah bersama imam, maka ia akan tertinggal duaatau tiga rukun dari imam yang menyebabkan batalnya shalat.e. Mubah (boleh). Yaitu di selain hal-hal di atas.6. Antara imam dan makmum harus cocok dalam susunan atau bentuk shalatnya.Maka dari itu, tidak sah melakukan shalat lima waktu dikerjakan berjamaah dengan orang yang shalat khusuf (gerhana) atau jenazah, karena bentuk shalatnya tidak sama.7. Imam dan makmum harus berkumpul dalam satu tempat. Mengenai hal ini masih ada beberapa peninjauan:Pertama, bila imam dan makmum sama-sama di dalam masjid, maka makmum boleh mengikuti imam sekalipun jarak antara makmum dan imamnya lebih dari 300 hasta (183,6 meter) asalkan 1) makmum tahu pada perpindahan rukun imam, 2) tidak ada penghalang yang membuat makmum tidakbisa sampai kepada imam jika misalnya makmum berjalan. Maksudnya, antara makmum dan imam ada jalan (ruang) tembus sekalipun dengan cara berpaling (mundur).Kedua, bila imamnya di masjid sedangkan makmum berada di luar masjid, maka: 1) jarak antara ujung masjid dengan tempat itu tidak boleh melebihi 300 hasta (183, 6 meter) jika barisan shaf jamaah tidak bersambung hingga tempat tersebut; 2) makmum harus tahu perpindahan rukun imam; 3)tidak ada penghalang antara keduanya (harus ada jalan tembus yang menghubungkan makmum dan imam, walaupun dengan cara menyamping). Dalam persoalan kedua ini jalan tembus tidak bisa dengan cara berpaling (mundur).Ketiga, bila jamaah dilakukan di tempat lapang atau di dalam bangunan yang bukan masjid, maka syaratnya: 1) jarak antaraimam dan makmum tidak boleh lebih dari 300 hasta. 2) makmum harus mengetahui perpindahan rukun imamnya. 3) tidak ada penghalang antara keduanya (harus ada jalan tembus yang menghubungkan makmum dan imam, walaupun dengan cara menyamping). Dalam persoalan ketiga ini, juga jalan tembus tidak bisa dengan cara mundur.8. Memiliki keyakinan bahwa shalat imamnya sah. Maka, makmum yang bermadzhab Syafii tidak sah bermakmum pada orang yang bermadzhab Maliki yang melarang membaca Basmalah di awal Fâtihah, jika makmum yakin bahwa imamnya tidak membaca Basmalah ketika membaca Fâtihah.9. Tidak boleh bermakmum pada perempuan jika makmumnya laki-laki.10. Tidak boleh bermakmum kepada orang yang sedang menjadi makmum.Sunnat-sunnat dalam Shalat JamaahSunnat-sunnat bagi imam:1.Mengerjakan kewajiban dan kesunnatan seringan mungkin. Ini bukan berarti sunnat memilih yang tidak sempurna, akan tetapi sunnat tidak melebihi kesempurnaan yang telah ditetapkan, semisal membaca tasbîh tiga kali saja. Hal ini karena kondisi makmum bermacam-macam. Bisa jadi di antara mereka ada yang sudah tua atau terburu-buru disebabkan ada urusan.2.Mengeraskan suaranya di setiap takbir baik takbîratul ihrâm atau takbir intiqâl(perpindahan rukun).3.Memanjangkan shalatnya di rakaat pertama. Ini berlaku ketika pada awalnya ia shalat sendirian, laluberfirasat bahwa akan ada orang yang akan bermakmum pada dirinya.4.Sebelum takbir memerintah makmum agar meluruskan barisannya.5.Memperlama rukû‘ dalam rakaat terakhir. Hal ini bertujuan untuk memberikankesempatan pada makmum yang baru datang (masbûq) agar memperolehhitungan rakaat.6.Juga makruh menjadi imam bagi orang-orang yang kebanyakan dari mereka tidak menyukainya karenaalasan syariat, semisal penguasa yang tidak disukai karena kedzalimannya atau orang yang tidak disukai karena tidak menjaga diri dari najis.[2]============Dari buku : Shalat itu Indah dan Mudah (Buku Tuntunan Shalat)Diterbitkan oleh Pustaka SIDOGIRIPondok Pesantren Sidogiri. Sidogiri Kraton Pasuruan Jawa TimurPO. Box 22 Pasuruan 67101. Telp. 0343 420444 Fax. 0343 428751============FOOTNOTE[1] Lihat Hâsyiyat al-Bujayrami alâ al-Khathîb juz 2 hlm. 319.[2] Lihat Fath al-Allâm juz 2 hlm 556.
