BAB II
PEMBAHASAN
A. Sifat dan Sikap Pendidik dalam Perspektif
Hadits
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳُﻠَﻴْﻤَﺎﻥَ ﻣَﺎﻟِﻚِ ﺑْﻦِ
ﺍﻟْﺤُﻮَﻳْﺮِﺙِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺗَﻴْﻨَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﺷَﺒَﺒَﺔٌ
ﻣُﺘَﻘَﺎﺭِﺑُﻮﻥَ ﻓَﺄَﻗَﻤْﻨَﺎ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ
ﻟَﻴْﻠَﺔً ﻓَﻈَﻦَّ ﺃَﻧَّﺎ ﺍﺷْﺘَﻘْﻨَﺎ ﺃَﻫْﻠَﻨَﺎ ﻭَﺳَﺄَﻟَﻨَﺎ
ﻋَﻤَّﻦْ ﺗَﺮَﻛْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺃَﻫْﻠِﻨَﺎ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮْﻧَﺎﻩُ
ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺭَﻓِﻴﻘًﺎ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﺭْﺟِﻌُﻮﺍ
ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻓَﻌَﻠِّﻤُﻮﻫُﻢْ ﻭَﻣُﺮُﻭﻫُﻢْ
ﻭَﺻَﻠُّﻮﺍ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻤُﻮﻧِﻲ ﺃُﺻَﻠِّﻲ ﻭَﺇِﺫَﺍ
ﺣَﻀَﺮَﺕْ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﻓَﻠْﻴُﺆَﺫِّﻥْ ﻟَﻜُﻢْ
ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺛُﻢَّ ﻟِﻴَﺆُﻣَّﻜُﻢْ ﺃَﻛْﺒَﺮُﻛُﻢْ . ﺭﻭﺍﻩ
ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ
Artinya “Abu Sualiman Malik ibn al-Huwayris
berkata: Kami, beberapa orang pemuda
sebaya datang kepada Nabi saw., lalu kami
menginap bersama beliau selama 20 malam. Beliau
menduga bahwa kami telah merindukan keluarga
dan menanyakan apa yang kami tinggalkan pada
keluarga. Lalu, kami memberitahukannya kepada
Nabi. Beliau adalah seorang yang halus
perasaannya dan penyayang lalu berkata:
“Kembalilah kepada keluargamu! Ajarlah mereka,
suruhlah mereka dan salatlah kamu sebagaimana
kamu melihat saya mengerjakan salat. Apabila
waktu salat telah masuk, hendaklah salah seorang
kamu mengumandangkan azan dan yang lebih
senior hendaklah menjadi imam.” (HR. Bukhari)
ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ
ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - «
ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺮْﺣَﻢْ ﺻَﻐِﻴﺮَﻧَﺎ
ﻭَﻳُﻮَﻗِّﺮْ ﻛَﺒِﻴﺮَﻧَﺎ ﻭَﻳَﺄْﻣُﺮْ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ
ﻭَﻳَﻨْﻪَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ. ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻯ
Artinya ”Ibn Abbas meriwayatkan bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Bukanlah termasuk
golongan kami orang yang tidak menyayangi yang
lebih kecil, tidak memuliakan yang lebih besar,
tidak menyuruh berbuat makruf, dan tidak
mencegah perbuatan munkar.” (HR. Tirmidzi)
Penjelasan:
Kedua hadits diatas menjelaskan bahwa
sebagai manusia termasuk pendidik harus
memiliki kasih sayang. Rasulullah Saw
memberikan contoh dengan memperlakukan para
sahabat dengan penuh santun dan kasih sayang.
Jika Rasulullah menyampaikan ajaran islam
kepada sahabat dan umatnya dengan bersikap
kasar dan tanpa kasih sayang, maka tidak akan
ada yang mengikutinya.
Sifat kasih sayang memiliki peran penting
dalam pendidikan. Dengan adanya kasih sayang
dapat membangun hubungan dan interaksi yang
baik antara pendidik dan peserta didik. Seorang
pendidik dalam memberikan pembelajaran dan
pendidikan harus dilakukan dengan penuh kasih
sayang agar peserta didik dapat menerima apa
yang disampaikan dengan hati yang tenang dan
nyaman.
ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻲ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ
ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢْ ﺍِﺫَﺍ
ﺑَﻌَﺚَ ﺍَﺣَﺪًﺍ ﻣِﻦْ ﺍَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻓِﻰ ﺑَﻌْﺾِ
ﺍَﻣْﺮِﻩِ ﻗَﺎﻝَ ﺑَﺸِّﺮُ ﻭَﻻَ ﺗُﻨَـﻔِّﺮُﻭﺍ
ﻭَﻳَﺴِّﺮُﻭﺍﻭَﻻَ ﺗُﻌَﺴِّﺮُﻭﺍ ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ
Artinya : “Dari Abu Musa beliau berkata, “
Rasulullah SAW apabila mengutus salah satu
orang sahabatnya untuk mengerjakan sebagian
perintahnya selalu berpesan “ Sampaikan berita
gembira oleh kalian dan janganlah kalian
menimbulkan rasa antipati, berlaku mudahlah
kalian dan janganlah kalian mempersulit.” (HR.
Muslim)
ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳﻠﻢ : ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟَﻢْ
ﻳَﺒْﻌَﺜْﻨِﻲْ ﻣُﻌْﻨِﺘﺎً ﻭَﻻَ ﻣُﺘَﻌَﻨِّﺘًﺎ ﻭَﻟَﻜِﻦْ
ﺑَﻌَﺜَﻨِﻲْ ﻣُﻌَﻠِّﻤًﺎ ﻣُﻴَﺴِّﺮًﺍ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ
Artinya : “Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah
SAW. bersabda kepada ‘Aisyah: “Sesungguhnya
Allah tidak mengutusku sebagai orang yang
menyusahkan dan merendahkan orang lain. Akan
tetapi, Allah mengutusku sebagai seorang pengajar
(guru) dan pemberi kemudahan.” (HR. Muslim)
Penjelasan
Dari kedua hadits diatas sudah jelas bahwa
seorang pendidik harus memiliki prinsip motivasi
dan memudahkan serta tidak mempersulit
peserta didik dalam proses pendidikan dan
pembelajaran. Hal ini dilakukan agar dapat
meningkatkan semangat belajar peserta didik.
Motivasi dapat dilakukan dengan pemberian nilai,
pemberian pujian, dan lain-lain.
Dalam pembelajaran, pendidik hendaknya
memberikan kemudahan pada peserta didiknya,
salah satunya dalam penyampaian materi. Dalam
penyampaian materi pendidik dapat
menggunakan media pembelajaran agar anak
didiknya dapat memahami apa yang disampaikan
dengan mudah.
ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺘَﺨَﻮَّﻟُﻨَﺎ
ﺑِﺎﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﻳَّﺎﻡِ ﻛَﺮَﺍﻫَﺔَ
ﺍﻟﺴَّﺂﻣَﺔِ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ . ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ
Artinya : ”Dari Ibnu Mas'ud, Nabi SAW. selalu
menyelingi hari-hari belajar untuk kami untuk
menghindari kebosanan kami.”
Penjelasan
Hadits tersebut menjelaskan bahwa seorang
pendidik hendaknya mengetahui dan mengerti
kondisi dan keadaan peserta didiknya. Manusia
pada dasarnya memiliki rasa bosan. Untuk
menghindari kebosanan pada diri peserta didik,
pendidik dapat menyelingi waktu belajar dan
memberikan waktu istirahat. Pembagian waktu
belajar perlu dilakukan agar apa yag disampaikan
pendidik dapat diterima dengan baik oleh peserta
didik tanpa ada rasa lelah dan bosan.
