Sunday, February 20, 2022

Nahwu BAB TAUKID (Al Ajurumiyah)

Taukid yaitu tabi (perkara yang mengikuti) yang menghilangkan kemungkinan (mungkin iya/tidak, benar atau salah). Maka ketika kamu mengatakan Zaid datang maka mungkin adanya pembicaraan dengan mengira-ngirakan mudhof, kira kiranya: kitabnya Zaid datang/utusan Zaid datang.
Maka ketika kamu mengatakan Zaid datang dirinya (hilanglah ihtimal /kemungkinan)

Taukid adalah tabi yang mengikuti muakkad, dalam roda, nashob, khofadz, ma'rifatnya

Adanya taukid dengan lafadz-lafadz yang sudah diketahui, yaitu: نفس، عين، كلّ، اجمع.
Dan lafadz-lafadz yang mengikuti اجمع
أكتع، أبتع، أبصع

Maka lafadz-lafadz ini tidak bisa digunakan untuk mentaukidkan kecuali setelah taukid أجمع
Maka tidak boleh mendahulukannya.

Ucapkanlah  قام زيد نفسه، رأيت الثوم كلهم، مررت بالقوم أجمعين

Keterangan diatas untuk taukid maknawi, Adapun Taukid lafdzi yaitu kembalinya lafadz dengan aibnya atau dengan lafadz yang murodif, karena mencegah lupanya pendengar atau memantapkan pendengar dan meneguhkan di dalam hatinya.
Contoh: datang Zaid Zaid
Adapun contoh mengulangi lafadz yang murodif : datang singa "singa/macan"

Editor : Al Faqir

No comments:

Post a Comment