Bahsul masail bab sholat
1. Sebatas mana tertawa yang dapat membatalkan sholat ?Jawab : ketika mengeluarkan dua huruf atau lebih ,atau satuhuruf yang dapat di fahamRef : al- bayjuri awwal﴿قوله : ولقهقهة ﴾....ومحل البطلان بها ان ظهر بها حرفان فااكثراوحرف مفهم فالبطلان فيها من جهة الكللام المستملة عليه 2. Syahkah sholatnya orang yang menelan air ludah,yang terasa manis karena habis makan permen ?Jawab : tidak syahRef : al –bayjuri awwal hal 267.قوله : ﴿او قلايلا﴾ ولو من الريق المختلط بغير,ةلة ولو كان بفمه سكرة مثلا فذابت فبلع دونها فبطلت صلاته3. Masbuk tertinggal tertinggal satu roka’atnya imam ,kemudian ketika imam salam ,ia pun mengikutinya ,akan tetapi setelah salam, masbuk teringat bahwa ia masih kurang satu roka’at, apa yang sebaiknya masbuk lakukan ?Jawab : ketika masa ingat dari salam belum lama,makamasbuk langsung berdiri untuk menyempurnakan roka’at yang tertinggal ,dan di sunnahkan sujud syahwiRef : fathul qorib hal 138 .او ذكره بعد السلام والزمان قريب ,اتي به وبني عليه ما بقي من الصلاة وسجد السهو4. Ani melakukan sholat maghrib,ketika selesai sholat ,ani mengetahui kalau di tangannya masih terdapat cat.bagaimana hukum sholatnya ani ?Jawab : tidak syah.karena wudlunya ani tidak syah ,di karenakan ada mani’ yang menghalangi sampainya air pada kulitRef : fathul mu’in . juz awwal hal 45.ورابعها ان لايكون علي العضو حا ئل بين الماء والمغسول 5. Ketika fahmi menjalankan sholat,tiba-tiba kejatuhan kotoran cicak ,batalkah sholatnya fahmi ?Jawab : tafshil .- batal , apabila tidak lansung di buang ﴾di kipatke ﴿- tidak batal ,apabila najis tersebut langsung di buang tanpamemegang Ref : tausyih ibnu qosim hal 33.قوله :﴿ولو وقع علي ثوبه ﴾ او بدنه نجا سة يابسة اورطبة فنفض ثوبه او نزعه من غير قبض ولا حمل , او غسلها بصب الماء عليها , اوغمس محلها في ماء كثير عنده حالا اى قبل مضي اقل الطماء نينه لم تبطل صلاته 6. setelah sholat Apa alasan di makruhkannya melakukan sholat ashar dan shubuh ?Jawab : karena melakukan sholat di waktu tersebut seolah-olah bersujud kepada syaitanRef : al –bayjuri awwal hal 282-283.قوله :﴿ لا يصلي فيها ﴾ ....وقدجاء في الحديث: ان الشمش تطلع ومعها قرن الشيطان فاءذا استوت قا رنها...ليكون الساجد لها كالساجد له7. Bagaimana hukum melakukan sholat witir dua kali dalam satu malam pada waktu yang berbeda?Misalnya tiga roka’at setelah ba’diyyah ‘isya, dan satu roka’at setelah shalat malam ?Jawab : sholat witir yang di lakukan setelah sholat malam tidak syah ,karena tidak boleh melakukan sholat witir dua kali dalam satu malamRef : al –bayjuri awwal hal 200 .قوله :﴿ ووقته بين صلاة العشاء وطلوع الفجر﴾ ....فاان اوتر ثم تهجد لم يندب له اعا دته بل لايصح لخبر :لاوتران في ليلة8. Bagaimana hukum makan sebelum melakukan sholat I’ddain ?Jawab : tafshilSunnah ketika idul fitriMakruh ketika idul adhaRef : minhajul qowwim juz 2 hal 86-87ويسن الاكل والشرب ﴿ فيه ﴾ اي الفطر ﴿ قبلها ﴾ اي قبل الصلاة والا مساك في عيد الفطر للاتباع9. Kapan waktu di sunnahkannya mengumandangkan takbiran ?Jawab : tafshil.- idul fitri ,mulai terbenamnya matahari akhir bulan ramadhan sampai takbirotul ikhromnya sholat ‘ied- Idul adha , mulai subhuhnya hari arofah sampai akhir waktu asharnya akhir hari tasyrik ﴾ 13 dzul hijjah﴿Ref : fathul qorib 167-168.قوله : ﴿ ويكبر ﴾....وندبا كل من ذكر وانثي وحاضر ومسافر ...من ايام التشريق10. Apakah khutbah dalam sholat I’ed yang di dirikan oleh jama’ah wanita tetap di Di sunnahkan ?Jawab : tidak .kecuali yang menjadi khotib laki-lakiRef : al bayjuri awwal hal 334.قوله :﴿ويخطب﴾ ..... فلا خطبة لمنفرد ولا لجماعة النساء الا ان يخطب لهن ذكر11. Kapan waktu yang utama untuk melakukan mandi jum ‘at?Jawab : ketika akan berangkat sholat jum’atRef : albayjuri awwal hal 118 .فوله :﴿ووقته من الفجر الصادق ﴾ ....وتقريبهمن ذهابه افضل لانه ابلغ في المقصود من انتفاء الرا ئحةالكريهةحا ل الاجماع 12. Bolehkah musafir meninggalkan sholat jum’at ?Jawab : Boleh ketika berangkatnya sebelum fajarRef: al-bayjuri awwal hal 315.