kehidupan yang abadi dan selama-lamanya. [5]
Hadist yang menerangkan Tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan hendaknya hanya untuk
menjadi orang yang berilmu, pembelajar,
pendengar, dan pecinta ilmu. Jangan pernah
mencapai tujuan yang sifatnya hanya sementara ,
jabatan, pangkat, dan kekayaan. Hal ini
diisyaratkan dalam hadis-hadis berikut:
ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻛُﻦْ ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ ﺍَﻭ ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻤًﺎ ﺍَﻭ ﻣُﺴْﺘَﻤِﻌًﺎ ﺍَﻭ
ﻣُﺤِﺒًّﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜُﻦْ ﺧَﺎﻣِﺴًﺎ ﻓَﺘُﻬْﻠِﻚَ (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ )
Artinya : rasulullah saw bersabda “ jadilah
engkau orang yang berilmu (pandai) atau orang
yang belajar, atau orang yang mendengarkan ilmu
atau yang mencintai ilmu. Dan janganlah engkau
menjadi orang yang kelima, maka kamu akan
celaka,”. (HR.Baihaqi) [6]
Penjelasan
Hadist diatas menjadi landasan pendidikan.
Hadist …. ﻛُﻦْ ﻋَﺎﻟِﻤًﺎ (jadilah ahli ilmu )
memerintahkan untuk memilih jalan ilmu, pencari
ilmu, menjadi pendengar dan pecinta ilmu, dan
dilarang menjadi orang kelima karena akan
menjadi penyebab kehancuran. [7]
Hadist tersebut mengajak kita untuk menjadi
orang yang berilmu, atau orang yang mencari
ilmu, atau pendengar ilmu, atau pecinta ilmu.
Itulah hakikat tujuan dari pendidikan, yakni
memiliki ilmu, bukan tujuan lain, maksudnya
jangan jadi selain dari yang empat tersebut seperti
pemalas, pemenci ilmu, perusak ilmu, dan lain
sebagainya. Terlebih jika tujuan pendidikan
diorientasikan untuk memperoleh kekayaan
duniawi.
Banyak juga orang yang berfikir bahwa
kekayaan dan jabatan adalah sumber kebahagiaan
ada dihati, dan kebahagiaan dihati adalah
ketenangan dalam berdzikir kepada allah swt. Ala
bidzikrillahi tathmainnul qulub’ (ingatlah hanya
dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang).
Dengan demikian, kebahagiaan menjadi tujuan
dalam pendidikan, namun tujuan tersebut tidak
hanya didunia tetapi juga kebahagiaan di akhirat.
Untuk memperoleh kebahagiaan ini kuncinya
adalah ilmu. Hal ini sebagaimana yang disabdakan
oleh Rasulullah saw:
ﻣَﻦْ ﺍَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟﻌِﻠْﻢِ ﻭَﻣَﻦْ ﺍَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟْﺎَﺧِﺮَﺓَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻭَﻣَﻦْ
ﺍَﺭَﺍﺩَﻫُﻤَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭ ﻣﺴﻠﻢ )
Barangsiapa yang menghendaki kebaikan
didunia maka dengan ilmu, barangsiapa yang
menghendaki kebahagiaan di akhirat maka dengan
ilmu, barangsiapa yang menghendaki keduanya
maka dengan ilmu. (HR.Bukhori-muslim). [8]
Selain kebahagiaan didunia yang diperoleh
melalui ilmu, maka tujuan pendidikan akan
tercapai jika semuanya melalui proses belajar
seperti sabda Rasulullah saw berikut ini :
ﻋَﻦ ﺍﺑْﻦُ ﻋَﺒَّﺎﺱ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ : ﻣَﻦْ ﻳُﺮِﺩِ ﺍﻟﻠﻪ ﺑِﻪِ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳُﻔَﻘِّﻬْﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَﺍِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﺑِﺎﻟﺘَّﻌَﻠُّﻢِ ...
(ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ )
Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata Rasulullah saw
bersabda “ barangsiapa yang dikehendaki allah
menjadi baik, maka dia akan dipahamkan dalam
hal agama. Dan sesungguhnya ilmu itu diperoleh
melalui belajar “ (HR. Bukhori) [9]
Penjelasan
Hadis ….. ﻣَﻦْ ﻳُﺮِﺩِ ﺍﻟﻠﻪ ﺑِﻪِ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻳُﻔَﻘِّﻬْﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ
(barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi baik,
maka dia akan dipahamkan dalam hal agama)
dapat dipahami bahwa orang tersebut akan diberi
kebaikan oleh allah . kebaikan secara social,
mental, spiritual, menjadi kunci Allah bagi
kebaikan seseorang. Dengan kata lain, kalau ingin
memperoleh kebaikan apapun didunia dan akhirat
jangan jauh-jauh dari agama. Dalam pengertian
ini, agama adalah kunci kebaikan seseorang. [10]
Agar tidak jauh-jauh dari agama maka seseorang
diwajibkan untuk menuntut ilmu agar tujuan
pendidikan islam dapat terwujud.
Hadis diatas merupakan pernyataan Allah
yang mengandung perintah bahwa siapapun dari
manusia yang menginginkan memperoleh
kebaikan, hendaknya ia mencari ilmu agama.
Meningkkatkan pemahamannya tentang islam.
Mengkaji Al-Quran dan As Sunnah dengan
berbagai metode dan pendekatan yang benar.
Islam maju karena umatnya kuat dalam ilmu
pendidikan. [11]
ﺣﺪ ﺛﻨﺎ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﺑﻦ ﻏﻴﻼ ﻥ، ﺍﺧﺒﺮﻧﺎ ﺍﺑﻮ ﺍﺳﺎﻣﺔ، ﻋﻦ ﺍﻻﻋﻤﺶ ﻋﻦ ﺍﺑﻰ
ﺻﺎﻟﺢ ﻋﻦ ﺍﺑﻰ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ : ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ : ﻣﻦ
ﺳﻠﻚ ﻃﺮﻳﻘﺎ ﻳﻠﺘﻤﺲ ﻓﻴﻪ ﻋﻠﻤﺎ ﺳﻬﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻃﺮﻳﻘﺎ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺠﻨﺔ "
“Kami diberi berita oleh Mahmud bin Ghailan,
kami diberi berita oleh Abu Usamah dari A’masy
dari Abi Shahih, dari Abu Hurairah, beliau
bersabda:“Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa
yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka
Allah akan memudahkan jalan baginya ke surga”.
Penjelasan
Telah dikatakan didepan bahwa pendidikan
merupakan suatu usaha dan kegiatan yang sarat
dengan tujuan. Kedudukan tujuan dalam pendidikan
cukup menentukan, karena selain memberikan
panduan tentang karakteristik manusia ynag ingin
dihasilkan pendidikan, sekaligus pula memberikan
arah dan langkah-langkah dalam melakukan seluruh
kegiatan pendidikan. Tujuan ialah apa yang
dicanangkan manusia. Letaknya sebagai pusat
perhatian, dan demi merealisasikannyalah dia menata
tingkah lakunya dalam kehidupan sosial
kemasyarakatan.
Berbicara tentang tujuan pendidikan, tidak
dapat melepaskan dari tujuan hidup, yaitu tujuan
hidup manusia. Sebab pendidikan hanyalah suatu alat
yang digunakan oleh manusia untuk memelihara
kelanjutan hidupnya, baik sebagai individu maupun
sebagai makhluk sosial. [12]
Friday, June 24, 2016
Tujuan pendidikan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
الابْتِدَاءُ Bab Ibtida’ DASAR-DASAR KALIMAT SUSUNAN JUMLAH ISMIYAH Mubtada’ dan Khabar مُبْتَـدَأ زَيْدٌ وَعَـــاذِرٌ خَبَـــــرْ ¤ ...
-
1. Dibagi menjadi berapakah Isim yang dibaca Khafadz? 2. Apa makna dari huruf من، عن، فى، ربّ، الكاف، اللام؟ 3. Idhofah datang dengan mengir...
-
TERJEMAH FATHUL QORIB (SYARAH MATAN TAQRIB) BAHASA INDONESIA SYAIKH MUHAMMAD QOSIM AL GHAZI (SYARAH MATAN TAQRIB) AL IMAM AL ALLAMAH...
No comments:
Post a Comment