B. Kedudukan Pendidik
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ
ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻧَﺎ
ﻟَﻜُﻢْ ﺑِﻤَﻨْﺰِﻟَﺔِ ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪِ ﺃُﻋَﻠِّﻤُﻜُﻢْ ﻓَﺈِﺫَﺍ
ﺃَﺗَﻰ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺍﻟْﻐَﺎﺋِﻂَ ﻓَﻼَ ﻳَﺴْﺘَﻘْﺒِﻞْ
ﺍﻟْﻘِﺒْﻠَﺔَ ﻭَﻻَ ﻳَﺴْﺘَﺪْﺑِﺮْﻫَﺎ ﻭَﻻَ ﻳَﺴْﺘَﻄِﺐْ
ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﺄْﻣُﺮُ ﺑِﺜَﻼَﺛَﺔِ ﺃَﺣْﺠَﺎﺭٍ
ﻭَﻳَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦْ ﺍﻟﺮَّﻭْﺙِ ﻭَﺍﻟﺮِّﻣَّﺔِ ﺭﻭﺍﻩ
ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ
Artinya : “Abu Hurairah meriwayatkan bahwa
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya saya
menempati posisi orangtuamu. Aku akan
mengajarmu. Apabila salah seorang kamu mau
buang hajat, maka janganlah ia menghadap atau
mebelakangi kiblat, janganlah ia beristinjak
(membersihkan dubur sesudah buang air) dengan
tangan kanan. Beliau menyuruh beristinjak (kalau
tidak dengan air), dengan tiga batu dan melarang
beristinjak dengan kotoran (najis) dan tulang.”
Penjelasan
Seorang pendidik berperan sebagai orang tua
bagi peserta didiknya. Dalam hadits diatas,
Rasulullah SAW menempatkan dirinya sebagai
orangtua dari para sahabatnya. Rasulullah
mengajari para sahabat bagaimana cara istinja’,
yang harusnya hal tersebut diajarkan oleh orang
tua.
Pendidik adalah orang tua, sedangkan peserta
didik adalah anak. Pendidik bertanggung jawab
terhadap perkembangan perilaku dan pendidikan
anak di sekolah. Jadi, pendidik bukan hanya
bertanggung jawab dalam pemberian ilmu dan
pemberian nilai, akan tetapi juga bertanggung
jawab atas sikap dan perilaku peserta didik.
Seorang pendidik diharapkan dapat memberikan
kasih sayangnya dengan tulus layaknya kasih
sayang orangtua terhadap anaknya
C. Keutamaan Pendidik
ﻋﻦ ﺃﺑﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺳَﻤِﻌْﺖُ
ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺃَﻻَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﻠْﻌُﻮﻧَﺔٌ ﻣَﻠْﻌُﻮﻥٌ
ﻣَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺫِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻭَﺍﻻَﻩُ
ﻭَﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺃَﻭْ ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻢٌ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻯ
Artinya : “Abu Hurairah meriwayatkan bahwa dia
mendengar Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah !
bahwa sesungguhnya dunia dan segala isinya
terkutuk kecuali zikir kepada Allah dan apa yang
terlibat dengannya, orang yang tahu (guru) atau
orang yang belajar.”
Penjelasan :
Hadits diatas menjelaskan bahwa pendidik
adalah orang yang terbebas dari kutukan Allah
SWT. Namun tidak semua pendidik mendapatkan
keistimewaan itu. Pendidik yang dimaksud adalah
orang yang memiliki ilmu dan mengamalkan
ilmunya serta mengajarkan ilmunya dengan
ikhlas hanya untuk mendapatkan ridho Allah
SWT.
Friday, June 24, 2016
Subyek guru
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
الابْتِدَاءُ Bab Ibtida’ DASAR-DASAR KALIMAT SUSUNAN JUMLAH ISMIYAH Mubtada’ dan Khabar مُبْتَـدَأ زَيْدٌ وَعَـــاذِرٌ خَبَـــــرْ ¤ ...
-
1. Dibagi menjadi berapakah Isim yang dibaca Khafadz? 2. Apa makna dari huruf من، عن، فى، ربّ، الكاف، اللام؟ 3. Idhofah datang dengan mengir...
-
TERJEMAH FATHUL QORIB (SYARAH MATAN TAQRIB) BAHASA INDONESIA SYAIKH MUHAMMAD QOSIM AL GHAZI (SYARAH MATAN TAQRIB) AL IMAM AL ALLAMAH...
No comments:
Post a Comment