فوله :﴿ ومسافر﴾ اىسفرا مباحا ولو قصيرا لاشتغاله باحوال السفر ....ويحرم علي من تلزمه الجمعة السفر بعد فجر يومه13. Seseorang yang bepergian dengan tujuan berdagang,tiba-tiba di tengah perjalanan melakukan maksiat ﴾ minum arak ﴿ ,bolehkah orang tersebut mengqosor sholat ?Jawab : bolehRef : al bayjuri awwal hal 301.قوله : غير معصية .....فا الشرط ان يكون السفر بسبب غير المعصية وان عصي فيه كما لو سفر لتجارةاوزيارة وعصي فيه بزنا او شرب خمر مثلا ويمشي حينئذ عاصيا في السفر فيجوز له القصر 14. Bolehkah mengqosor sholat maghrib ?Jawab : tidak. Karena sholat yang boleh di qosor hanya sholat yan bilangannya 4 rokaatRef : fathul wahhab hal 81.انما تقصر ربا عية مكتوبة هي من زيا دتي﴿ مؤداة او فاءتة سفر قصر في سفر ﴾ بشروطه الا نية فلا تقصر صح ومغرب ومنذورة ونافلة15. perbolehkan mengqosor sholat ﴾ 2 marhalah ﴿akan tetapi di tempuh dengan waktu yang sangat singkat, sepertijarak Yogyakarta –jakarta dengan naik pesawat ?Jawab : boleh . karena yang menjadi ketentuan adalah jarak ,bukan waktu .Ref : al –bayjuri awwal hal 302قوله : ﴿ ان تكون مسافته ا لخ ﴾ ولو قطع هذه المسافة في لحظة لكونه من اهل الخطوة سواء قطعها في بر او بجر....16. Orang yang bertamasya ,apakah di perbolehkan mengqosor sholat ?Jawab : tidak boleh .Ref : al bayjuri awwal hal 300.والرابع : ان يكون سفره لغرض صحيح كزيا رةوتجارة وحج لا مجرد التنزه ورؤية البلاد فانه ليس من الغرض الصحيح لاءصل السفر بخللاف ما لو كان لمقصده طريقان طويل وقصير17. Sebatas manakah keutamaan memakai sarung ?Jawab : tafshilUntuk laki-laki di sunnahkan setengah betis kaki apabila sampai mata kaki biper bolehkan tanpa ada kemekruhanUntuk kaum hawa di sunnahkan 1dziro’ setelah telapak kaki﴾ kurang lebih 48 cm ﴿Ref : minhajul qowwim awwal hal 83 .)قوله : ( واالسنة في الثوب والازار ان يكون الي نصف السا قين .ويجوز بلا كراهة الي الكعبين .والمرءة ارسال الثوب علي الارض الى ذراع18. Seseorang telah mengerjakan sholat di kota A,kemudian pergi ke kota B ,dan ternyata di mkota B baru masuk waktu sholat maghrib .bagaimana hukum sholat maghrib yang di kerjakan di kota A ?Jawab : Wajib di ulangiRef : al-bayjuri juz 1 hal 189 .)قوله :( وهو غروب الشمس .....ولوغربت الشمس على شخص في بلد فصلى المغرب فيه ثم سافر الى بلد اخرى فوجدالشمس لم تغرب فيه وجب عليه اعا دةالمغرب19. Sholat sunnah malam hari yang di lakukan sebelum tidurapakah bisa di namakan sholat tahajjud ?Jawab : Tidak .Ref : al-bayjuri juz 1 hal 201 .(قوله :)صلاةاليل .....واصطلاحا صلاة بعد فعل العشاء ولو مجموعة مع المغرب جمع تقديم وبعد نوم ولو كان النوم قبل العشاء20. bagaimana hukum orang yang melakukan sholat denganmemakai pakaian ketat ?Jawab : MakruhRef : al-bayjuri juz 1 hal 209 .)قوله :( لون العورة قدر الشارح لون ليفيد الاكتفاء بما يمنع اللون دون الجرم كاالسراويل الضيفة لكنه يكره 21. Bagaimana hukum adzan dengan di lagukan ?Jawab : makruhRef : al-minhajul qowim hal 36 .(ويكره ) فيهما التطريب والتلخين وتفخيم الكلام والتشادق 22. Semisal kita mengqodlo sholat Isya’pada siang hari /waktu sholat dhzuhur .apakah kita di sunnahkan jahr ( mengeraskan suara )Jawab : tidakRef : al-bayjuri juz 1 hal 167 .)قوله :( وهو الصبح ...والعبرة في الفريضة المقضية بوقت القضاء لا بوقت الاداء فيجهر في قضاء الظهر مثلا ليلا ويسر في قضاء العشاء مثلا نهرا23. Semisal seseorang yang melakukan sholat ,setelah melakukan salam yang pertama orang tersebut hadast,kemudian meneruskan salam yang kedua .bagaimana hukumsholatnya ,dan hukum salam yang kedua ?Jawab : hukum sholatnya tidak batal dan salamnya haramRef : al-bayjuri juz 1 hal 206 .)قوله :( والحدث ...ومحل بطلا نها بالحدث اذا كان قبل تسليمة الاولى اما اذا احدث بعدها ولو قبل التسليمة الثا نية فائه لا يضر24. Ada seorang sedang sholat ,ketika melakukan tahiyatul awwal orang tersebut terlanjur duduk tawaruk,kemudian ia pindah duduk iftirosh .apakah perpindahan orang terrsebut dapat membatalkan sholat ?Jawab : Dapat membatalkan sholat ,apabila ketika berpindah jidatnya menyamai kedua lututnya atau seperti rukuknya orang yang sholat dengan dudukRef : Ia’natutholibin juz 1 hal 26 .