Bab menjelaskan hal-hal yang membatalkan Wudlu | Terjemahan Kitab Riyadhul Badi’ah
Dinukil dari kitab Matan Fiqih Riyadhul Badiah tentang hal-hal yang membatalkan wudlu
باب نواقض الوضوء
نواقضه أربعة
Bab (menjelaskan) Hal-hal yang membathalkan wudhu.
Hal-hal yang membatalkan wudhlu itu ada Empat :
الأول – خروج شي من القبل أو الدبر وإن خرج قهراً وكان ظاهراً إلا مني الشخص الخارج منه أول مرة
(Yang Pertama) : Keluarnya sesuatu dari (lubang) Qubul dan (lubang) Dubur, walaupun (sesuatu itu) keluar dengan paksa dan bersih, kecuali Mani seseorang yang keluar darinya untuk pertama kalinya (dia baligh).
والثاني- زوال التميـيز بجنون أو سكر أو مرض أو نوم إلا من نام ممكناً مقعده من مقره
(Yang Kedua) : Hilangnya ingatan dengan sebab Gila atau Mabuk atau sakit atau tidur kecuali orang yang tidur merapatkan (pantat) duduknya dari tempat duduknya
والثالث – ملامسة الرجل للمرأة الأجنبية من غير حائل بين جلديهما ولو كان كل منهما هرماً أو حصلت الملامسة بغير الاختيار وينتقض بها وضوء كل منهما
(yang ke tiga) Bersentuhnya (kulit) laki-laki ke (kulit) perempuan yang Ajnabiah (bukan muhrim) tanpa adanya penghalang diantara kulit laki-laki dan perempuan, walau salah satu dari keduanya (kali-laki atau perempuan) itu adalah pikun (tua). Atau terjadinya persentuhan tanpa ada kehendak (disengaja). Dan membatalkan wudhu sebab bersentuhan semuanya dari laki-laki dan perempuan.
والرابع – مس قبل الآدمي أو حلقة دبره بباطن الكف بلا حائل ولو مع السهو أو الإكراه،
(Dan Yang Ke Empat) Menyentuh Qubul bangsa Adam atau bulat dubur bangsa Adam dengan telapak tangan tanpa ada penghalang walau dalam keadaan lupa atau dipaksa.
وينتقض به وضوء الماس فقط إلا إن كان المس بين رجل وأنثى أجنبية فينتقض به وضوؤهما كما سبق. ويحرم بالحدث الأصغر الصلاة والطواف ومس المصحف حتى كيسه وصندوقه ما دام فيهما، ويحل قلب ورق المصحف بعود إلا إن انفصلت الورقة وحملت عليه، ويحل حمله في متاع إلا إن قصد المصحف وحده بالحمل، ويحل حمل التفسير إن كان أكثر من القرآن يقيناً، ولا يمنع الصبي المميز من مس المصحف وحمله لحاجة التعليم
Dan membatalkan dengan sebab menyentuh itu, wudhlu orang yang menyentuh saja, kecuali apabila sentuhan antara laki-laki dan perempuan Ajnabi, maka batal sebab sentuhan itu wudhlu laki-laki dan perempuan sebagaimana penjelasan yang sudah lewat.
Dan diharamkan bagi yang memiliki hadats kecil : Sholat, Thawaf, Menyentuh al-Qur’an, hingga kantong (bungkus) al-Qur’an, dan kotak (peti) tempat al-Qur’an, selagi al-Qur’an ada di dalamnya.
Dan Halal (boleh) membolak-balik (lembaran) al-Qur’an dengan memakai kayu, kecuali apabila pisah lembaran al-Qur’an dan dibawa lembaran oleh itu kayu.
Dan Halal (boleh) membawa al-Qur’an dalam (bersama) harta benda, kecuali apabila meniatkan al-Qur’an sendiri dalam bawaan.
Dan halal (boleh) membawa Tafsir apabila tafsir lebih banyak dari al-Qur’an secara yakin. Dan tidak dilarang anak kecil yang berakal (Tamyiz) dari menyentuh al-Qur’an dan membawanya untuk keperluan belajar.
No comments:
Post a Comment