( و) تبطل ( بزيادة ركن فعلى عمدا ) .....ان ينحنى الجالس الى ان تحا ذى جبهته ما امام ركبتيه ولو لتحصيل توركه اوفتراش المندوب لان المبطل لان المبطل لا يغتفر المندوب 25. Bagaimana hukum seorang wanita beradzan ?Jawab : makruhRef : al-muhadzab juz 1 hal 57 .(فصل ) ولا يصح الاذان الا من مسلم ....ويكره المرءة تؤذ ن ويستحب لها ان تقيم26. sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita ,bahwa sebelum sholat berjama’ah tepatnya di antara adzan dan iqomah membaca puji-pujian yang berisi doa bagaimana hukum membaca puji-pujian yang berisi doa tersebut ?Jawab : sunnahRef : al-bayjuri juz 1 hal 240 .)قوله :( الاذان.....ويسن الدعاء بينهما مخبر لايرد بين الاذان والاقامة واكده سؤالعافية فى الدنيا والاخرة27. Bagaimana hukum adzan anak laki-laki yang belum tamyiz ?Jawab : Tidak shahRef : al-bayjuri juz 1 hal 239 .)قوله : ( الاذان.....ويشترط فى الاذان والاقامة الاسلام والتمييز والترتيب والولاء بين كلما تهما28. Apakah termasuk muschaf TV yang menampilkan ayat al Qur a’n ?Jawab : tidak termasuk muschafRef : al-bayjuri juz 1 hal 114 .( dalem ))قوله :( وهو اى المصحف وقوله اسم المكتوب من كلام الله بين الدفتين اى دفتي المصحف29. Bagaimana hukum sholatnya seorang makmumyang membaca tasbih ketika imam lupa ( tanpa di niyati dzikir /mengingatkan imam )Jawab : menurut qoul doloif tidak batal ,dan mnenurut qoul mu’tamad batalRef :al-bayjuri juz 1 hal 174 .)قوله : ( او اطلاق.....وقوله لم تبطل صلاته ضفيف والمعتمد انها تبطل فى صورة الاطلاق30. Bagaimana hukum niat menjadi imam dalam sholat sendiri ?Jawab : tafshil =a. sunnat, apabila berharap ada makmum yang datangb. tidak sunnat ,apabila tidak mengharapkan makmumRef : al-bayjuri juz 1hal 195 .)قوله :( بل هي مستحبة.....وتستحب النةية المذ كورةوان لم يكن خلفه احد حيث رجا من يقتدى به والا فلا تستحب 31. Bagaimana hukum menyentuh terjemahan al Qur an ( al-Qur an terjemah )bagi muhdist ( arang yang hadast ) ?Jawab : HaramRef : al-bayjuri juz 1hal 33 .)قوله :( اما بترجمة المصحف المكتوبة سطوره فلا تعطى حكم التفسير بل تبقى للمصحف حرم مسه وحمله32. Bagiamana hukum sujudnya orang yang telapak jari kakinya tidak di tempelkan pada tempat sujud ?Jawab : hukumnya shahRef : al-bayjuri juz 1 hal 153 .)قوله :( مباشرة الخ...فيجب كشف الجبة ويسن كشف اليد والرجلين 33. Sebatas manakah sarung yang berlubang tidak shah dipakai untuk sholat ?Jawab : Sebatas warna kulit dapat di lihat dalm majlis takhottub ( percakapan )Ref : I’anatuthholibin juz 1 hal 134 .)قوله : ( بما لا يصف لونا اى لون البشرة فىمجلس التخا طب .....مجلس التخا طب هو يقتدى ان ما منع فى مجلس التخاطب وكان بحيث لو تأمل النظر فيه مع زيادة34. Sebatas mana masih di perbolehkan kembali berdiri untuk melakukan Qunut yang tertinggal karena lupa ?Jawab : Sebelum melakukan sujud dengan sempurnaRef : al-bayjuri juz 1 hal 186 .)قوله :( مثلا ........فان كان قبل التلبث به ولو بعد وضع الجبهة فقط او بعض الاعضاء اوقبل التحامل والتنكيس جاز له العود35. Shahkah seorang wanita melakukan sholat jum ‘at ,dan apakah wajib mengulangi sholat dhuhur ?Jawab : Shah dan tidak wajib mengulangi sholat dhuhurRef : al-bayjuri juz hal 212 .)قوله :( ومريض ونحوه واعلم ان كل من صحت ظهره فمن لا تلزمه جمعة تصح منه الجمعة وتغنيه عن ظهره36. Bagaimna hukum mengqodlo sholat Ied ?Jawab : Di sunnahkanRef : al-bayjuri juz 1 hal 225 .)قوله : ( وقت صلاة عيدين....ويسن قضاءها اذا فاتت لانه يسن قضاءالنفل المؤقت ان خرج وقته37. Apa perbedaan makruh tahrim dan makruh tanzih ?Jawab : makruh Tachrim yaitu ,apabila di lakukan mendapat dosa sedang makruh tanzih yaitu ,apabila di lakukan tidak mendapatkan dosaRef : al-bayjuri juz 1 hal 282 .)قوله :( تحريما اى....والفرق بين كرا هة التحريم وكراهة التنزيه : ان الاول تقضى الاثم والثانية لا تقضيه38. Bagaimana hukum melakukan dua adzan pada sholat jum ‘at ?Jawab : sunnatRef : I’anatuttholibin juz 1 hal 232 .)قوله : (ويسن اذانان لصبح واحد قبل الفجرواخر بعده فان قصر فالاولى بعده واذانان الجمعة احدهما بعد صعود الخطيب المنبر والاخر الذى قبله39. Bagaiman hukum melakukan khutbah jum ‘at dengan meggunakan bahasa selain arab ? Jawab : Boleh kecuali ayat al qur’anRef : al-bayjuri juz 1 hal 219 .( قوله : ) ويشترط .....ومحل اشتراط العربية ان كان فى القوم عربي والا كفى كونهما باالعجمية الا فى الاية فلا بد منها من العربية40. Sudah berlaku di masyarakat bahwasanya pada malam hari raya idul fitri dan idul adha mengadakan takbir keliling di jalan raya .bagaimana hukum takbir keliling tersebut ?Jawab : SunnahRef : al-bayjuri juz 1 Hal 332 .( قوله :) ويكبر ندبا كل من ذكر وانثى وحاضر وسافر فى المنازل والطرق والمساجد والاسواق من غروب الشمس41. Bagaimana hukum meninggalkan takbir 7 kali pada rokaat awwal ketika sholat Ied ?Jawab : makruhRef : al-bayjuri juz hal 333 .قوله :( ويكبر فى الركعة الالى ) قوله تركه لم يسجد للسهو وان كان تركه مكروها42. Bagaimana hukum orang yang muqim menjamak sholat di karekan ada hajat ?Jawab : Boleh,apabila hajat tersebut tidak menjadi kebiasaanRef :kifayatul akhyar hal 118 .( فرع ) ....بل ذهب جماعة من العلماء الى جواز الجمع فى الحضر للحاجة امن لايتخذه عادة43. Orang yang profesinya menjadi sopir jarak jauh ,apkah di berbolehkan menjamak atau mengqohsor sholatnya ?Jawab : Boleh, akan tetapi yang lebih utama menyempurnakan sholatnyaRef : al-bayjuri juz 1 hal 201 .قوله :( ويجوز الخ ).....ومن يديم السفر مطللا قا كاالساعى فان الاتمام افضل له خروجا لمن اوجبه كالامام احمد رضى الله عنهSumber : Kajian Musyawaroh Fiqh Siswi Fatchul Mu’in Awwal APIP 2 Tegalrejo Magelang
Fatkhul mu'in bab sholat
Fathul Mu'in (Bab Shalat)باب الصلاة هي شرعا أقوال وأفعال مخصوصة مفتتحة بالتكبير مختتمة بالتسليم وسميتبذلك لاشتمالها على الصلاة لغة وهي الدعاء والمفروضات العينية خمس في كل يوم وليلة معلومة من الدين بالضرورة فيكفر جاحدها ولم تجتمع هذه الخمس لغير نبينا محمد صلى الله عليه وسلم وفرضت ليلة الإسراء بعد النبوة بعشر سنين وثلاثة أشهر ليلة سبع وعشرين منرجب ولم تجب صبح يوم تلك الليلة لعدم العلم بكيفيتهاBAB SHALATShalat dalam definisi Syara' adalah : Segala perkataan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam. Dinamakan Shalat dengan demikian (lafadh Shalat)karena di dalam terdapat Shalat dalam pengertian bahasa. Shalat menurut bahasa adalah Doa.Shalat yang difardhukan untuk setiap muslim sehari semalam lima waktu. Kewajiban ini diketahui secara dharuri (mudah/setiap orang) dalam agama Islam, karena itu orang yang mengingkarinya dihukumkan dengan kafir. Shalat lima waktu ini tidak berhimpun bagi selain Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Shalat difardhukan pada malam Isra' dua puluh rajab, dua puluh tahun tiga bulan setelah pengangkatan Rasulullah. Shalat subuh pada hari Isra' tidak diwajibkan karena belum ada ilmu dengan tatacara pelaksanaannya.( إنما تجب المكتوبة ) أي الصلوات الخمس ( على ) كل ( مسلم مكلف ) أي بالغ عاقل ذكر أو غيره ( طاهر ) فلا تجب على كافر أصلي وصبي ومجنون ومغمى عليه وسكران بلا تعد لعدم تكليفهم ولا على حائض ونفساء لعدم صحتها منهما ولا قضاء عليهما بل تجب على مرتد ومتعد بسكرSesungguhnya diwajibkan al-maktubah artinya Shalat lima waktu terhadap setiap muslim yang mukallaf, artinya baligh (telah sampai umur) berakal laki-laki atau lainnya, lagi yang suci. Maka tidak diwajibkan shalat terhadap kafir asli, anak-anak, orang gila, orang pitam dan orang mabuk tanpa unsur kesengajaan disebabkan ketiadaan ditaklif (dituju hukum) kepada mereka. Juga tiada diwajibkan shalat terhadap perempuan yang berhaidh dan bernifaskarena tiada sah shalat keduanya dan tiada (diperintahkan) qadhaterhadap keduanya. Namun diwajibkan qadha kepada murtad danorang yang sengaja mabuk.( ويقتل ) أي ( المسلم ) المكلف الطاهر حدا بضرب عنقه ( إن أخرجها ) أي المكتوبة عامدا ( عن وقت جمع ) لها إن كان كسلا مع اعتقاد وجوبها ( إن لم يتب ) بعد الاستتابة وعلى ندب الاستتابة لا يضمن من قتله قبل التوبة لكنه يأثم ويقتل كفرا إن تركها جاحدا وجوبها فلا يغسل ولا يصلى عليه( ويبادر ) من مر ( بفائت ) وجوبا إن فات بلا عذر فيلزمه القضاء فورا قال شيخنا أحمد بن حجر رحمه الله تعالى والذي يظهر أنه يلزمه صرف جميع زمنه للقضاء ما عدا ما يحتاج لصرفه فيما لا بد منه وأنه يحرم عليه التطوع ويبادر به ندبا إن فات بعذر كنوم لم يتعد به ونسيان كذلكDan dibunuhkan sebagai “had” (atas nama had [ganjaran], artinya bukan sebagai kafir) Muslim yang mukallaf lagi yang suci dengan memotong lehernya, jika mengeluarkan shalat maktubah (fardhu) dari waktu jama’ bagi shalat terseut secara sengaja karena malas mengerjakan shalat dan beri’tiqad wajib shalat. Hal ini apabila ia belum bertaubat setelah diperintah untuk bertaubat. Berpijak atas pendapat sunat perintah taubat, seesorang yang membunuh orang yang meninggalkan shalat sebelum bertaubat tidak diberatkan untuk membayar diyat, tetapi seseorang tersebut berdosa. Jika seseorang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajiban shalat maka orang tersebut dibunuh sebagai kafir, karena itu tidak dimandikan dan tidak dishalatkan.Dan diwajibkan kepada orang yang telah disebutkan (Muslim yang mukallaf lagi yang suci) untuk mengqadhakan shalat yang tinggal. Jika meninggalkan shalat tanpa keuzuran (alasan yang diterima oleh agama) maka diwajibkan kepadanya untuk mengqadhakannya dengan segera. Syaikhuna Ahmad bin Hajar rahimahullah (Ibnu Hajar al-Haitami) berkata : “Secara dhahir bahwa wajib terhadap seseorang yang meninggalkan shalat tanpa uzur menggunakan seluruh waktunya selain waktu yang tidak bolehtidak untuk kebutuhannya untuk mengqadhakan shalatnya. Dan haram terhadapnya mengerjakan shalat sunat”.Disunatkan menyegerakan qadha jika tertinggal shalatnya karena ada uzur seperti tidur yang tidak disengaja dan juga lupa.Note : Tidur yang disengaja maksudnya tidur saat waktu shalat telah tiba atau hampir tiba dan ia yakin atau ragu tidak akan terbangun untuk melakukan shalat. Jika ia tidur bukan dalam waktu shalat dan tidak terbangun hingga lewat waktu shalat, maka dikatakan tidur yang tidak disengaja.( ويسن ترتيبه ) أي الفائت فيقضي الصبح قبل الظهر وهكذا ( وتقديمه على حاضرة لا يخاف فوتها ) إن فات بعذر وإن خشي فوت جماعتها على المعتمدوإذا فات بلا عذر فيجب تقديمه عليها أما إذا خاف فوت الحاضرة بأن يقع بعضها وإن قل خارج الوقت فيلزمه البدء بها ويجب تقديم ما فات بغير عذر على ما فات بعذر وإن فقد الترتيب لأنه سنةوالبدار واجب ويندب تأخير الرواتب عن الفوائت بعذر ويجب تأخيرها عن الفوائت بغير عذر( تنبيه ) من مات وعليه صلاة فرض لم تقض ولم تفد عنه وفي قول أنها تفعل عنه أوصى بها أم لا حكاه العبادي عن الشافعي لخبر فيه وفعل به السبكي عن بعض أقاربهDan disunatkan mengqadha shalat yang tertinggal secara tertib, karena itu diqadhakan lebih dahulu shalat Subuh sebelum shalat Zhuhur dan seterusnya. Disunatkan juga mendahulukan shalat qadha (shalat diluar waktunya) atas shalat hadhir (shalat dalam waktunya) jika tidak ditakutkan habis waktu shalat hadhir, hal ini jika tertinggal shalat yang harus diqadha disebabkan uzur (alasan yang dibolehkan oleh agama) sekalipun karena mendahulukan qadha tidak sempat melaksanakan shalat hadhir secara berjamaah,berdasarkan pendapat yang mu’tamad (kuat).Apabila shalat yang luput (tertinggal) bukan karena sebuah ke-uzuran maka wajib mendahulukan shalat qadha atas shalat hadhir. Adapun apabila ditakutkan habis waktu untuk shalat hadhir(jika didahulukan shalat qadha), seperti akan ada sebagian, sekalipun sedikit, shalat hadhir yang dilakukan diluar waktunya maka wajib terhadap seseorang untuk memulai dengan shalat hadhir. Dan diwajibkan mendahulukan shalat yang luput dengan tanpa uzur atas shalat yang luput dengan adanya uzur, sekalipun tidak terjadi tertib karena mengqadha secara tertib hukumnya sunat.Menyegerakan (qadha shalat) hukumnya wajib. Disunatkan mentakkhirkan shalat sunat rawatib (shalat sunat yang mengiringi shalat fardhu) dari pada shalat yang luput dengan uzur dan wajib mentakkhirkan shalat sunat rawatib dari pada shalat yang luput tanpa uzur.(Penting) Apabila seseorang meninggal dunia padahal wajib atasnya shalat fardhu (karena tidak dikerjakan semasa hidupnya) maka tidak boleh diqadhakan (oleh orang lain) dan tidak boleh digantikan dengan fidyah. Menurut sebuah pendapat boleh dikerjakan shalatnya (oleh orang lain) diwasiatkan oleh mait (untukmengqadhakannya) ataupun tidak. Pendapat ini (boleh dilakukan shalatnya oleh orang lain) diriwayat oleh al-‘Ubady dari pada ImamSyafi’i rahimahullah berdalilkan sebuah Hadits (riwayat Imam Bukhari. I’anatuth Thalibin). (Mengamalkan pendapat ini) Imam Subki pernah mengqadhakan shalat sebagian kerabatnya.( ويؤمر ) ذو صبا ذكر أو انثى ( مميز ) بأن صار يأكل ويشرب ويستنجي وحده أي يجب على كل من أبويه وإن علا ثم الوصيوعلى مالك الرقيق أن يأمر ( بها ) أي الصلاة ولو قضاء وبجميع شروطها ( لسبع ) أي بعد سبع من السنين أي عند تمامها وإن ميز قبلها وينبغي مع صيغة الأمر التهديدDan diperintahkan untuk melakukan shalat walaupun shalat qadha terhadap anak kecil laki-laki atau perempuan yang telah mumaiyiz, yaitu anak-anak yang telah mampu makan, minum dan beristinja’ (bersuci dari kencing dan berak) dengan sendirinya. Artinya (perintah menyuruh anak yang sudah mumaiyiz untuk mengerjakan shalat sekalipun shalat qadha) diwajibkan terhadap kedua orang tuanya, selanjutnya (jika tidak ada kedua orang tuanya) diwajibkanterhadap kakeknya dan seterusnya (ke atas, ayah kakek, ayah ayah kakek dst) kemudian (jika tidak ada orang tuanya dan tidak ada kakeknya) diwajibkan terhadap washi (orang yang menerima wasiat untuk menjaga dan mendidik anak-anak) begitu juga diwajibkan terhadap pemilik hamba sahaya (memerintahkan budaknya). Dan wajib pula memerintahkan anak yang telah mumaiyiz untuk menyempurnakan semua syarat shalat. Perintah ini ditujukan kepada anak kecil yang mumaiyiz apanila ia telah berusia tujuh tahun, maksudnya telah genab usianya tujuh tahun, sekalipun ia telah mumaiyiz sebelum sampai pada usia tujuh tahun. Dan jika diperlukan (seperti ia tidak mau shalat), maka boleh menegaskan perintah ini (seperti memarahi atau membentak).( ويضرب ) ضربا غير مبرح وجوبا ممن ذكر ( عليها ) أي على تركها ولو قضاء أو ترك شرطا من شروطها ( لعشر ) أي بعد استكمالها للحديث الصحيح مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين وإذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها ( كصوم أطاقه ) فإنه يؤمر به لسبع ويضرب عليه لعشر كالصلاة وحكمة ذلك التمرين على العبادة ليتعودها فلا يتركها وبحث الأذرعي في قن صغير كافر نطق بالشهادتين أنه يؤمر ندبا بالصلاة والصوم يحثعليهما من غير ضرب ليألف الخير بعد بلوغه وإن أبى القياس ذلك انتهىDan wajib terhadap orang yang telah disebutkan (ayah, ibu, kakek dan seterusnya) memukul mumaiyiz yang telah sempurna umurnya sepuluh tahun (pukulan) yang tidak melukai karena meninggalkan shalat walaupun shalat qadha’ atau karena meninggalkan sebuah syarat dari syarat-syarat shalat. (Kewajiban memukul ini) berdasarkan Hadits Shahih “Perintahkan olehmu anak-anak mengerjakan shalat apabila telah sampai umurnya tujuh tahun. Dan apabila ia telah berusia sepeuluh tahun maka pukul olehmu anak tersebut karena meninggalkan shalat”. Seperti puasa yang ia sanggup kerjakan, maka anak-anak yang sanggup mengerjakan puasa diperintahkan (oleh orang tuanya) saat berusia tujuh tahun dan dipukul karena meninggalkan puasa saat telah berusia sepuluh tahun, sama juga seperti shalat.Hikmah demikian (perintah shalat sejak dini) adalah untuk mendidik anak usia dini dalam beribadah suapay menjadi kebiasaannya maka ia tidak akan meninggalkannya (kemudian hari). Imam Azra’iy membahas tentang budak/hamba sahaya kafir yang mengucapkan dua kalimat syahadah bahwa disunatkan memerintahkan kepadanya shalat dan puasa dengan mengajaknya melakukannya shalat dan puasa tanpa memukul. Tujuannya agar ia terbiasa dengan kebaikan saat baligh nanti, sekalipun hukum ini bertentangan dengan maksud hukum dari perintah Rasulullah. Demikian Imam Azra’iy.ويجب أيضا على من مر نهيه عن المحرمات وتعليمه الواجبات ونحوها من سائر الشرائع الظاهرة ولو سنة كسواك وأمره بذلك ولا ينتهي وجوب ما مر على من مر إلا ببلوغه رشيدا وأجرة تعليمه ذلك كالقرآن والآداب في ماله ثم على أبيه ثم على أمهDan wajib pula terhadap orang-orang yang telah disebutkan (ayah,ibu, kakek dan seterusnya), mencegah/melarang mumayyiz (anak-anak yang telah mampu makan, minum dan beristinja’ (bersuci dari kencing dan berak) dengan sendirinya) dari segala sesuatu yang diharamkan dalam agama. Dan wajib pula mengajarinya seluruh kewajiban (seperti shalat, puasa, zakat, haji dan juga hal yang berkaitan dengannya seperti rukun-rukun dan syarat-syarat) dan juga yang seumpama kewajiban, yaitu semua syari’at yang dhahir (diketahui oleh semua lapisan masyarakat Islam) walaupun syariat tersebut adalah sunat, seperti mengajarinya tentang bersugi/bersiwak (menggosok gigi) dan memerintahkannya dengan bersugi.Kepada orang-orang yang telah disebutkan, kewajiban yang telah disebutkan ini tidak berakhir sehingga mumaiyiz tersebut sampai pada masa Rasyid (mampu menjaga agama dan harta dengan benar).Beban biaya pendidikan anak-anak seperti belajar al-Quran dan Adab (Tasauf) diambil dari harta si anak, jika tidak ada maka dari harta bapaknya kemudian dari harta ibunya.(تنبيه) ذكر السمعاني في زوجة صغيرة ذات أبوينأن وجوب ما مر عليهما فالزوج وقضيته وجوب ضربها وبه ولو في الكبيرة صرح جمال الإسلام البزري قال شيخنا وهو ظاهر إن لم يخش نشوزا وأطلق الزركشي الندب(وأول واجب) حتى على الأمر بالصلاة كما قالوا (علىالآباء) ثم على مر من (تعليمه) أي المميز (أن نبينامحمدا صلى الله عليه وسلم بعث بمكة) وولد بها (ودفن بالمدينة) ومات بها(Tanbih) as-Sam’any menyebutkan tentang seorang istri yang masih anak-anak yang mempunyai kedua orang tuanya bahwa kewajiban yang telah disebutkan dipundakkan kepada kedua orang tuanya, [jika kedua orang tuanya tidak ada] maka kewajibantersebut berpindah kepada suami. Kewajiban ini menghendaki kepada wajib (terhadap orang tua kemudian suami) memukuli istri yang masih kecil (jika tidak mematuhi, sama seperti memukul mumaiyyiz).Jamalul Islam al-Bizry menjelaskan bahwa kewajiban memukul tersebut juga berlaku sekalipun pada istri yang dewasa. Berkata Syaikhuna (Ibn Hajar al-Haitamy) pendapan ini dhahir (jelas/kuat) apabila tidak ditakutkan akan terjadi nusyuz (penolakan ketaatan olehistri terhadap suami). Imam az-Zarkasyi mengatakan bahwa hukumnya sunat secara muthlaq (ditakutkan nusyuz atau tidak).Kewajiban paling awal yang dipundakkan kepada kedua orang tua kemudian kepada orang yang telah disebutkan, sehingga lebih didahulukan dari pada perintah dengan shalat, sebagai mana telah dijelaskan oleh semua Ulama, adalah mengajari mumaiyiz bahwa sesungguhnya Nabi kita Saiyyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diangkat (sebagai Rasul) dan dilahirkan di Kota Suci Mekkah dan di makamkan dan wafat di Kota Suci Madinah.**Kemungkinan penyebab Mushannif (pengarang) memilih menyebutkan kewajiban pertama ini adalah bahwa orang yang mengingkari kedua hal ini akan menjadi kafir dan hal ini merupakan hal yang kadang sering dilupakan oleh masyarakat umum. Namun demikian, kewajiban pertama yang harus diajarkan kepada mumaiyiz bukan hanya ini saja melainkan I’tiqad lima puluh dan beberapa hal lain yang telah disepakati kewajibannya, seperti mengetahui Nasab Rasulullah dan lainnya.
-
Artikel Enam Orang Yang Boleh Buka Puasa di Siang HariTanggal : 25-09-2015 08:31, dibaca 89 kali. Makan, minum, dan hal lain yang membatal...
-
الابْتِدَاءُ Bab Ibtida’ DASAR-DASAR KALIMAT SUSUNAN JUMLAH ISMIYAH Mubtada’ dan Khabar مُبْتَـدَأ زَيْدٌ وَعَـــاذِرٌ خَبَـــــرْ ¤ ...
-
BADAL yaitu Tabi yang dituju hukumnya dengan tanpa penghubung diantara Tabi dan matbu nya Ketika dibuat BADAL , Isim dari Isim/fiil dari fi...